Harapan Gencatan Senjata, Lonjakan Harga Minyak Fisik & Jebakan Inflasi The Fed: Pengendali Pasar Sungguhan Pekan Ini

Pasar global dikendalikan oleh kumpulan faktor yang berbeda-beda pekan ini setelah inflasi AS yang lebih kuat daripada ekspektasi dan data pasar tenaga kerja. Fokus beralih pada geopolitik dan disrupsi minyak bumi. Situasinya masih volatil. Perseteruan antara AS dan Iran berhenti sementara namun dapat berlanjut pada 21 April ketika perjanjian gencatan senjata berakhir. Walaupun negosiasi antara kedua pihak di akhir pekan gagal, para partisipan pasar berekspektasi Washington dan Tehran melanjutkan pembicaraan sebelum tenggat waktu demi mengelaborasi solusi positif apa pun.
Selat Hormuz masih diblokade dan Presiden AS berjanji untuk memblokade pelabuhan-pelabuhan Iran, yang dapat secara signifikan memperburuk situasi dengan pasokan minyak bumi. Perlu disebutkan bahwa perkembangan kunci di pasar tidak lagi tentang masa depan, namun tentang minyak bumi fisik, yang melonjak ke sekitar $150 per barel, mendorong ekspektasi inflasi semakin tinggi.
Data inflasi AS dirilis di hari Jumat menunjukkan lonjakan signifikan dalam harga konsumen YoY, yang mencapai 3,3% di bulan Maret melawan 2,4% di bulan Februari. Nilai inflasi bulanan melompat 0,9% digerakkan oleh hampir 11% lonjakan di harga minyak bumi. The Fed sekarang menghadapi dilema stagflasi. Mereka tidak bisa menurunkan suku bunga akibat inflasi yang lebih tinggi, namun kurangnya dukungan dapat mendorong pertumbuhan perekonomian semakin rendah.
Contents
- 1 EUR/USD: Tekanan Geopolitk Menjaga Euro Tetap Terkendali
- 2 Gunakan Ide-ide Ini untuk Trading Bersama Binolla!
- 3 GBP/USD: Pound Terjebak Antara Pertumbuhan Stagnan dan Biaya Energi yang Meningkat
- 4 Minyak Mentah WTI: Risiko Pasokan Menjaga Harga Tetap Tinggi Terlepas dari Kelegaan Sementara
- 5 Emas: Kebutuhan Safe-Haven Bertemu Dolar yang Kuat
EUR/USD: Tekanan Geopolitk Menjaga Euro Tetap Terkendali

Pasangan mata uang ini masih berada di bawah tekanan di tengah ketidakpastian geopolitik dan pandangan perekonomian ke depan yang memburuk. Bagaimanapun, kurangnya dukungan untuk Dolar AS memungkinkan Euro bergerak lebih tinggi. Selain itu, ECB cenderung tidak menurunkan suku bunga tahun ini, yang merupakan faktor positif lainnya untuk pasangan mata uang ini. Perkembangan geopolitik yang positif mendukung lebih lanjut pasangan mata uang ini.
Apa yang dipantau pekan ini? Tenggat waktu yang akan datang menaikan pertaruhan. Jika babak lain negosiasi antara AS dan Iran dilaksanakan pekan ini, dapat mendukung lebih lanjut pasangan mata uang ini.
Dari perspektif analisis teknikal, pasangan mata uang ini diperdagangkan dekat dengan pita bagian atas indikator Bollinger Band. Para pembeli bisa masuk di atas 1,1800, menargetkan 1,1850 dan 1,1900. Ke arah turun, para penjual bisa melangkah masuk di bawah 1,1790, menargetkan 1,1700.
GBP/USD: Pound Terjebak Antara Pertumbuhan Stagnan dan Biaya Energi yang Meningkat

Pound Inggris berjalan semakin tinggi di tengah-tengah situasi geopolitik yang kompleks. Pertumbuhan perekonomian di Inggris hampir terhenti. Biasanya, ini dapat mendorong Bank of England memangkas suku bunga. Namun, dalam hal tekanan inflasi, bank sentral dapat menjauh dari melonggarkan kebijakan moneter. Inggris sensitif terhadap biaya energi, dan dengan harga minyak bumi fisik meningkat, tekanan terhadap rumah tangga dan dunia usaha dapat menjadi semakin intensif. Risiko stagflasi dapat menjadikan Bank of England sulit mengambil langkah selanjutnya. Bagaimanapun, pekan ini semua mata tertuju pada probabilitas babak lain negosiasi antara AS dan Iran.
Dari perspektif analisis teknikal, pasangan mata uang ini bergerak semakin tinggi dan menguji pita atas indikator Bollinger Band. Para pembeli bisa melangkah masuk di atas 1,3600 menargetkan 1,3700, sementara para penjual bisa masuk di bawah 1,3580 menargetkan 1,3500.
Minyak Mentah WTI: Risiko Pasokan Menjaga Harga Tetap Tinggi Terlepas dari Kelegaan Sementara

Minyak bumi masih mendapatkan dukungan dari ketakutan akan disrupsi. Sementara negosiasi antara pihak-pihak yang berkonflik memberikan tekanan tambahan terhadap minyak mentah, blokade Selat Hormuz oleh Donald Trump termasuk kemungkinan kekurangan minyak bumi berkaitan dengan infrastruktur yang dihancurkan, dapat memberikan dukungan tambahan terhadap harga. Juga perlu disebutkan selisih besar antara harga berjangka dan harga fisik minyak bumi, yang mana di atas $50 per barel.
Dari perspektif analisis teknikal, minyak bumi diperdagangkan dekat dengan pita bawah indikator Bollinger Band dengan pita-pitanya sedang sempit. Volatilitasnya sedang sangat rendah, namun situasi dapat berubah drastis jika ada pemberitaan yang muncul. Para trader bisa beli di atas 98,80 menargetkan 100 dan 105. Para penjual bisa melangkah masuk di bawah 98,50 menargetkan 95,00.
Emas: Kebutuhan Safe-Haven Bertemu Dolar yang Kuat

Emas masih di bawah 5.000 di tengah ketegangan geopolitik dan kebutuhan atas USD. Kegagalan pembicaraan dan ancaman blokade laut AS semestinya mendukung emas sebagai aset safe-haven. Bagaimanapun, permintaan yang lebih kuat untuk perbendaharaan AS memberikan tekanan terhadap logam mulia ini.
Dari pandangan analisis teknikal, emas diperdagangkan dekat dengan garis tengah indikator Bollinger Band. Para pembeli bisa melangkah masuk di atas 4.800, menargetkan 4.840 dan 4.880. Para penjual bisa masuk di bawah 4.760, menargetkan 4.740 dan 4.720.
