22 Sep, 2026

Mulai Ulang Hawkish The Fed, ECB Mengikuti, Premium Hormuz Kembali

Binolla Blog Image - Mulai Ulang Hawkish The Fed, ECB Mengikuti, Premium Hormuz Kembali 1

Pasar global berjumpa pekan yang baru dengan cukup volatilitas setelah keputusan The Fed dan peristiwa-peristiwa geopolitik yang dapat membentuk jalan kepada tren masa depan. FOMC memberikan kenaikan suku bunga, yang merupakan gebrakan hawkish pertama sejak tahun 2023. Bank Sentral Eropa (ECB – European Central Bank) turut menaikkan suku bunganya, dan minyak mentah diperdagangkan dekat $100 karena eskalasi di Timur Tengah. Ada cukup banyak hal yang dapat menggerakkan harga, dan sekarang para trader harus memutuskan yang mana yang akan mendominasi price action.

The Fed hadir dengan keputusan bulat untuk mengangkat suku bunga dana federal ke 4,0%. Ini merupakan gerakan hawkish pertama oleh Kevin Warsh, Ketua The Fed yang baru setelah ia menggantikan Jerome Powell. Rangkuman Proyeksi Perekonomian mengirimkan pesan yang jelas kepada pasar. Komite dapat melanjutkan langkah-langkah pengetatannya hingga inflasi kembali ke level target.

Inflasi Core PCE direvisi naik ke 3,4% untuk tahun 2026, dan kebanyakan partisipan pasar berekspektasi FOMC akan kembali menaikkan suku bunganya di tahun ini. Warsh menyebutkan bahwa kondisi finansial saat ini tidaklah restriktif, dan kebanyakan anggota FOMC setuju dengannya.

Bank Sentral Eropa (ECB) membawa suku bunga ke 2,5% sebagaimana inflasi meningkat ke 3,3% tahun ini. Selain itu, ketegangan Timur Tengah dapat menyulut harga energi, yang dapat menyebabkan siklus inflasi lainnya.

Latar geopolitik masih menjadi kartu liar. Kekuatan AS berlanjut menyerang Iran, sementara Tehran mengancam untuk menyerang aset-aset AS di seantero Teluk. Selat Hormuz masih menjadi vektor risiko utama bagi harga minyak bumi.

EUR/USD: ECB Menaikkan Suku Bunga, namun Arahan Adalah Variabel Sesungguhnya

Binolla Blog Image - Mulai Ulang Hawkish The Fed, ECB Mengikuti, Premium Hormuz Kembali 3

Euro telah menemukan dukungan dari keputusan ECB, namun gerakan ini telah di-price in lebih dulu. Apa yang penting sekarang adalah arahan ke depan. Lagarde menolak untuk memberikan komentar lebih lanjut terhadap arah kebijakan moneter, yang menambah ketidakpastian namun memberikan tekanan terhadap Euro. Inflasi Eurozone masih di atas target, yang pada gilirannya, memberikan beberapa dukungan terhadap mata uang ini. Karenanya, ECB memiliki kalkulus yang sulit. Kenaikan suku bunga lebih lanjut dapat memberikan tekanan terhadap pertumbuhan ekonomi. Bagaimanapun, jika ECB berhenti terlalu cepat, inflasi dapat berlanjut meningkat.

Dari perspektif analisis teknikal, pasangan mata uang ini masih berada dalam rentang harga sempit antara dua pita Bollinger Band, menandai absennya arah tren yang jelas. Para trader bisa menggunakan poin-poin entri sebagai berikut:

Buy/Beli: 1,1470 Target: 1,1500 dan 1,1550

Sell/Jual: 1,1450 Target: 1,1400 dan 1,1380

GBP/USD: Arah Kebijakan yang Berbeda

Binolla Blog Image - Mulai Ulang Hawkish The Fed, ECB Mengikuti, Premium Hormuz Kembali 5

Pound Inggris terperangkap di antara dua dinamika. Pada satu sisi, Bank of England menahan suku bunga pada 3,75% selama enam pertemuan berturut. Bagaimanapun, voting terbelah 6-4 dalam hal mendukung untuk menahan, yang berarti bahwa keputusannya tidaklah bulat. Tiga anggota mendukung kenaikan suku bunga. Gubernur BoE Andrew Bailey menyebutkan bahwa jika konflik Iran berlanjut, maka kebijakan moneter kemungkinan harus kembali diperketat.

Dari perspektif analisis teknikal, GBP/USD diperdagangkan dekat dengan garis bagian dasar dari Bollinger Band dengan kemiringan menurun. Para trader bisa memantau entri-entri sebagai berikut:

Buy/Beli: 1,3380 Target: 1,3450 dan 1,3500

Sell/Jual: 1,3350 Target: 1,3300 dan 1,3280

Minyak Mentah WTI: Premium Geopolitik Kembali

Binolla Blog Image - Mulai Ulang Hawkish The Fed, ECB Mengikuti, Premium Hormuz Kembali 7

Minyak bumi kembali manggung. Ketegangan militer yang meningkat antara AS dan Iran menyebabkan WTI melampaui $100 untuk pertama kalinya sejak bulan Mei. Iran mengeluarkan peringatan bahwa infrastruktur energi Teluk, termasuk kepentingan-kepentingan AS, berada dalam risiko setelah Marinir AS menyerang tiga tanker minyak Iran, salah satunya dekat dengan Pulau Kharg.

Goldman Sachs telah meningkatkan prediksinya terhadap WTI dari $80 untuk Desember 2026, mengasumsikan bahwa keterlambatan pengiriman di Timur Tengah akan terus berlanjut hingga tahun 2026. Sekarang, pertanyaannya adalah apakah premium dapat menjaga harga lebih dari $100 atau jika ada pembukaan diplomatik dapat menyebabkan penurunan yang dramatis.

Dari perspektif analisis teknikal, minyak bumi diperdagangkan dekat dengan pita bawah indikator Bollinger Band. Para trader bisa mencari entri-entri sebagai berikut:

Buy/Beli: 94,80 Target: 96,00 dan 98,00

Sell/Jual: 93,20 Target: 91,00 dan 90,00

XAU/USD: Terjebak di Baku Tembak

Binolla Blog Image - Mulai Ulang Hawkish The Fed, ECB Mengikuti, Premium Hormuz Kembali 9

Dua kekuatan terlibat dalam tarik tambang terhadap emas. Krisis AS-Iran telah, di satu sisi, menyalakan kembali hasrat untuk safe haven. Sebaliknya, biaya kesempatan untuk memiliki emas meningkat sebagai hasil dari kenaikan The Fed, yang menggerakkan nilai Treasury ke rekor tertingginya dalam beberapa tahun (10 tahun menyentuh hampir 5%).

CPI bulan Agustus, yang sesuai dengan prediksi namun terkonfirmasi bahwa inflasi masih lengket, hadir pada 3,4% YoY. Apakah risiko geopolitik mendominasi lebih dulu atau apakah pasar telah price in sepenuhnya terhadap jalur pengetatan akan menentukan arah logam ini.

Dari perspektif analisis teknikal, emas diperdagangkan dekat dengan 4.300 dengan harga menguji garis Bollinger Band yang bawah. Para trader bisa memantau entri-entri sebagai berikut:

Buy/Beli: 4.330 Target: 4.360 dan 4.380

Sell/Jual: 4.310 Target: 4.290 dan 4.270

Penulis
Bagikan
Direkomendasikan
Anda berhasil berlangganan ke newsletter