Pasar Bersiap untuk Pekan yang Sangat Penting: ECB, Inflasi di AS, dan Geopolitik Mengambil Pusat Panggung

Pasar global memasuki pekan yang kritis sebagaimana para trader memperhatikan tiga pengendali: keputusan suku bunga ECB (Bank Sentral Eropa), laporan inflasi konsumen AS, dan ketegangan yang meningkat antara Washington dan Tehran. Dolar masih di bawah tekanan sebagaimana DXY melayang dekat 98,80, yang merupakan nilai terendah dalam dua minggu terakhir. Operasi buyback dari Treasury didanai oleh General Account dan berhasil mengimbangi sinyal-sinyal hawkish dari The Fed.
Federal Reserve terbagi antara hawkish dan dovish. Setelah pidato Walsh di Jackson Hole, pasar melakukan price in pada probabilitas 60% kenaikan suku bunga 25 bps di bulan September, yang mana lebih tinggi 40% dari ekspektasi pasar sebulan lalu. Bagaimanapun, beberapa gubernur berpendapat untuk istirahat sejenak dalam menaikkan suku bunga, mengutip inflasi yang mendingin.
Semua perhatian beralih ke laporan CPI yang batas waktunya pada 11 September, yang akan menjadi laporan inflasi besar terakhir sebelum pertemuan The Fed. Para ekonom berekspektasi CPI mencapai 3,8% YoY, namun inflasi core diekspektasi untuk bertahan pada 3,2%. Risiko-risiko geopolitik masih dalam fokus dengan serangan-serangan segar pada wilayah yang terkait. Selat Hormuz mendorong harga minyak bumi semakin tinggi.
Pertemuan ECB pada hari Kamis termasuk di antara peristiwa-peristiwa kunci pekan ini. Pasar berekspektasi bank sentral untuk menaikkan suku bunga menjadi 2,5%. Para trader juga memandang kenaikan suku bunga lainnya di bulan Desember. Bagaimanapun, sinyal dovish apa pun dari Christine Lagarde dapat memicu pembalikan arah yang cepat dalam perolehan Euro baru-baru ini.
Contents
EUR/USD: Pertemuan ECB Menjadi Sorotan

Euro didukung oleh keputusan ECB yang akan datang. Bank sentral ini akan menyelenggarakan pertemuannya di hari Kamis. Pasar berekspektasi regulator ini akan menaikkan suku bunga sebanyak 25 bps. Selain itu, pasar berekspektasi ECB melakukan kenaikan suku bunga lainnya di bulan Desember. Bagaimanapun, risiko terletak pada arahan ke depan. Jika Lagarde memberikan sinyal bahwa pergerakan yang diekspektasi pekan ini dapat bertahan untuk periode yang diperpanjang, para trader dapat mengubah pandangannya dan aksi profit-taking akan mendorong turun pasangan mata uang ini. Kejutan hawkish mana pun dapat memberikan dukungan tambahan ke mata uang ini.
Dari pandangan analisis teknikal, pasangan mata uang ini sedang diperdagangkan dekat dengan batas bagian bawah indikator Bollinger Band. Para trader bisa mempertimbangkan level-level sebagai berikut:
Buy/Beli: 1,1620 TP 1,1650 dan 1,1700
Sell/Jual: 1,1600 TP 1,1550 dan 1,1520
GBP/USD: Momentum Bank of England Memudar

Pound Inggris memperoleh beberapa dukungan di tengah-tengah keputusan kebijakan BoE, namun arah naiknya mungkin terbatas karena pasar tidak mengekspektasi Bank of England untuk melakukan kenaikan suku bunga lain di bulan September. The Fed, sebaliknya, diekspektasi untuk menaikkan suku bunga sebanyak 25 bps pada pertemuan bulan September, yang memberikan dukungan lebih banyak ke Dolar AS. Hari ini BoE akan memberikan laporan kebijakan moneternya, yang dapat mengubah situasi dan menggeser ekspektasi pasar.
Dari perspektif analisis teknikal, pasangan mata uang ini sedang diperdagangkan dekat dengan garis bawah indikator Bollinger Band menyatakan bahwa pasar saat ini sedang lebih bearish. Para trader bisa memantau level-level berikut:
Buy/Beli: 1,3550 TP: 1,3600 dan 1,3620
Sell/Jual: 1,3520 TP 1,3450 dan 1,3400
Minyak Mentah WTI: Premium Geopolitik Kembali

Ketegangan yang diperbarui antara AS dan Iran membantu WTI mencapai nilai tertingginya pekan ini. Serangan-serangan dekat Selat Hormuz mengancam pengiriman minyak bumi di wilayah ini. Eskalasi kembali meningkatkan premium geopolitik, yang pada gilirannya, mendukung harga minyak bumi. Kedaluwarsanya pengaturan diplomatik sebelumnya dan absennya jalur yang kredibel menuju gencatan senjata telah menjaga premium risiko geopolitik tetap teguh di tempat. Gedung Putih juga telah memperketat sanksi-sanksi terhadap mitra-mitra dagang Iran, lebih lanjut mengocok pasokan. Pasar telah melakukan price in terhadap disrupsi potensial hingga 1 juta barel per hari, dan provokasi tambahan apa pun dapat mendorong WTI menuju angka $100.
Dari perspektif analisis teknikal, WTI sedang diperdagangkan dekat dengan pita atas indikator Bollinger Band, mengonfirmasi tekanan bullish. Para trader harus memantau level-level berikut:
Buy/Beli: 94,50 TP 96,00 dan 98,00
Sell/Jual: 94,00 TP 92,00 dan 90,00
XAU/USD: Emas Terperangkap Antara Kebutuhan Safe-Haven dan Tekanan Hawkish

Emas sedang diperdagangkan di antara dua kekuatan yang saling berkompetisi. Di satu sisi, ketegangan yang tereskalasi antara AS dan Iran membangkitkan kembali permintaan pasar terhadap aset-aset safe-haven. Di sisi lain, imbal hasil Treasury yang naik memberikan tekanan terhadap emas. Emas baru-baru ini menyentuh nilai terendahnya selama empat minggu terakhir di bawah $4.300, namun telah pulih sejak itu seiring kelemahan Dolar memberikan pijakan. Data CPI AS pekan ini akan menjadi penentu: jika inflasi semakin dingin lebih dari yang diekspektasi, The Fed dapat beristirahat sejenak, memberikan emas katalis naik yang jelas. Sebaliknya, nilai yang panas dapat memperkuat taruhan hawkish dan cenderung mendorong emas menuju nilai terendahnya baru-baru ini. Hingga saat itu, logam mulia ini bertahan dalam tarik tambang antara dorongan angin belakang geopolitik dan dorongan angin depan kebijakan moneter.
Dari perspektif analisis teknikal, XAU/USD sedang diperdagangkan dalam rentang harga yang ketat dengan garis-garis Bollinger Band sedang sempit. Para trader harus memantau level-level berikut:
Buy/Beli: 4.400 TP 4.440 dan 4.460
Sell/Jual: 4.380 TP: 4.350 dan 4.320
