Kekuatan Dolar, Stres Eropa, dan Premium Risiko Minyak Bumi yang Persisten

Pasar global menarik aset-aset ke berbagai arah yang berbeda akibat keputusan-keputusan kebijakan moneter dan konflik Timur Tengah. The Fed menaikkan suku bunganya sebanyak 25 bps menjadi 3,75%-4,00%. Ini merupakan kenaikan pertama sejak tahun 2023, sebagaimana para pengambil kebijakan mencari cara untuk menjegal inflasi, yang masih di atas level target.
Bagaimanapun, berbagai ekspektasi terhadap pemotongan segera suku bunga melunak setelah data pasar tenaga kerja dan inflasi AS, meninggalkan para investor berfokus pada apakah bank sentral akan mengambil langkah lain ke arah pengetatan kebijakan moneter atau tidak.
Pasar obligasi menambahkan lapisan tekanan yang lain. Treasury US mencapai level-level yang belum terlihat selama beberapa dekade, dan indeks Dolar berhasil loncat ke atas 102. Kombinasi daripada faktor-faktor ini mendukung Dolar bahkan sebagaimana berbagai ekspektasi tentang kenaikan suku bunga bulan Oktober telah menurun. Data jasa AS untuk September menunjukkan bahwa tekanan input-harga masih tinggi, yang berarti bahwa inflasi masih menjadi fokus The Fed.
Terkait dengan situasi di Eropa, permasalahannya melampaui inflasi dan risiko politik. Inflasi Eurozone naik ke 3,8% di bulan September, sementara aktivitas bisnis berkembang dalam langkah tercepatnya. Hal ini menjaga menu pengetatan selanjutnya oleh ECB di atas meja.
Energi termasuk variabel eksternal besar. Konflik antara AS dan Iran masih jauh dari terselesaikan. G7 telah setuju untuk merilis 100 juga barel dari cadangan darurat. Ini memberikan tekanan terhadap WTI.
Contents
EUR/USD: Risiko Fiskal Membayangi Pengetatan ECB

Euro masih tertekan terlepas dari pergerakan naiknya saat ini. Mata uang ini menerima dukungan dari berbagai ekspektasi pengetatan ECB selanjutnya. Prancis merupakan pusat daripada tekanan dengan biaya pinjaman pemerintah yang meningkat. Ketidakpastian politik di Spanyol menambahkan ketidakpastian. Pada saat yang sama, inflasi Eurozone mencapai 3,8% di bulan September, sementara data PMI terakhir menunjukkan aktivitas perekonomian yang lebih baik, yang dapat mencegah Bank Sentral Eropa (ECB – European Central Bank) untuk mengambil tindakan pengetatan lebih lanjut di waktu dekat.
Dari perspektif teknikal, trader bisa memantau level-level berikut:
Buy/Beli: 1,1250 Target: 1,1300 dan 1,1330
Sell/Jual: 1,1230 Target: 1,1200 dan 1,1150
GBP/USD: Sterling Menemukan Dukungan, namun Energi Masih Jadi Ancaman

Pound masih ada pada posisi yang lebih kuat dibandingkan Euro. Perolehan baru-baru ini didukung oleh berbagai ekspektasi kebijakan moneter Inggris yang lebih ketat dan lebih banyak pandangan pasar konstruktif dalam prospek fiskal Inggris. Saat ini, para trader dan investor berfokus pada rilis anggaran, yang dapat mengonfirmasi disiplin anggaran yang ketat. Risiko utama bagi perekonomian Inggris masih inflasi, yang mencegah BoE dari pengetatan yang lebih agresif.
Dari perspektif analisis teknikal, para trader bisa mengecek level-level berikut untuk trading:
Buy/Beli: 1,3280 Target: 1,3350 dan 1,3400
Sell/Jual: 1,3250 Target 1,3200 dan 1,3100
Minyak Mentah WTI: Pasokan Menjadi Pulih, namun Premium Risiko Selamat

Pasar minyak bumi telah berubah signifikan setelah reli bulan September. WTI bergerak ke bawah $90 seiring ekspor dari Timur Tengah pulih dan G7 siap merilis cadangannya. Ekspor minyak mentah Teluk pulih hingga 91%, yang menunjukkan bahwa para produser menemukan cara mengekspor minyak bumi terlepas daripada konflik. Bagaimanapun, minyak bumi membawa premium geopolitik bahkan seiring ketersediaan minyak mentah fisik meningkat.
Dari perspektif analisis teknikal, para trader bisa memantau level-level berikut:
Buy/Beli: 90,00 Target: 92,00 dan 95,00
Sell/Jual: 89,00 Target: 86,00 dan 85,00
XAU/USD: Imbal Hasil Tinggi Menantang Permintaan Safe-Haven Emas

Emas masih terjebak di antara dua kekuatan. Di satu sisi, Dolar AS yang lebih kuat dan imbal hasil Treasury menjaga minat di obligasi tinggi. Di sisi lain, emas masih mendapatkan manfaat dari permintaan struktural. Prospek jangka pendek akan secara kuat dipengaruhi oleh ekspektasi moneter AS. Ekspektasi pengetatan The Fed yang lebih kuat akan menambahkan terpaan angin depan untuk imbal hasil, dan data AS yang lebih lemah akan meredakan tekanan dari suku bunga. Gejolak baru mana pun di Timur Tengah, sementara itu, akan menambahkan daya tarik defensif emas. Untuk sekarang, logam mulia ini terjebak di antara kondisi finansial restriktif dan latar belakang geopolitik yang masih memanggil-manggil untuk premium risiko yang bisa dipertimbangkan.
Dari perspektif analisis teknikal, trader bisa memantau level-level berikut:
Buy/Beli: 4.180 Target: 4.200 dan 4.240
Sell/Jual: 4.160 Target: 4.120 dan 4.100