Jurnal Trading dalam Opsi Biner: Bagaimana Sebuah Kebiasaan Bisa Mengubah Segalanya

Memiliki strategi trading yang baik merupakan apa yang membuat perbedaan antara trader pemula dan yang punya keahlian trading. Bagaimanapun, para profesional melampaui analisis teknikal. Mereka menggunakan jurnal-jurnal tertulis dan terstruktur rapi yang mencatat setiap transaksi dan keputusan sehingga mereka bisa menganalisisnya setelah sebuah rentetan transaksi. Dengan membaca lebih lanjut, Anda akan mempelajari lebih banyak tentang jurnal trading, bagaimana cara mencatatnya, dan kenapa para profesional menggunakannya.
Contents
- 0.1 Kenapa Menggunakan Jurnal Trading
- 0.2 Apa Itu Jurnal Trading
- 0.3 Mulai Gunakan Jurnal Trading
- 0.4 Nilai Psikologis Mencatat Segala Hal
- 0.5 Apa yang Dicatat
- 0.6 Layout Jurnal Sungguhan
- 0.7 Di Mana Menyimpan Jurnal Trading
- 0.8 Berapa Sering Meninjau Ulang Perjalanan Trading Anda
- 0.9 Kesalahan-kesalahan Umum Ketika Memulai Sebuah Jurnal
- 0.10 Membangun Kebiasaan
- 0.11 Kesimpulan
- 1 FAQ / Pertanyaan Umum
- 1.0.1 Apakah saya benar-benar perlu jurnal trading jika saya hanya trading beberapa kali seminggu?
- 1.0.2 Apa perbedaan antara jurnal trading dan log trading?
- 1.0.3 Berapa lama harus saya simpan jurnal trading sebelum mengharapkan hasil?
- 1.0.4 Haruskah saya mencatat jurnal trading yang menang termasuk yang kalah?
- 1.0.5 Bagaimana jika saya tidak tahu apa yang dicatat dalam isian keadaan emosional?
- 1.0.6 Bisakah saya simpan jurnal trading dalam spreadsheet, atau haruskah dalam bentuk tulisan tangan?
Kenapa Menggunakan Jurnal Trading
Kebanyakan pemula berpikir membuat catatan daripada tipe ini adalah buang-buang waktu. Mereka melihat statistik trading mereka dan mereka pikir cukup untuk analisis. Bagaimanapun, kebenarannya adalah angka-angka itu diam. Mereka menyatakan pada Anda hanya berapa banyak yang Anda peroleh atau hilang pada periode yang spesifik. Sebuah jurnal trading melampaui hal ini.
Daya ingat manusia tidak bekerja seperti perekam video. Kita mengingat kembali peristiwa-peristiwa yang lalu dalam cara berbeda. Misalnya, sebuah transaksi yang Anda ingat dari Jumat lalu bukanlah rekaman yang persis sama. Itu merupakan cerita yang dibangun pikiran Anda di sekeliling apa yang terjadi. Anda harus juga ingat bahwa rekonstruksi ini adalah bias dalam trading. Anda ingat trading yang menang dalam cara yang lebih jelas.
Anda mengatribusikan semuanya kepada keahlian (dan tidak semua transaksi Anda memberitahukan Anda tentang keahlian lho!). Sehubungan dengan kerugian atau kehilangan, para trader sering menyalahkan faktor-faktor eksternal, seperti berita buruk atau sekadar kesialan. Cara ini, mereka terus menggunakan pendekatan yang sama, dan hasilnya tidak semakin baik seiring waktu.
Apa yang diberikan jurnal trading kepada Anda merupakan pendekatan yang sepenuhnya berbeda. Bersamaan dengan hasil-hasil ini, Anda mendeskripsikan adanya alasan pada tiap transaksi, dan Anda bahkan bisa menambahkan dampak emosional di sana sehingga Anda bisa menganalisisnya di masa yang akan datang dan melihat berapa banyak posisi trading dibuka ketika kondisi pasar cocok dan berapa banyak posisi yang Anda buka yang digerakkan oleh emosi.
Dengan menambahkan catatan ke jurnal, Anda bisa mengungkap aspek-aspek berikut:
- Overtrading / trading yang kebablasan. Anda bisa melihat apakah Anda membuka lebih banyak posisi trading hanya karena Anda yakin bahwa tingkat kemenangan Anda lebih tinggi dari yang sesungguhnya.
- Manajemen risiko yang tidak konsisten. Ketika Anda trading tanpa menulis catatan hasil Anda, Anda tidak melihat berapa sering Anda melanggar aturan Anda sendiri.
- Kesalahan yang berulang. Dengan membuat catatan dalam jurnal, Anda bisa menemukan beberapa pola berulang yang mencegah Anda untuk menjadi trader yang lebih baik.
- Kepercayaan diri palsu. Sebuah jurnal akan memungkinkan Anda melihat gambaran penuh, karena catatan mental Anda hanya berisikan kemenangan Anda, dan Anda berupaya menghapus semua kenangan buruk.
Apa Itu Jurnal Trading
Kami telah menyebutkan bahwa banyak trader berpikir mereka telah menyimpan jurnal trading ketika mereka trading, karena semua hasil mereka bisa ditemukan pada platform. Anda bisa melihat profit dan kerugian Anda di sana dan bahkan melihat P&L Anda. Bagaimanapun, itu tidak cukup untuk analisis pribadi yang dalam. Sebuah log P&L hanya memberikan Anda pandangan apakah Anda menghasilkan uang atau tidak. Ini bermanfaat untuk analisis cepat, namun jika Anda ingin memperbaiki sistem trading Anda, Anda memerlukan sesuatu yang lebih informatif.
Jurnal trading sungguhan merupakan catatan yang bersifat perilaku. Ini menangkap konteks penuh setiap trading, termasuk apa yang Anda lihat, apa yang Anda putuskan, kenapa Anda mengambil keputusan ini, apa yang Anda rasakan, dan apa yang terjadi. Ini juga memungkinkan Anda melihat berapa banyak kali Anda mengikuti aturan-aturan Anda.
Nilai Psikologis Mencatat Segala Hal
Terlepas dari sekadar memberikan Anda gambaran yang lebih mendetail daripada rutinitas trading Anda, sebuah jurnal trading sangat bernilai tinggi secara psikologis. Tindakan mencatat itu sendiri memberikan Anda kejelasan. Ketika Anda masuk trading hanya karena Anda merasa bahwa itu harusnya akan naik, dan kemudian ketika Anda mencatatnya, membacanya di masa depan, dan berupaya memahami, Anda akan melihat betapa absurdnya hal ini. Dengan cara ini, Anda akan mempelajari cara menghindari entri seperti “saya pikir mestinya ini naik” dan menemukan alasan sesungguhnya untuk masuk ke pasar.
Jika Anda menemukan bahwa separuh transaksi Anda dibuka hanya karena Anda pikir harganya akan bergerak sesuai arah Anda, maka Anda menemukan alasan untuk menjadi tertahan di sekitar 0. Sebuah jurnal trading semestinya akan membantu Anda mematahkan kebiasaan ini, namun Anda harus menjaganya dengan sepantasnya.
Apa yang Dicatat
Bagian penting selanjutnya adalah apa yang dicatat dalam jurnal trading. Ini adalah pribadi dan bergantung pada apa yang Anda ingin lihat nanti, namun kami menyarankan beberapa poin yang direkomendasikan untuk catatan semacam itu:
- Tanggal dan waktu entri. Meskipun tampaknya sudah jelas dan secara garis besar non-informatif, sekadar mengetahui kapan Anda masuk, Anda mungkin menemukan beberapa pola berguna di sana. Jika kebanyakan trading gagal Anda dibuka selama sesi spesifik atau sesi yang beririsan, Anda mungkin ingin mengubah jadwal trading Anda.
- Arah dan jumlah trading. Jumlah trading akan membantu Anda melihat apakah Anda mengikuti aturan-aturan manajemen uang Anda sendiri. Jika Anda cenderung position-sizing, maka di sana semestinya ada alasan untuk itu (Anda telah menumbuhkan saldo Anda dan Anda bisa mampu untuk posisi yang lebih besar). Jika tidak, maka ini merupakan indikator yang bagus untuk menjadi lebih konservatif dalam trading Anda.
- Deskripsi setelan. Ini merupakan jantung hati daripada jurnal Anda. Anda bisa menambahkan di sini sesuatu seperti hammer di support dengan RSI meninggalkan area jenuh jual, atau harga memantul dari garis Bollinger Band dengan sebuah bearish engulfing. Buat ini singkat dan jelas.
- Level emosional. Jika setelah suatu transaksi Anda melihat bahwa di sana ada sedikit hingga nol alasan untuk membeli sebuah kontrak, Anda hanya ingin memenangkan kembali dan gagal menahan balik, maka Anda bisa menambahkan 5 di sana (dampak emosional tertinggi). Jika, sebaliknya, Anda trading suatu pola dan dampak emosional Anda rendah, maka Anda bisa menambahkan 0 atau 1. FOMO juga layak mendapat 5. Ketika Anda lompat ke pasar pada momentum harga yang signifikan karena Anda hanya takut bahwa Anda akan kehilangan pergerakannya, maka ini merupakan trading murni emosional.
- Aturan dan hasil. Kolom selanjutnya bisa berisikan informasi apakah Anda mengikuti aturan-aturan Anda (hanya ya atau tidak) dan hasil dari trading sehingga Anda bisa menyaringnya di masa depan.
Ingat bahwa bahkan trading yang menang bisa menjadi yang buruk, dan tidak semua trading yang gagal merupakan yang buruk. Jika sebuah transaksi didasarkan pada keberuntungan dan Anda mendapatkan profit darinya, ini merupakan trading yang buruk, karena pada waktu selanjutnya, Anda dapat kehilangan uang dalam situasi semacam ini. Trading yang gagal di mana Anda tidak bisa menyalahkan diri sendiri (dibuka dengan dampak emosional rendah, menurut pola Anda, dan Anda mengikuti semua aturan Anda) dapat menjadikan Anda merasa jelek, namun Anda tidak akan pernah menghasilkan 100% trading yang profit.
Layout Jurnal Sungguhan
Jika Anda masih belum punya ide tentang bagaimana memulai perjalanan trading Anda, berikut layout sederhana. Anda tidak harus perlu mengikutinya secara ketat/ Anda bisa menambahkan ide-ide Anda sendiri di sana. Namun di bawah Anda akan menemukan dasar-dasar yang akan menjadi sangat bermanfaat bagi pemula.
| Tanggal | Aset | Setelan | Dampak Emosional | Aturan | Hasil |
| 12/03 | EUR/USD | Memantul dari low (nilai terendah) | 2 | Ya | Menang |
| 12/03 | GBP/USD | Tidak ada bentuk yang jelas | 4 | Tidak | Kalah |
| 12/03 | USD/JPY | Penarikan kembali tren | 1 | Ya | Menang |
| 13/03 | EUR/USD | Trading balas dendam | 5 | Tidak | Kalah |
| 13/03 | AUD/USD | Level + momentum | 2 | Ya | Kalah |
Di Mana Menyimpan Jurnal Trading
Ada beberapa cara menyimpan jurnal trading. Pilihannya tergantung pada arus kerja Anda, anggaran, dan berapa banyak struktur yang Anda butuhkan. Berikut beberapa opsi paling populer:
- Spreadsheet. Ini merupakan salah satu pilihan paling populer di kalangan trader ritel, karena fleksibel, murah, dan bisa dikustomisasi. Anda bisa menambahkan kolom untuk entri, keluar, ukuran posisi, dan lainnya.
- Piranti lunak terdedikasi. Edgework, Tradervue, dan TraderSync termasuk dalam pilihan paling populer bagi para trader. Banyak di antaranya membuat otomatis analitik performa. Bagaimanapun, kebanyakan layanan ini berjalan dengan subskripsi bulanan.
- Buku catatan fisik. Anda bisa sekadar menambahkan semua hasil Anda dengan tangan. Limitasinya di sini jelas: Anda tidak bisa membuat filter atau otomatisasi kalkulasi.
Berapa Sering Meninjau Ulang Perjalanan Trading Anda
Jika Anda trading opsi biner, direkomendasikan untuk meninjau ulang jurnal Anda setelah sesi trading berakhir. Misalnya, Anda membuka 10 posisi trading per hari. Jadi, Anda bisa hanya duduk tenang setelah trading ke-10 ditutup dan menyelami analisisnya. Perhatikan apa yang telah dilakukan dan apa yang harus diperbaiki.
Tonggak pencapaian selanjutnya adalah akhir dari suatu pekan. Anda akan melihat gambaran yang lebih jelas dan apakah Anda telah memperbaiki metode Anda setelah tinjauan ulang harian. Jika Anda melihat beberapa perbaikan, maka Anda berada pada jalan yang benar. Jika tidak, pikirkan tentang apa yang masih Anda perlu lakukan untuk menghindari kesalahan-kesalahan Anda.
Tinjauan ulang bulanan merupakan tonggak pencapaian penting lainnya dengan gambar yang lebih besar lagi. Anda akan melihat bulan per bulan apakah Anda mengarah pada arah yang benar dan apa yang harus diperbaiki. Ini merupakan tonggak pencapaian strategis yang akan membantu Anda menyesuaikan pendekatan trading Anda dari perspektif jangka panjang.
Kesalahan-kesalahan Umum Ketika Memulai Sebuah Jurnal

Ketika Anda memulai sebuah jurnal baru, Anda harus menghindari beberapa kesalahan yang umum. Berikut beberapa rekomendasi tentang apa yang tidak seharusnya Anda lakukan ketika Anda menyimpan catatan-catatan perdana Anda:
- Kebanyakan isian. Ketika Anda membuat 15-20 isian, tampaknya masuk akal pada awalnya, namun setelah seminggu, prosesnya akan terasa seperti beban, dan Anda akan dengan cepat berhenti. Mulai dengan 6-8 isian dan tambahkan apa yang memang penting. Tambahkan lebih banyak hanya jika diperlukan.
- Mencatat jurnal hanya trading yang gagal. Ini mungkin tampak masuk akal, namun mencatat hanya trading yang gagal dapat menciptakan konsep yang salah. Tidak semua trading menang Anda akan cukup baik. Semuanya itu juga bisa digerakkan oleh emosi atau FOMO. Jadi, dengan menambahkannya, Anda akan bisa melihat berapa banyak trading emosional yang telah Anda buka terlepas pada hasilnya.
- Catatan samar-samar. Jangan hanya menambahkan sesuatu seperti “trading jelek” atau definisi samar lainnya. Jika itu merupakan trading jelek, maka deskripsikan di mana Anda membuat kesalahan. Lebih baik menyebutkan bahwa Anda gagal karena Anda masuk sebelum pola hammer terkonfirmasi atau bahkan muncul ketika Anda masuk di tengah-tengah batang kandil.
- Tidak menjadwalkan tinjauan ulang. Jika Anda hanya menyimpan jurnal trading karena yang lain melakukannya, maka pendekatan ini adalah percuma. Anda melakukannya karena tujuan penting untuk bisa meninjau ulang trading Anda di masa depan. Jadi, menjadwalkan tinjauan ulang jurnal di muka dan melakukannya ketika diperlukan.
Membangun Kebiasaan
Jurnal trading yang baik akan membantu Anda membangun kebiasaan trading yang baik. Anda bisa memulainya dalam spreadsheet hanya dengan lima isian paling penting. Alat-alat bahkan kurang begitu penting dibandingkan konsistensi.
Tempelkan pencatatan jurnal ke dalam rutinitas trading Anda dan jangan pernah ketinggalan mencatat. Omong-omong, dengan melakukannya, Anda akan membuat lebih banyak keputusan yang masuk akal di masa depan. Setelah Anda menutup suatu posisi, Anda pergi ke jurnal Anda dan catat semua yang Anda butuhkan. Hal ini akan melindungi Anda untuk melakukan keputusan impulsif selanjutnya. Akan akan kembali trading dengan kepala jernih dan akan bisa melakukan analisis yang layak. Tidak ada lagi trading spontan!
Kesimpulan
Apa selanjutnya? Sekarang Anda mengetahui lebih banyak tentang jurnal trading dan kenapa Anda harus mulai menjaganya, Anda bisa hanya membuat satu dalam spreadsheet dan menambahkan lima-enam kolom perdana di sana. Setelah Anda menyelesaikan posisi trading selanjutnya, Anda bisa mencatat dalam jurnal dengan cara yang layak dan analisis semua trading Anda di akhir hari. Anda akan melihat berapa lebih informatifnya pendekatan Anda dalam seminggu. Kebiasaan ini akan mengubah Anda dari trader pemula menjadi profesional sesungguhnya.
FAQ / Pertanyaan Umum

Apakah saya benar-benar perlu jurnal trading jika saya hanya trading beberapa kali seminggu?
Ya. nilai daripada jurnal tidak tergantung pada frekuensi trading. Lima trading seminggu akan menjadi dua ratus dan lima puluh trading setahun, lebih dari cukup data untuk mengungkap pola, bias, dan kesalahan yang berulang. Semakin jarang Anda trading, semakin baik. Setiap trading lebih berbobot dan layak mendapat refleksi lebih.
Apa perbedaan antara jurnal trading dan log trading?
Sebuah log trading mencatat apa yang terjadi, termasuk tanggal, jumlah investasi, dan keluaran. Ini adalah apa yang bisa Anda temukan dalam setiap platform trading dalam bagian riwayat trading. Sehubungan dengan jurnal trading, di sini Anda mencatat tidak hanya hasilnya, namun apa yang menggerakkan setiap trading sehingga Anda bisa mengeceknya nanti dan mengungkap poin-poin lemah Anda dalam trading.
Berapa lama harus saya simpan jurnal trading sebelum mengharapkan hasil?
Hasil berarti pertama kalinya muncul setelah 50 trading. Pada seratus trading data menjadi lebih bisa diandalkan. Di sini Anda bisa melihat kekuatan dan kelemahan. Hasil sungguhan pertama akan muncul setelah dua hingga empat minggu.
Haruskah saya mencatat jurnal trading yang menang termasuk yang kalah?
Ya, Anda harus mencatat jurnal semua trading yang Anda lakukan, termasuk yang menang. Dengan melakukan ini, Anda akan memiliki gambaran lengkap metode trading Anda, dan Anda akan melihat apa yang bisa diperbaiki.
Bagaimana jika saya tidak tahu apa yang dicatat dalam isian keadaan emosional?
Anda bisa cukup mengevaluasi keadaan emosional Anda dengan mencatat nilai-nilai dari 0 hingga 5, misalnya. Jika Anda menaruh 0, maka trading Anda bebas emosi dan Anda bertindak sesuai strategi Anda, sementara 5 berarti trading Anda sepenuhnya dikendalikan emosi; misalnya, Anda hanya lompat karena Anda melihat gerakan naik dan Anda takut ketinggalan kesempatan ini.
Bisakah saya simpan jurnal trading dalam spreadsheet, atau haruskah dalam bentuk tulisan tangan?
Anda bisa menggunakan aplikasi apa pun atau bahkan kertas untuk membuat jurnal trading. Permasalahannya adalah bahwa jurnal bernilai ketika Anda menambahkan informasi bernilai di sana. Pilihan terbaik merupakan yang akan mempertahankan konsistensi.
