27 Mar, 2024

Penjelasan Indikator Teknikal Bollinger Band (BB): Dasar-dasar dan Strategi Trading

Dasar-dasar indikator Bollinger Band (BB): bagaimana cara menggunakannya, strategi
Dasar-dasar indikator Bollinger Band (BB): bagaimana cara menggunakannya, strategi

Bollinger Band (BB) merupakan indikator teknikal klasik yang dibangkitkan oleh John Bollinger, seorang trader dan peneliti analisis teknikal terkenal. Alat ini muncul pada tahun 1983, dan sejak saat itu telah digunakan oleh banyak trader.

Ide di balik indikator ini adalah untuk memberikan kesempatan dalam mengevaluasi pergerakan harga dan mengecek volatilitas pasar bagi para trader, terlepas aset apa yang digunakan. Dengan membaca artikel ini, Anda akan belajar lebih banyak mengenai indikator Bollinger Band ini dan bagaimana cara menerapkannya dalam trading. Kami juga akan menyediakan beberapa strategi dasar untuk Anda. Tetap membaca atau mulai trading bersama Binolla sekarang!

Bollinger Band: Di Balik Layar

Indikator Bollinger Band (BB) terdiri dari garis tengah – yang merupakan moving average (MA), dan dua pita (band) yang membungkus harga – yang akan tinggal di dalamnya dalam kebanyakan waktu. Kita bilang “kebanyakan” karena dalam beberapa kasus harga menembus salah satu pita dan tinggal di luarnya untuk sementara waktu. Bagaimanapun, belakangan harga akan kembali ke dalam batas-batas untuk berfluktuasi di antara pita atas dan pita bawah.

Biasanya, para trader menggunakan SMA 20 saat menerapkan BB pada grafik, namun Anda dapat mengubah periodenya jika dirasa perubahan ini akan menjadikan indikator lebih bermanfaat bagi Anda.

Bagaimana Cara Mengaplikasikan Indikator BB pada Platform Binolla

Untuk mulai menggunakan indikator BB di platform Binolla, Anda perlu melakukan beberapa langkah sederhana ini. Berikut panduan mendetail cara mengaplikasikan alat analisis teknikal ini:

  1. Masuk dalam akun Binolla Anda, buka platform, dan klik ikon dengan alat teknikal di bagian atas layar.
  2. Pilih Indikator Tren di situ.
  3. Klik Bollinger Band.

Setelah menyelesaikan langkah-langkah ini, Anda akan melihat indikator ditambahkan pada grafik.

Setelah mengaplikasikan BB dalam grafik, Anda juga dapat mengatur ulang beberapa setelan.

Secara khusus, para trader dapat mengubah periode dan deviasi, termasuk pula warna dan ketebalan tiap garis dalam grafik.

Bollinger Band: Periode Mana yang Dipilih

Indikator ini menggunakan periode 20 secara bawaan, yang berarti bahwa simple moving average (SMA), berarti bahwa ada 20 candle sebelumnya yang diikutsertakan dalam perhitungan. Terdapat pula satu parameter untuk dipertimbangkan dalam aplikasi BB. Indikator ini memasukkan dua standar deviasi yang bertanggung jawab terhadap kalkulasi pita atas dan pita bawah.

Perihal batasan atasnya, diperhitungkan dengan cara menambahkan dua dikali standar deviasi ke SMA. Perihal bagian bawahnya, digambar dengan mengurangi dua dikali standar deviasi dari SMA.

Anda dapat menggunakan standar SMA dengan periode 20 tanpa ragu. Bagaimanapun, jika Anda ingin mengatur kembali, Anda dapat mengubahnya. Harap diingat bahwa indikator ini didasarkan pada moving average (MA), yang berarti dengan memasang periode lebih rendah, akan tampak fluktuasi lebih banyak pada garis yang akan lebih mendekati dengan fluktuasi harga. Bagaimanapun, akan terdapat lebih banyak sinyal palsu.

Di sisi lain, jika Anda memutuskan untuk menaikkan periode BB, Anda akan berhadapan dengan situasi di mana garis menjadi lebih lurus. Anda mungkin akan kehilangan beberapa sinyal penting jika terus menambahkan angka ke dalam periode indikator.

Cara terbaik untuk mulai menggunakan BB adalah mengaplikasikannya dengan setelan standar, karena merefleksikan semua yang Anda perlukan dari indikator pada grafik. Buat beberapa penyesuaian jika dan hanya jika dibutuhkan oleh strategi tertentu.

Bagaimana Cara Menginterpretasikan Indikator Bollinger Band

Salah satu kelebihan alat analisis teknikal ini adalah BB sangat ilustratif. Setelah menerapkannya pada gambar, Anda akan mendapatkan gambaran lebih baik terhadap apa yang sedang berlangsung pada harga dan bahkan melihat beberapa tempat menarik di mana Anda dapat menemukan titik masuk yang sangat baik.

John Bollinger menciptakan indikator ini untuk memantau volatilitas pasar yang sedang berlangsung. Anda dapat melakukannya juga cukup dengan melihat jarak antara batas-batas dari alat analisis teknikal ini.

Contoh di atas menunjukkan kepada Anda bagaimana cara melakukannya dari awal. Setelah mengaplikasikan indikator pada grafik, Anda dapat mengamati bagaimana perilaku pita-pita tersebut. Jika mereka semakin mendekat dan membuat rentang yang lebih sempit untuk sementara waktu, Anda dapat mengatakan bahwa volatilitasnya rendah dalam periode ini. Bagaimanapun, ketika kedua pita mulai bergerak menjauh satu sama lain, volatilitasnya meningkat.

Hal ini belum menjadi sinyal untuk trading, namun dapat menjadi semacam pengingat bagi para trader untuk mengawasi saham atau pasangan mata uang dan mencari titik-titik masuk.

Cara lain untuk menginterpretasikan apa yang Anda lihat pada grafik ketika menerapkan indikator BB adalah memperhatikan tren. Sementara tujuan pertama alat analisis teknikal ini menyediakan informasi kepada Anda mengenai volatilitas, alat ini juga dapat bermanfaat jika Anda telah membuka posisi dan perlu mengetahui di mana untuk menutupnya.

Hal yang sama dapat diterapkan pada tren naik. Dalam contoh di atas, Anda dapat melihat bahwa harga tertahan di pita indikator bagian atas untuk sesaat. Jika Anda menahan (hold) posisi FX Anda atau membeli saham untuk periode yang lama, Anda dapat memantau indikator dan bertahan dalam pasar sampai harga bergerak ke pita bagian bawah.

Bagaimana Cara Trading Menggunakan Indikator Bollinger Band

Sekarang Anda telah mengetahui lebih banyak tentang fitur-fitur indikator teknikal ini dan menginterpretasikan sinyal-sinyalnya secara benar, sekarang saatnya bergerak lebih jauh dan melihat beberapa strategi dasar yang dapat ditambahkan dalam persenjataan Anda. Kami akan memberikan Anda tiga taktik menarik yang dapat diterapkan dalam kebanyakan situasi, terlepas apakah saham atau pasangan mata uang sedang dalam tren atau tidak.

Strategi Pembalikan Arah (Reversal)

Strategi pertama yang hendak kami bagikan untuk Anda dikenal sebagai sistem pembalikan arah (reversal system). Sesuai nama yang Anda baca, yang ini memungkinkan Anda untuk menemukan titik-titik masuk selama perubahan dalam tren.

Dalam contoh di atas, Anda dapat melihat bahwa harga awalnya bergerak turun untuk beberapa waktu, dan kemudian, setelah menabrak pita bawah, berbalik arah dan memulai tren baru. Intinya di sini adalah untuk tepat waktu dan menangkap momen ini ketika arah harga beralih dari turun menjadi naik.

Menggunakan hanya BB adalah ide bagus, namun Anda dapat menambahkan analisis candle dalam strategi trading Anda dan menjadikannya lebih berkinerja dan presisi. Dalam kasus ini, Anda memiliki pola Hammer, yang memungkinkan Anda untuk mengasumsikan bahwa harga kemungkinan akan berbalik arah. Karenanya, dengan sinyal konfluens ini, Anda dapat membeli kontrak Lebih Tinggi ketika trading opsi digital atau membeli forex atau saham.

Strategi Breakout

Strategi lainnya yang dapat Anda gunakan saat trading dengan indikator BB dikenal sebagai breakout. Sesuai namanya, sistem didasarkan pada penembusan keluar batas (breakout). Dalam contoh di atas, Anda dapat melihat harga menabrak pita bagian atas dan bergerak melampauinya untuk sesaat, yang merupakan kesempatan untuk membeli pasangan mata uang, saham, atau membeli kontrak Lebih Tinggi.

Bagi para trader FX, adalah penting untuk mengetahui kapan meninggalkan pasar. Anda dapat menahan (hold) posisi Anda hingga harga tetap melampaui batas-batas Anda. Atau bertahan lebih lama jika harga tetap berada di atas garis SMA.

Strategi Trading dalam Rentang

Terlepas dari sistem trading berbasis tren, Anda dapat menggunakan BB untuk membuka posisi trading ketika harga berkisar dalam koridor sempit. Sebagaimana dapat Anda lihat dalam contoh di atas, aset bergerak di dalam pita-pita menyentuh batas-batas, dan di sinilah ketika kesempatan trading Anda menjadi hidup.

Strategi ini lebih daripada sekadar sederhana. Ketika harga menabrak pita bagian atas dan berbalik arah, Anda dapat membeli kontrak Lebih Rendah atau menjual aset, sementara setelah harga menolak pita bawah, Anda dapat membeli kontrak Lebih Tinggi atau sekadar membeli aset.

Penjelasan Bollinger Bands: Panduan Video

Rahasia Penggunaan Indikator BB

Sementara Bollinger Band merupakan indikator yang cukup sederhana, terdapat beberapa rekomendasi yang dapat Anda lihat sebelum mulai menggunakannya:

  • Cobalah untuk menggunakan sinyal konfluens, karena ini akan membantu Anda untuk mendapatkan sinyal yang lebih presisi. Gunakan indikator teknikal lain atau alat gambar untuk memperkuat strategi Anda;
  • Gunakan parameter secara bawaan (default). Walaupun cukup menggoda untuk bermain dengan setelan, direkomendasikan untuk menggunakan setelan bawaan, karena sudah dibuat demikian oleh manusia di balik indikator ini, John Bollinger. Mengubah periode dan deviasi dapat menuntun kepada hasil-hasil yang tidak dapat diprediksi;
  • Tunggu candle untuk tutup sebelum membaca sinyal. Harap diingat bahwa bentuk candle dapat berubah dan solusi terbaiknya adalah menunggu mereka untuk tutup sebelum membaca sinyal;
  • Perhatikan di mana candle tutup. Jika ini terjadi di dalam pita setelah candle menabrak salah satu batasnya, hal ini dapat menjadi sinyal pembalikan arah, sementara jika tutup di luar indikator, hal ini dapat mengindikasikan bahwa tren berlanjut;
  • Dengan beralih ke jangka waktu yang lebih pendek, Anda akan mendapatkan sinyal lebih cepat. Rekomendasi ini secara khusus untuk para trader opsi digital.

Pro dan Kontra Penggunaan Indikator Bollinger Band

BB memiliki banyak kelebihan, dan kami akan menyoroti beberapa yang paling menarik sebagai berikut:

  • Indikator ini sangat baik untuk memeriksa volatilitas saat ini;
  • Indikator dapat digunakan untuk berbagai jenis aset, termasuk forex, kripto, saham, logam, dll.;
  • Anda dapat menerapkannya saat trading opsi digital, CFD, dan kontrak lainnya;
  • BB sangat baik untuk menemukan titik-titik masuk dalam banyak situasi.

Terkait kekurangannya, sebagai berikut:

  • BB jarang digunakan sendirian. Anda perlu menerapkan alat lain untuk menemukan titik masuk yang lebih baik;
  • BB merupakan indikator lagging (tertinggal), yang berarti kebanyakan sinyal muncul terlambat. Karenanya, Anda berisiko kehilangan beberapa kesempatan. Untungnya, Anda memiliki cukup banyak alat analisis teknikal lainnya untuk menjadikan trading Anda lebih menguntungkan.

Kesimpulan

Bollinger Band, atau BB, merupakan indikator teknikal terkenal yang dibuat oleh Bapak John Bollinger, yang terkenal dengan hasil tradingnya. Alat ini memungkinkan Anda untuk melihat volatilitas pasar saat ini termasuk arah pergerakan harganya.

Dengan BB, para trader dapat menemukan titik masuk yang baik, namun mereka perlu mengerjakan strateginya untuk mendapatkan sinyal yang lebih presisi. Kebanyakan trader menerapkan tambahan indikator atau cukup menggunakan bantuan metode analisis candle untuk meningkatkan hasil mereka.

FAQ / Pertanyaan Umum

Apa yang Dilakukan Bollinger Band?

Ini merupakan indikator volatilitas yang memungkinkan Anda untuk memantau seberapa aktif harga sebuah aset dalam momen tertentu. Lebih lanjutnya, BB memungkinkan Anda untuk memahami arah tren.

Seberapa Efektif Indikator Bollinger Band?

Indikator ini sangat populer di kalangan trader, yang berarti mereka mengapresiasi efektivitasnya. Bagaimanapun, jangan dilupakan bahwa tidak ada indikator yang 100% dapat diandalkan.

Apa Kelemahan Bollinger Band?

Indikator ini tidak hanya memiliki kelebihan tapi juga beberapa kekurangan. Secara khusus, indikator ini lagging (ketinggalan), yang menjadikan sinyalnya muncul sedikit lebih belakangan.

Apakah Bollinger Band Bagus untuk Intraday Trading?

Ya, tentu. Indikator ini bagus untuk banyak strategi, termasuk untuk intraday.

Penulis
Bagikan
Direkomendasikan
Anda berhasil berlangganan ke newsletter