18 Jun, 2026

Indikator DeMarker untuk Opsi Biner dan CFD: Pedoman Trading Utama

Binolla Blog Image - Indikator DeMarker untuk Opsi Biner dan CFD: Pedoman Trading Utama 1

Memiliki indikator yang bisa diandalkan dalam genggaman memberikan Anda keunggulan. Apakah Anda trading opsi biner atau CFD, bekerja dengan alat yang bisa menunjukkan pada Anda di mana pasar bisa berbalik arah akan membekali Anda dengan banyak peluang trading. Para pemula sering melompat dari satu indikator ke lainnya, berupaya mencari salah satu yang tidak tertinggal atau tergambar ulang. Jika Anda mencari alat seperti itu, Anda berada di tempat yang tepat. Dalam artikel ini, kita akan mengupas indikator DeMarker dan menunjukkan pada Anda manfaat-manfaat dan fitur-fitur kuncinya yang akan menjadi bermanfaat untuk membangun sistem yang tersusun rapi. Juga, kami akan membagikan beberapa strategi dasar yang bisa Anda tangkap dan segera digunakan.

Apa Itu Indikator DeMarker?

Indikator DeMarker merupakan alat analisis teknikal momentum yang mengukur permintaan pasar terhadap aset dengan membandingkan harga-harga terkini dengan price action sebelumnya. Pencetus indikator ini menggunakannya untuk mengukur tekanan pembelian dan penjualan sebelum kelelahan harga. Bagaimanapun, tidak seperti kebanyakan indikator momentum, DeMarker berfokus pada relasi high (nilai tertinggi) dan low (nilai terendah) daripada harga closing / penutupan. Fitur-fitur kunci indikator ini termasuk:

  • Garis indikator berosilasi antara 0 dan 1.
  • Alat ini memiliki dua level kunci: 0,7 untuk jenuh beli dan 0,3 untuk jenuh jual.
  • DeMarker bereaksi lebih cepat daripada RSI terhadap perubahan harga dalam pasar yang sedang dalam tren, namun masih lebih volatil dibandingkan Stochastic.
  • Indikator ini sempurna untuk pasar yang bergerak dalam jangkauan (ranging), yang mana ideal untuk opsi biner.

Opsi biner adalah tentang memprediksi arah harga dalam periode sebelum kedaluwarsa, yang berarti bahwa dengan mengaplikasikan DeMarker, Anda akan memiliki keunggulan, sebagaimana Anda akan bisa melihat momen-momen kelelahan harga dan mengkapitalisasikannya.

Formula: Bagaimana DeMarker Dikalkulasi

Walaupun Anda tidak perlu formula DeMarker untuk bekerja dengan indikator ini, sebagaimana segalanya telah dikalkulasi otomatis, memahaminya akan membantu Anda mempelajari bagaimana indikator bekerja dan berperilaku secara berbeda dibandingkan dengan alat-alat momentum lainnya.

DeMarker = SMA (DeMax, N) / SMA (DeMax, N) + SMA (DeMin, N)

Di mana:

  • N – periode indikator (pada dasarnya, para trader menggunakan 14);
  • SMA merupakan singkatan dari Simple Moving Average;
  • DeMax = (High Saat Ini – High Sebelumnya);
  • DeMin = (Low Sebelumnya – Low Saat Ini).

Tabel Perbandingan: DeMarker vs RSI vs Stochastic

Bagaimana cara memilih di antara DeMarker, RSI, dan Stochastic? Jika Anda bertanya pada diri Anda pertanyaan yang sama, maka periksa tabel kami di bawah.

FiturDeMarker (DeM)RSI (14)Stochastic (5,3,3)
Fokus primerProgresi high/lowMomentum harga penutupanKecepatan penutupan
Jangkauan Tipikal0–1 (0–100)0–1000–100
Level jenuh beli0,70 (70)7080
Level jenuh jual0,30 (30)3020
Lag dalam tren 1-jamRendahMenengahTinggi (whipsaw)
Akurasi divergensiTinggi (lebih sedikit yang palsu)MenengahRendah
Terbaik untuk opsi binerYa (pembalikan arah & kelanjutan)Menengah (tertinggal)Tidak (terlalu berisik)
Terbaik untuk swing trading CFDYaYa (dengan penghalusan)Tidak

Bagaimana Cara Mempersiapkan Indikator DeMarker pada Platform Binolla

Untuk mulai menggunakan indikator ini, Anda harus menambahkannya lebih dulu ke platform Binolla. Untuk melakukannya, Anda perlu:

  1. Klik pada ikon peralatan pada sisi kiri grafik.
  2. Ambil Oscillator dari menu bagian atas.
  3. Pilih DeMarker di menu Dropdown.

Sekarang Anda siap menggunakan indikator.

Trader bisa menggunakan indikator ini secara standar dengan setelan yang sudah dipasang. Pengaturan-pengaturan ini digunakan oleh Tomas Demark, sang pencipta alat ini. Bagaimanapun, Anda juga menyesuaikan pengaturannya menurut ekspektasi Anda.

Mengubah Garis-garis Jenuh Beli dan Jenuh Jual

Pengaturan pertama yang akan kita bahas adalah garis-garis jenuh beli dan jenuh jual. Mereka disetel secara standarnya pada 0,7 dan 0,3. Dengan mengubah nilai-nilai ini menjadi 0,6 dan 0,4, Anda dapat mengharapkan lebih banyak sinyal seiring harga akan mencapai zona-zona di atas 0,6 dan di bawah 0,4 lebih sering. Bagaimanapun, Anda harus berpikir tentang kualitas sinyal-sinyal semacam ini. Jadi, bahkan fluktuasi minor dapat memprovokasi penembusan / breakout, yang berarti bahwa jumlah sinyal palsu dapat meningkat.

Jika Anda memasang jenuh beli pada 0,8 dan jenuh jual pada 0,2, maka Anda dapat mengharapkan lebih sedikit sinyal dengan kualitas yang lebih tinggi. Bagaimanapun, Anda dapat ketinggalan beberapa pergerakan dalam suatu hari yang dapat Anda kapitalisasi. Karenanya, terserah Anda yang memutuskan.

Nilai Periode DeMarker

Hal lain yang bisa Anda ubah ketika menggunakan DeMarker adalah periode. Secara standar dipasang 14, yang berarti perlu 14 kandil sebelumnya ketika dikalkulasi. Lagi-lagi, jika Anda merendahkan nilai ini, Anda akan menjadikan indikator lebih sensitif terhadap perubahan-perubahan minor karena lebih sedikit kandil akan digunakan dalam kalkulasi. Hal ini akan menghasilkan pergerakan garis yang lebih tajam dan dapat memberikan Anda sedikit lebih banyak sinyal. Namun, Anda harus juga bersiap dengan lebih banyak sinyal palsu.

Ketika menaikkan periode ke atas 14, Anda akan menghaluskan garis DeMarker. Ini pada akhirnya akan memberikan sinyal yang lebih sedikit, dan Anda bisa ketinggalan beberapa kesempatan trading.

Binolla Blog Image - Indikator DeMarker untuk Opsi Biner dan CFD: Pedoman Trading Utama 6

Gunakan Indikator DeMarker Bersama Binolla

Tambahkan indikator ini dan trading bersama broker yang bisa diandalkan

Mulai sekarang

Strategi DeMarker yang Ampuh untuk Opsi Biner dan CFD

Sekarang Anda mengetahui semua dasarnya tentang indikator ini, saatnya bergerak lebih jauh dan menyaksikan beberapa strategi menarik yang bisa Anda aplikasikan. Yang pertama menggunakan level-level horizontal DeMarker yang menunjukkan apakah harga sedang jenuh beli atau jenuh jual.

Jadi pertama-tama, kita akan melihat bagaimana untuk bersikap ketika harga meninggalkan area jenuh jual. Cek tangkapan layar di atas. Anda melihat garis DeMarker bergerak semakin tinggi dari area jenuh jual dan akhirnya menembus ke atas 30 (0,3). Para trader opsi biner bisa membeli kontrak Lebih Tinggi dalam hal ini, sementara para trader CFD cukup menekan tombol Beli.

Bagi trader opsi biner, hal ini berarti menunggu momen kedaluwarsa dengan mengecek fluktuasi. Para trader CFD memiliki beberapa opsi tambahan seperti menempatkan stop loss dan mendefinisikan target. Indikator DeMarker tidak bisa memberitahukan Anda apa pun tentang target atau stop. Namun, Anda bisa menempatkan stop loss persis di bawah level low lokal.

Berikutnya hadir strategi untuk membeli kontrak Lebih Rendah atau cukup transaksi jual ketika Anda trading CFD. Tunggu hingga garis indikator bergerak ke bawah 0,7 (atau 70, tergantung platformnya) dan kemudian tekan tombol. Jika Anda trading opsi biner, cukup sudah, artinya bahwa setelah Anda melakukan transaksi, Anda cukup saksikan trading ini berkembang mengarah momen kedaluwarsa.

Ketika trading CFD, Anda bisa menaruh stop loss dan take profit. Lagi-lagi, indikator ini sendiri tidak membekali Anda dengan petunjuk apa pun tentang mengelola risiko Anda. Namun, Anda bisa menempatkan stop loss persis di atas high lokal saat ini.

Divergensi DeMarker dalam Trading

Binolla Blog Image - Indikator DeMarker untuk Opsi Biner dan CFD: Pedoman Trading Utama 10

Sinyal divergensi bearish

Divergensi DeMarker serupa dengan divergensi yang pernah diketahui lainnya yang bisa Anda cari ketika trading dengan semua indikator momentum. Ketika harga membentuk high yang baru, sementara indikator menunjukkan ke high yang lebih rendah, maka Anda bisa menjual aset atau membeli kontrak Lebih Rendah. Dalam situasi kita, kita memiliki kedua macam kondisi ini, yang berarti bahwa kita mendapatkan divergensi standar. Para trader CFD bisa menempatkan stop loss persis di atas high lokal.

Rekomendasi-rekomendasi Penggunaan Indikator DeMarker

Untuk trading secara sukses dengan indikator DeMarker, Anda harus mengikuti beberapa aturan:

  • Tunggu hingga kandil tutup sebelum bertransaksi. Jangan bertindak dengan DeMarker selama kandil belum selesai, karena harga bisa bergerak ke arah yang berlawanan, yang akan membatalkan sinyalnya. Konfirmasi adalah kunci.
  • Kombinasikan DeMarker dengan indikator untuk filtrasi tren. Gunakan simple moving average atau indikator tren lainnya untuk mengonfirmasi arah harga dan mencari support dinamis dan level resistance. Alternatifnya Anda bisa menggunakan garis-garis support dan resistance standar.
  • Trading dalam sesi-sesi likuiditas tinggi. Ini akan memberikan Anda lebih banyak sinyal terkonfirmasi. Sesi terbaik adalah saat irisan London dan New York. Ketika trading selama sesi Asia, Anda bisa mendapatkan lebih banyak sinyal palsu.
  • Simpan jurnal trading. Catat trading Anda dengan DeMarker untuk memeriksa trading Anda belakangan dan mencari beberapa pola menarik yang baru.
  • Pertama-tama coba indikator pada demo. Sebelum trading dengan uang sungguhan, uji indikator dengan dana virtual. Hal ini akan memungkinkan Anda mengecek bagaimana indikator bekerja dan mengadaptasinya dengan strategi Anda.
  • Pasang peringatan. Gunakan peringatan / alert pada platform Binolla yang akan memberitahukan pada Anda akapan harga mencapai level-level tertentu alih-alih menyaksikan layar.
  • Cek kalender ekonomi. Demi menghindari pergerakan yang tak bisa diduga, periksa apakah pemberitaan penting dirilis selama sesi trading Anda.

Kesalahan-kesalahan Umum Ketika Menggunakan DeMarker

Ketika indikator bisa diandalkan dan sederhana, trader terkadang melakukan kesalahan. Berikut yang paling umum dan rekomendasi-rekomendasi bagaimana bisa menghindarinya:

  • Trading di zona netral. Ketika indikator ada di antara 0,3 dan 0,7, tidak direkomendasikan untuk trading dalam momen ini. Tunggu hingga DeMarker bergerak ke atas 0,7 atau ke bawah 0,3 untuk mencari sinyal.
  • Masuk sebelum DeMarker kembali menyeberang. Kesalahan lain adalah bahwa trader sering menekan Lebih Rendah ketika harga masih dalam zona jenuh beli atau menekan Lebih Rendah ketika ada di area jenuh jual. Tunggu hingga ada penyeberangan terjadi untuk masuk ke pasar.
  • Mengabaikan konteks pasar. Ketika tren secara keseluruhan naik, dan Anda mencoba masuk pada penyeberangan dari garis jenuh beli adalah berisiko. Bagaimanapun, trader opsi biner bisa mengambil risiko ini, namun mereka harus memilih kedaluwarsa yang lebih singkat.
  • Kebablasan trading setelah kalah. Terkadang, trader membuka banyak posisi trading setelah kehilangan uang. Anda harus mengambil rehat untuk menenangkan emosi Anda sebelum kembali trading.
  • Melupakan tentang divergensi. Beberapa trader hanya menggunakan level-level jenuh beli dan jenuh jual, melupakan tentang divergensi. Jadi, mereka kelewatan sinyal yang ampuh.
  • Trading semua aset dengan cara yang sama. Anda harus mengecek perilaku aset Forex, kripto, emas, dan indeks sebelum mengembangkan strategi trading Anda.
  • Menggerakkan stop lebih lebar. Para trader CFD terkadang menggerakkan stop lebih lebar setelah adanya penyeberangan. Dengan melakukan ini, Anda akan meningkatkan risiko Anda per trading.
  • Mempercayai indikator bekerja dalam semua kondisi pasar. Cara terbaik untuk menggunakan indikator adalah ketika pasar sedang dalam jangkauan. Jika ada tren yang kuat, bahkan jika indikator meninggalkan area jenuh jual dan jenuh beli, sebuah koreksi bisa jadi terlalu pendek.

Gunakan indikator DeMarker untuk memperbaiki strategi Anda bersama broker Binolla

Coba sekarang

Kesimpulan

Indikator DeMarker merupakan alat hebat yang membantu para trader melakukan kapitalisasi terhadap pembalikan arah pasar dan koreksi. Bagaimanapun, seperti alat analisis teknikal lainnya, indikator ini hadir dengan kelebihan dan kekurangannya. Mengetahuinya akan membantu Anda mengaplikasikan indikator ini lebih baik dalam strategi Anda. Untuk sukses menggunakannya, Anda harus mengecek konteksnya, menunggu konfirmasi, dan menggunakan order stop loss dan take profit ketika trading dengan CFD.

FAQ / Pertanyaan Umum

Apakah indikator DeMarker bagus untuk opsi biner?

Ya, ini merupakan indikator yang sangat baik untuk opsi biner, karena instrumen ini peduli tentang arah dalam waktu yang tetap. Indikator ini memberikan sinyal entri tepat waktu dengan jeda minimal.

Berapa setelan terbaik untuk DeMarker pada periode 1-jam?

Periode 14 merupakan setelan paling populer untuk jenuh beli dan jenuh jual. Selain itu, para trader profesional sering menggunakan garis 30 dan 70 untuk menyoroti kondisi-kondisi jenuh jual dan jenuh beli.

Bisakah saya menggunakan DeMarker untuk opsi biner 1-menit?

Ya, indikator ini bisa digunakan untuk kedaluwarsa berapa pun dari hitungan detik hingga jam. Bagaimanapun, Anda mungkin perlu menyesuaikan setelan-setelan indikator untuk meningkatkan profitabilitas strategi Anda.

Aset mana yang paling cocok bekerja dengan DeM?

Para trader bisa memilih dari pasangan mata uang FX mayor, emas, dan indeks. Bagaimanapun, direkomendasikan untuk menghindari aset-aset berlikuiditas rendah seperti kripto eksotis atau pasangan-pasangannya.

Kenapa DeM terkadang bertahan jenuh beli untuk 5-6 kandil?

Hal ini mengindikasikan bahwa tren naik sangat kuat. Dalam hal ini, Anda jangan coba-coba trading dengan pembalikan arah. Alih-alih Anda harus mengaplikasikan strategi mengikuti tren.

Apa yang harus saya lakukan jika DeM memberikan sinyal, namun harga ada pada level resistance kunci?

Anda harus menghormati resistance dan kombinasikan sinyal dengan price action dan strategi lainnya untuk keyakinan yang lebih tinggi.

Penulis
Bagikan
Direkomendasikan
Anda berhasil berlangganan ke newsletter