16 Jun, 2026

Kelegaan Luar Biasa: Gencatan Senjata Mencabut Sengatan dari Minyak Bumi, The Fed Tetap Sesuai Jalur

Binolla Blog Image - Kelegaan Luar Biasa: Gencatan Senjata Mencabut Sengatan dari Minyak Bumi, The Fed Tetap Sesuai Jalur 1

Pekan yang baru dimulai dengan pergeseran sentimen yang signifikan pada garda depan geopolitik. AS dan Iran telah mencapai kesepakatan awal yang semestinya akan mengakhiri konflik. Menurut Presiden AS, salah satu poin kunci kesepakatan ini adalah pembukaan kembali Selat Hormuz, yang merupakan jalur urat nadi kritis untuk transportasi minyak bumi. Penandatanganan dijadwalkan pada hari Jumat di Swiss.

Pasar bereaksi seketika dengan WTI tercebut hampir 5%. Para trader dan investor melepaskan penat dari premium geopolitik yang telah ditambahkan pada nilai harganya selama lebih dari tiga bulan. Bagaimanapun, menurut para analis, pembukaan kembali bukanlah permasalahan utama saat ini. Program nuklir Iran masih menjadi subjek negosiasi, dan Israel akan melanjutkan aktivitasnya melawan Hezbollah.

Walaupun risiko-risiko geopolitik mereda, pasar sekarang mengalihkan perhatiannya kepada data makroekonomi dan inflasi. Menurut rilis-rilis data terkini, harga konsumen AS mencapai 4,2% Yoy di bulan Mei, yang jauh di atas prediksi The Fed, dan inflasi Inggris mendekati 3%, juga di luar kisaran nyaman bagi Bank of England. The Fed akan menyelenggarakan pertemuan di pekan ini, dengan Kevin Walsh mengambil alih kemudi sebagai Ketua yang baru. Menurut berbagai ekspektasi pasar, The Fed cenderung akan menaikkan suku bunga satu kali pada Desember 2026.

EUR/USD: Dolar Menanti Sinyal The Fed

Pasangan mata uang ini masih diremas-remas antara tekanan geopolitik dan harga minyak bumi yang lebih rendah. EUR didukung oleh pergeseran sentimen pasar, namun gambaran fundamental yang lebih luas masih lebih menguntungkan Dolar AS. Pasar tenaga kerja AS menunjukkan kekuatan, dengan guncangan stagflasi di Eurozone lebih kuat memukul daripada AS. Risiko-risiko daripada eskalasi yang diperbarui di Timur Tengah masih bertahan, yang mana merupakan faktor lain yang dapat memberikan tekanan kepada pasangan mata uang ini. Oleh karena itu, jalannya masih menurun dalam kedua kasus tersebut.

Dari pandangan analisis teknikal, EUR/USD sedang berupaya menjebol ke atas 1,1600 di tengah-tengah deeskalasi di Timur Tengah, namun pertumbuhan lebih lanjutnya dibatasi oleh geopolitik dan makroekonomi. Para trader bisa bertransaksi jual di bawah garis tengah indikator Bollinger Bands menargetkan 1,1510 dan 1,1450. Ke arah naik, para trader bisa bertransaksi beli di atas 1,1600 menargetkan 1,1650 dan 1,1700.

GBP/USD: Sikap Hawkish Sendirian BoE Menghadapi Gelombang Pasang Dovish

Pound menjumpai dirinya dalam posisi unik di antara berbagai mata uang mayor lainnya. Bank of England masih bersikap hawkish, dengan salah satu anggotanya memilih suku bunga 4% dalam pertemuan terakhir. Hal ini membantu pasangan mata uang ini untuk menghalangi tekanan Dolar. Bagaimanapun, ketahanan ini semakin rapuh seiring dengan risiko babak perseteruan lain dan data perekonomian Inggris yang mengecewakan memberikan tekanan terhadap Pound.

Dari sudut pandang analisis teknikal, pasangan mata uang ini berupaya bertahan di atas 1,3400 dan bahkan bergerak semakin tinggi, namun kekuatan Dolar merupakan angin dari belakang untuk kenaikan lebih lanjut yang mungkin terjadi. Para penjual bisa melangkah masuk di bawah 1,3400, menargetkan 1,3300. Para pembeli bisa masuk di atas 1,3420, menargetkan 1,3500.

Minyak Mentah WTI: Blokade Usai, Namun Rasa Mabuknya Masih

Harapan-harapan pembukaan kembali Selat Hormuz memberikan tekanan terhadap WTI dan Brent seiring premium geopolitik melunak. WTI kehilangan hampir 5% dan diperdagangkan mendekati $80 per barel, sebuah level yang belum pernah terlihat sejak Maret 2026. Premium blokade dengan cepat menguap. Menurut IEA, rantai pasok normal bisa dipulihkan dalam waktu dua minggu. Keputusan OPEC+ untuk meningkatkan pasokan memberikan tekanan tambahan. Bagaimanapun, ketidakpastian masih memberikan dukungan terhadap harga minyak bumi.

Dari perspektif analisis teknikal, WTI diperdagangkan di bawah $80 dan tekanannya masih jauh dari melemah. Para pembeli bisa mencoba masuk, namun para penjual sekarang sedang mengendalikan dan harganya dapat mencapai $75 dan bahkan $73 dalam jangka waktu dekat.

Emas: Puncak Frustrasi Trading

Emas terjebak di antara sikap hawkish The Fed dan risiko-risiko geopolitik. Ketegangan Israel-Hezbollah masih aktif, dan periode negosiasi antara AS dan Iran dapat berakhir sia-sia dan menaruh babak lain perseteruan. Imbal hasil pada Obligasi 10-tahun mendukung permintaan yang lebih kuat bagi Dolar AS, yang merupakan faktor lain yang memberikan tekanan terhadap logam mulia ini.

Dari pandangan analisis teknikal, emas diperdagangkan persis di bawah 4.350. Kenaikan mungkin terjadi jika level resistance tertembus. XAU/USD dapat mencapai 4.370 dan 4.400 dalam hal ini. Ke arah turun, para trader bisa bertransaksi jual di bawah 4.330, menargetkan 4.300 dan 4.280.

Penulis
Bagikan
Direkomendasikan
Anda berhasil berlangganan ke newsletter