Pasar Mengarungi Reset yang Rapuh

Pasar finansial memasuki bulan November dengan pergeseran sentimen yang signifikan sebagaimana para trader dan investor menilai ulang berbagai ekspektasi kebijakan moneter dan kemungkinan deeskalasi di Timur Tengah. Bank-bank sentral besar mempertahankan kebijakan dari pertemuannya yang terakhir. Sementara itu, harga minyak bumi masih menunjang berbagai ekspektasi inflasi dan menciptakan risiko baru bagi mata uang, komoditas, dan logam mulia.
The Fed memutuskan untuk tidak melakukan perubahan dalam kebijakan suku bunganya yang sekarang pada tanggal 28 Oktober. Keputusan ini merefleksikan strategi FOMC saat ini untuk mengumpulkan lebih banyak bukti bahwa inflasi akan semakin meningkat sebelum kembali menaikkan suku bunga. Menurut Ketua The Fed Kevin Warsh, perekonomian Amerika membuktikan kekuatannya, namun para pengambil kebijakan menekankan pentingnya membawa inflasi ke level-level targetnya. Para investor masih mengantisipasi kenaikan suku bunga lain di tahun ini, yang akan berlangsung di bulan Desember. Bagaimanapun, penentuan waktu tepatnya akan tergantung pada kondisi perekonomian.
Sehubungan dengan Eropa, ECB (Bank Sentral Eropa) mempertahankan tingkat suku bunga kuncinya pada 2,5%. Para pengambil kebijakan mengakui harga-harga yang naik dan berbagai permasalahan pada pertumbuhan ekonomi. Inggris menghadapi permasalahan yang mirip, dan Bank of England (Bank Sentral Inggris) akan mempertimbangkan tantangan-tantangan ini ketika membuat kebijakan terhadap tingkat suku bunganya dalam pertemuan yang akan datang, yang akan berlangsung di minggu ini.
Situasi geopolitik masih tegang sebagaimana tantangan besar lain diperkenalkan ke dalam ekspektasi pasar yang ada. Harga minyak bumi tercebur sebagaimana berbagai negosiasi antara Iran dan mediator-mediatornya meningkatkan harapan untuk perkembangan diplomatik. Bagaimanapun, menurut berbagai pemberitaan terkini, aktivitas militer dekat Selat Hormuz berlanjut, yang berarti bahwa situasinya masih rapuh.
Contents
EUR/USD: Kehati-hatian ECB Bertemu Dolar yang Lebih Lunak

Pasangan mata uang ini masih di bawah 1,1200 akibat adanya carry trader dan imbal hasil Treasury AS yang lebih tinggi. Para trader dan investor mengevaluasi hasil-hasil dari pertemuan ECB terkini sebagaimana para pengambil kebijakan memutuskan untuk tidak melakukan perubahan dalam kebijakan moneter. Bank Sentral Eropa diremas di antara inflasi yang lebih tinggi dan pertumbuhan perekonomian yang lebih lemah, dan mereka perlu mencari keseimbangannya. Keputusan-keputusan di waktu yang akan datang akan dibuat dengan menganalisis kombinasi nilai-nilai inflasi dan pertumbuhan ekonomi. Pada sisi Dolar AS, kelemahan DXY baru-baru ini dapat menunjang EUR/USD, namun inflasi di Amerika Serikat masih di atas level target, dan berbagai ekspektasi kenaikan suku bunga lainnya dapat membawa USD semakin tinggi, yang akan memberikan tekanan terhadap EUR/USD.
Buy/Beli: 1,1200 Target: 1,1250 dan 1,1300
Sell/Jual: 1,1180 Target: 1,1120 dan 1,1100
GBP/USD: Bank Sentral Inggris Menghadapi Keputusan November yang Krusial

Pasangan mata uang ini memasuki pekan penting menjelang pertemuan Bank Sentral Inggris (BoE = Bank of England). Para trader dan investor tidak berekspektasi bank sentral ini melakukan penyesuaian apa pun dalam kebijakan moneternya yang sekarang, namun tekanan inflasi yang persisten dan tingginya biaya energi meningkatkan berbagai ekspektasi bahwa bank sentral ini dapat meningkatkan suku bunganya kembali di tahun ini. Berbagai ekspektasi pasar baru-baru ini mengindikasikan bahwa para representasi BoE dapat meningkatkan suku bunganya bahkan dalam pertemuan yang akan datang, namun mereka cenderung mematahkan berbagai asumsi tentang siklus pengetatan yang diperpanjang.
Buy/Beli: 1,3430 Target: 1,3500 dan 1,3550
Sell/Jual: 1,3400 Target: 1,3350 dan 1,3300
Minyak Mentah WTI: Pembicaraan Damai Memicu Pembalikan Arah Pasar yang Tajam

Minyak mentah menurun signifikan di awal bulan November seiring pembicaraan damai yang baru memberikan harapan bahwa konflik di Timur Tengah dapat diselesaikan. Hal ini, pada akhirnya, akan membawa kembali volume minyak bumi yang dibutuhkan ke pasar global. Penjualan besar-besaran merefleksikan penilaian kembali risiko geopolitik. Bagi pasar energi, karena dapat mendukung perbaikan kondisi pengapalan dan memulihkan akses ke logistik yang terdisrupsi. Bagaimanapun, situasinya masih kompleks. Menurut laporan-laporan terkini, aktivitas militer di wilayah ini berlanjut terlepas dari adanya pembicaraan damai. OPEC+ juga telah memutuskan untuk mempertahankan target produksi bulan Desembernya, meninggalkan pasar secara sebagian sensitif terhadap perkembangan di Timur Tengah. Prospek ke depan WTI akan tergantung pada apakah negosiasi diplomatik menghasilkan perbaikan yang dapat terukur dalam keamanan pengapalan dan volume ekspor. Negosiasi yang berhasil dapat mengurangi premium geopolitik, sementara serangan-serangan yang diperbarui atau disrupsi yang diperpanjang dapat secara cepat mengembalikan tekanan arah atas pada harga.
Buy/Beli: 99,50 Target: 101,00 dan 103,00
Sell/Jual: 99,00 Target: 98,00 dan 97,00
XAU/USD: Emas Mencari Arah Setelah The Fed

Emas memasuki bulan baru menghadapi pengaruh-pengaruh dari kebijakan moneter dan ketidakpastian geopolitik. Logam mulia ini pulih sekitar 2% di tanggal 2 November, namun kemudian kembali tercebur setelah pasar bersiap menghadapi kemungkinan deeskalasi di Timur Tengah. Bagaimanapun, pemulihan lebih lanjut apa pun akan tetap rapuh sebagaimana para trader dan investor akan mengevaluasi langkah-langkah selanjutnya dari The Fed.
Buy/Beli 3.920 Target: 3.960 dan 3.980
Sell/Jual: 3.900 Target: 3.880 dan 3.860