Mulai Ulang The Fed Bertemu Premium Risiko Hormuz

The Fed dan ECB memberikan kenaikan suku bunganya di pertengahan September, menjadikannya pengetatan tersinkronisasi pertama sejak tahun 2023. Nilai dana federal sekarang mencapai 4,00%, dan para partisipan pasar berekspektasi FOMC untuk memberikan setidaknya satu kali lagi pengetatan tahun ini. Eskalasi konflik militer AS-Iran yang dapat menaikkan harga minyak bumi dan inflasi semakin banyak, yang akan mendorong para pengambil kebijakan untuk melakukan atau bahkan semakin melakukan pengetatan tahun ini.
Pernyataan FOMC mendeskripsikan aktivitas perekonomian AS sebagai berkembang dengan pertumbuhan produktivitas yang kuat. Komite ini menyatakan bahwa kebijakan akan tetap suportif, dan mereka berencana kembali ke target 2%. Pasar menilainya dalam 70% probabilitas kenaikan suku bunga lain di bulan Oktober.
ECB menaikkan suku bunganya sebanyak 25 bps di bulan September. Menurut berbagai perkiraan, inflasi di Eurozone diekspektasi mencapai 3,0% di tahun 2026. Lagarde tidak berkomitmen lebih dulu terhadap arah suku bunga menyatakan bahwa keputusan lebih lanjut akan bergantung pada data dan diambil dalam pertemuan ke pertemuan.
Sehubungan dengan gambaran geopolitik, situasi di Timur Tengah masih belum terselesaikan, yang menambahkan premium geopolitik ke dalam nilai harga WTI. Tekanan inflasi diekspektasi tetap pada tempatnya hingga pertengahan awal tahun 2027. Bagaimanapun, sinyal mana pun terhadap deeskalasi dapat menghasilkan koreksi minyak bumi dan bahkan pembalikan arah tren.
Contents
EUR/USD: Kenaikan Suku Bunga ECB Hikes, Namun Petunjuk ke Depan Merupakan Variabel Sesungguhnya

Keputusan ECB mendukung Euro, walaupun pergerakan secara luas telah ‘price-in’ sebelumnya. Apa yang penting sekarang adalah petunjuk ke depan, dan penolakan Lagarde untuk memberikan sinyal gerakan selanjutnya telah menambahkan ketidakpastian, bukan kejelasan. Dewan Pengurus menekankan untuk “tidak berkomitmen lebih awal terhadap arah suku bunga tertentu.” Inflasi Eurozone di atas target memberikan lantai bagi mata uang ini namun pertukarannya antara lebih banyak pengetatan memberikan beban terhadap pertumbuhan dan rehat terlalu cepat membiarkan inflasi berjalan menjadikan arah jangka pendek tidak jelas.
Dari perspektif analisis teknikal, pasangan mata uang ini mengarah turun dengan menghasilkan nilai-nilai terendah barunya kepada pita bagian bawah indikator Bollinger Band. Para trader bisa mengecek level-level berikut:
Buy/Beli: 1,1380 Target: 1,1450 dan 1,1500
Sell/Jual: 1,1350 Target: 1,1300 dan 1,1280
GBP/USD: Jalur Kebijakan yang Berbeda

Pasangan mata uang ini terperangkap di antara dua dinamika yang berlawanan. Bank Sentral Inggris (BoE – Bank of England) menahan suku bunganya pada 3,75% untuk pertemuan keenam berturut-turut. Bagaimanapun, tiga anggota bank sentral ini memilih untuk menaikkan suku bunga. Dengan inflasi masih berada di atas target BoE, gerakan hawkish selanjutnya bisa jadi tak terelakkan. Gubernur Bailey menyatakan bahwa kejutan energi dari Timur Tengah telah membatasi dampak pada inflasi Inggris. Bagaimanapun, ia juga memperingatkan bahwa volatilitas yang lebih lama dapat menghasilkan kenaikan suku bunga lainnya. Inflasi Headline di Inggris naik ke 3,1% di bulan Agustus, digerakkan terutama oleh harga bahan bakar. Inflasi dapat berlanjut naik di Inggris dan mencapai 3,9% di kuartal pertama tahun 2027.
Dari perspektif analisis teknikal, pasangan mata uang ini diperdagangkan dengan bias arah turun, membentuk nilai-nilai terendah yang baru dan menguji pita bawah indikator Bollinger Band. Para trader dapat memantau level-level berikut:
Buy/Beli: 1,3260 Target: 1,3300 dan 1,3350
Sell/Jual: 1,3200 Target: 1,3140 dan 1,3100.
Minyak Mentah WTI: Premium Geopolitik Kembali

Minyak bumi kembali menarik perhatian. Ketegangan militer yang meningkat antara AS dan Iran menunjang harga energi tinggi, dengan kejutan energi berlanjut menghasilkan tekanan inflasi. Ini, pada akhirnya, menciptakan dukungan bagi WTI dan memberikan tekanan inflasi pada perekonomian maju dan berkembang. Pertanyaannya sekarang adalah apakah premium geopolitik dapat mempertahankan level-level sekarang atau pembukaan diplomatik akan memberikan tekanan terhadap minyak bumi dan menghasilkan penurunan yang cepat.
Dari perspektif analisis teknikal, minyak bumi diperdagangkan dekat dengan nilai-nilai tertinggi lokalnya namun masih di bawah 100. Para trader bisa memantau level-level berikut:
Buy/Beli: 96,90 Target: 98,00 dan 100,00
Sell/Jual: 94,00 Target: 92,00 dan 90,00
XAU/USD: Terperangkap di Tengah Baku Tembak

Dua kekuatan saat ini mempengaruhi harga emas. Pada satu sisi, krisis AS-Iran menunjang logam mulia ini, yang merupakan aset safe-haven. Bagaimanapun, fakta bahwa The Fed telah menaikkan suku bunga dan imbal hasil Treasury ada pada nilai tertingginya dalam bertahun-tahun memberikan tekanan terhadap emas. Arah sekarang bergantung pada apakah risiko geopolitik mendominasi secara dini atau apakah pasar telah sepenuhnya ‘price-in’ pada jalur pengetatan The Fed.
Dari sudut pandang analisis teknikal, emas diperdagangkan dekat pita bawah Bollinger menandai dominasi bear. Para trader bisa memantau level-level berikut:
Buy/Beli: 4.180 Target: 4.200 dan 4.240
Sell/Jual: 4.090 Target: 4.050 dan 4.020