Gencatan Senjata yang Gagal: Minyak Bumi Bertahan, The Fed Tetap Kokoh dengan Hawkish

Pekan yang baru ditandai oleh eskalasi baru di Timur Tengah dan saling tukar menukar serangan antara AS dan Iran. Tehran meluncurkan drone-drone menuju Bahrain dan Kuwait, rumah bagi aset militer Armada Kelima. Selat Hormuz masih ditutup, dan tanker-tanker dialihkan. Hal ini menjadikan blokade premium sebagai sebaris bagian dalam setiap kontrak energi. Walaupun Presiden AS mengumumkan kesepakatan yang sedang mendekat, pasar finansial menilainya dalam harga pada eskalasi lebih lanjut.
Di Amerika Serikat, data pasar tenaga kerja terkini menunjukkan peningkatan tajam dalam lapangan kerja baru di bulan Mei, dengan 172.000 posisi tercipta dalam sektor non pertanian. Data April direvisi dengan kenaikan, yang juga mendukung Dolar AS seiring The Fed cenderung tidak menurunkan suku bunganya tahun ini, dan sekitar 70% partisipan pasar berekspektasi bahwa bank sentral ini akan menaikkan suku bunga setidaknya 25 bps pda Desember 2026. Konfrontasi antara Donald Trump dan Kevin Walsh (yang baru-baru ini diumumkan sebagai Kepala The Fed yang baru) dapat memberikan cukup tekanan terhadap Dolar, namun secara umum, mata uang hijau ini sekarang menikmati permintaan pasar.
Situasi di China, sementara itu, masih stabil. Data impor bulan Mei kembali mengejutkan dan PPI terakselerasi menjadi 3,5% YoY, yang merupakan level tertinggi sejak pertengahan 2024. Pertanyaannya adalah apakah Beijing bisa mengatasi harga minyak bumi yang lebih tinggi dan Fed yang hawkish. Sejauh ini, situasi tampaknya bisa dikendalikan.
Contents
EUR/USD: Permainan Dolar untuk Kalah

Pasangan mata uang ini sedang dikocok-kocok oleh faktor-faktor geopolitik dan ekonomi. Ketegangan yang sedang berlangsung di Timur Tengah menyediakan dukungan bagi Dolar AS, sementara sikap dovish ECB memberikan tekanan terhadap Euro. Pendirian The Fed yang hawkish memberikan tambahan permintaan pasar bagi mata uang AS ini sebagaimana The Fed cenderung untuk menaikkan suku bunganya tahun ini. Dalam situasi ini, prediksi-prediksi jangka pendek dan bahkan jangka menengah menunjukkan bahwa pasangan mata uang ini dapat melanjutkan penurunannya kecual harga energi menusuk keras dan membuat ECB memikirkan kembali kebijakannya.
Dari perspektif analisis teknikal, pasangan mata uang ini bergerak semakin tinggi pada hari Selasa, namun ini merupakan gerakan naik yang sementara, yang dapat berakhir dengan penurunan yang kuat. Pasangan mata uang ini diperdagangkan dekat dengan pita atas indikator Bollinger Band. Para pembeli bisa masuk di atas 1,1580, menargetkan 1,1650 dan 1.1700, sementara para penjual dapat membuat pesanan di bawah 1,1540, menargetkan 1,1500 dan 1,1450.
GBP/USD: Hawkish Bank Sentral Inggris yang Sendirian

Bank sentral Inggris, BoE, merupakan satu-satunya bank sentral besar Eropa yang memilih suku bunga yang lebih tinggi. Satu anggota menginginkan 4% dalam pertemuan terakhir, dan pasar masih mempertimbangkan proposal ini. Inilah yang menahan pasangan mata uang ini bergerak turun tajam mengikuti EUR/USD. Bagaimanapun, jika sentimen risiko memburuk, Pound tidak akan bisa menahan tekanan. Status safe-haven Dolar akan mendominasi.
Dari perspektif analisis teknikal, pasangan mata uang ini diperdagangkan dekat dengan pita atas indikator Bollinger Band, namun pergerakan naik dibatasi oleh makroekonomi dan geopolitik. Para pembeli bisa masuk di atas 1,3410, menargetkan 1,3450 dan 1,3500. Para penjual bisa melangkah masuk di bawah 1,3390, menargetkan 1,3300.
Minyak Mentah WTI: Blokadenya Sungguhan, Demikian Pula Langit-langitnya

Minyak bumi diperdagangkan dekat $100 di tengah-tengah ketegangan yang sedang berlangsung di Timur Tengah. Eskalasi konflik antara AS dan Iran dapat menjadikan harga semakin tinggi. Selat Hormuz masih tertutup, dan banyak satelit AS di wilayah ini yang ditargetkan oleh Tehran. Bahkan dengan keputusan terkini dari OPEC untuk meningkatkan produksi, banyak pemimpin produksi minyak bumi regional tak bisa berbuat apa-apa akibat blokade pada titik yang sempit.
Dari perspektif analisis teknikal, minyak bumi diperdagangkan dekat dengan pita bawah indikator Bollinger Band, di mana bertemu dengan support lokal. Para trader bisa menjual WTI di bawah 87,30, menargetkan 86,00 dan bahkan 85,00. Para pembeli bisa melangkah masuk di atas 88,50, menargetkan 90,00 dan 95,00.
Emas: Trading Paling Frustrasi

Emas diperdagangkan dalam rentangan yang sempit seiring faktor-faktor geopolitik menunjang logam mulia ini, namun tidak bisa mengungguli perbendaharaan AS, yang mana diperdagangkan dengan imbal hasil yang lebih tinggi, menjadikannya sangat populer di kalangan investor sekarang-sekarang ini. Jadi, setiap kali emas berupaya masuk reli, Dolar meraih dukungan sebagai aset safe-haven.
Dari perspektif analisis teknikal, XAU/USD diperdagangkan dalam rentangan harga yang sempit. Para pembeli bisa melangkah masuk di atas 4.360 menargetkan 4.400 dan 4.440. Para trader bisa menjual logam mulia ini di bawah 4.320 menargetkan 4.300 dan 4.280.