09 Jun, 2024

Indikator ADX dalam Trading: Bagaimana Cara Mengendalikan Garis

Dasar-dasar indikator ADX: Bagaimana cara menggunakannya dalam trading
Dasar-dasar indikator ADX: Bagaimana cara menggunakannya dalam trading

ADX merupakan singkatan dari Average Directional Index. Indikator ini dikenal karena kapabilitasnya mengukur tren atau pergerakan harga yang terarah. Indikator ini menggunakan average true range dan juga moving average untuk menampilkan keadaan pasar saat ini. Tidak seperti kebanyakan indikator teknikal, yang satu ini tidak dapat digunakan untuk mendefinisikan sinyal pasar. Ini diterapkan oleh para trader kebanyakan untuk menyaring sinyal. Jika Anda mau lebih banyak informasi tentang alat analisis teknikal ini, baca artikel ini.

Bagaimana Cara Menggunakan Indikator ADX

Menambahkan indikator ADX ke platform Binolla
Menambahkan indikator ADX ke platform Binolla

Untuk mulai menggunakan indikator ADX pada platform Binolla, Anda perlu menyelesaikan langkah-langkah berikut:

  1. Masuk akun Binolla Anda. 
  2. Menuju bagian Alat dengan mengklik ikon di bagian atas layar.
  3. Pilih “Osilator” di menu vertikal bagian kiri.
  4. Klik “ADX” di situ, dan indikator akan segera muncul pada grafik.

Formula Indikator ADX

Formula untuk kalkulasi indikator Average Directional Index (ADX) melibatkan beberapa langkah. Cari tahu penjelasannya di bawah:

  1. Kalkulasi True Range (TR): True Range merepresentasikan jarak terjauh di antara tiga nilai: high (harga tertinggi) saat ini dikurangi low (harga terendah) saat ini, nilai absolut dari high saat ini dikurangi close (harga penutupan) sebelumnya, dan nilai absolut dari low saat ini dikurangi close sebelumnya. TR dikalkulasi untuk setiap periode.
  2. Haluskan True Range: Untuk menghaluskan True Range, sebuah moving average biasanya diterapkan. Pendekatan paling umum adalah menggunakan metode Wilder’s Smoothing (Penghalusan Wilder), yang melibatkan kalkulasi exponential moving average (EMA) periode 14 dari True Range.
  3. Kalkulasikan Directional Movement (DM): Directional Movement ditentukan dengan mengalkulasi directional movement positif (+DM) dan directional movement negatif (-DM). +DM merupakan nilai absolut dari high saat ini dikurangi high sebelumnya, sementara -DM merupakan nilai absolut dari low sebelumnya dikurangi low saat ini. Jika tidak ada dari kedua nilai ini yang lebih besar dari nol, maka +DM dan -DM ditentukan sebagai nol.
  4. Haluskan Directional Movement: Mirip dengan True Range, Directional Movement biasanya dihaluskan menggunakan metode Wilder’s Smoothing. EMA periode 14 dikalkulasi untuk +DM dan -DM.
  5. Kalkulasikan Directional Indicator (+DI dan -DI): Directional Indicator merepresentasikan rasio dari nilai-nilai Directional Movement yang dihaluskan ke nilai-nilai True Range yang dihaluskan. +DI dikalkulasi dengan membagi smoothed +DM (+DM yang dihaluskan) dengan smoothed True Range (True Range yang dihaluskan) dan mengalikan hasilnya dengan 100. -DI dikalkulasi dengan cara yang mirip namun dengan menggunakan smoothed -DM.
  6. Kalkulasikan Directional Index (DX): Directional Index dikalkulasi dengan mengambil nilai absolut dari perbedaan antara +DI dan -DI, dibagi dengan penjumlahan dari +DI dan -DI, dan mengalikan hasilnya dengan 100. Nilai ini merepresentasikan kekuatan dari tren saat ini.
  7. Haluskan Directional Index: Akhirnya, Directional Index dihaluskan menggunakan moving average. EMA periode 14 biasa digunakan untuk mengalkulasi Average Directional Index (ADX) itu sendiri.
  8. Nilai ADX yang dihasilkan merepresentasikan kekuatan dari tren. Semakin tinggi nilai ADX mengindikasikan tren yang semakin kuat, sementara nilai yang semakin rendah mengisyaratkan tren yang semakin lemah atau semakin tidak terdefinisi. Para trader sering menggunakan nilai ADX di atas 25 sebagai batas untuk menentukan kehadiran tren yang signifikan.

Bagaimana Cara Menggunakan Indikator ADX dalam Day Trading dengan Opsi Digital

Hal pertama yang harus Anda ingat sebelum menerapkan ADX dalam grafik Anda adalah bahwa indikator ini kurang penting untuk opsi digital. Indikator membekali Anda dengan informasi tentang kekuatan dan arah tren. Anda dapat mencari sinyal titik masuk dengan indikator ini, namun lebih baik mengonfirmasinya dengan alat lain.

Mengetahui tentang tren saat ini dapat berguna bagi para trader opsi digital, karena membuka posisi trading sepanjang arah pergerakan harga utama lebih aman daripada trading melawannya. Apa pun itu, beberapa partisipan pasar menggunakan sistem trading melawan tren (counter-trend) dan melakukannya secara sukses. Jadi, menggunakan ADX dapat merintangi mereka dalam membuat keputusan pasar yang sesuai.

Bagaimana Cara Menggunakan Indikator: Saran

Walaupun ADX tidak membekali Anda dengan titik masuk yang baik, Anda masih dapat menerapkannya dalam rutinitas trading Anda. Beberapa trader menemukannya sangat berguna, khususnya ketika mereka mencari kesempatan trading jangka menengah dan panjang terkait dengan Forex atau saham. Jadi, akan menjadi ide bagus untuk mengetahui bagaimana cara membaca ADX.

Garis utama indikator ADX menunjukkan kekuatan dari pergerakan tren. Garis +DI dan -DI membantu para trader menyoroti arah dari pergerakan harga.

Menetapkan Kekuatan Tren

Menentukan kekuatan tren dengan indikator ADX
Menentukan kekuatan tren dengan indikator ADX

ADX merupakan garis yang bertanggung jawab untuk mendefinisikan kekuatan tren. Dipercaya bahwa ketika di bawah 20, tren sedang lemah atau tidak ada tren sama sekali. Ketika di atas 20, pergerakan harga saat ini memperoleh kekuatannya.

Contoh di atas menampilkan cara kerjanya. Harga sedang dalam tren turun dan garis ADX berada di atas 20 dalam kebanyakan waktu, yang memungkinkan Anda untuk mengasumsikan bahwa tren akan berlanjut.

Catatan Penting: 

Beberapa trader secara salah mengasumsikan bahwa garis merah mengindikasikan arah dari pergerakan harga. Sebagaimana dapat Anda lihat dalam contoh kami, garisnya tinggi, namun tren bergerak turun.

Ketika garis kembali di bawah 20, tren selesai sebagaimana digantikan oleh yang datar.

Trading sideways dengan indikator ADX
Trading sideways dengan indikator ADX

Dalam contoh di atas Anda dapat melihat bahwa harga bergerak sideways dan garis merah dari indikator ADX di bawah 20.

Menetapkan Arah Tren dengan ADX

Terlepas dari menggunakan indikator untuk mengevaluasi kekuatan tren, Anda juga dapat menerapkannya dengan cara yang sama dalam sistem trading Anda untuk mendefinisikan arah tren saat ini. Garis +DI dan -DI dapat digunakan untuk tujuan ini. Sistem ini bekerja secara mirip dengan persilangan MA (moving average crossover).

Menemukan arah tren dengan indikator ADX
Menemukan arah tren dengan indikator ADX

Gambar di atas menunjukkan kepada Anda sistem klasik berdasarkan indikator ADX. Ketika +DI (hijau) menyeberangi -DI (putih) dan bergerak lebih tinggi, Anda dapat mengharapkan harganya bergerak naik. Inilah di mana Anda dapat menerapkan strategi persilangan/crossover. Para trader dapat membeli kontrak Lebih Tinggi di saat terjadinya persilangan semacam itu.

Bagaimanapun, lebih baik untuk menggunakan sinyal lain yang akan memberitahukan kepada Anda tentang tren yang akan datang. Jika Anda memperhatikan grafik, Anda akan melihat pola hammer di sana, persis di awal dari keseluruhan pergerakan naik.

Ini dapat menjadi sinyal Anda untuk membeli aset opsi digital, Forex, atau saham. Jika Anda menggunakan strategi hammer ini dan membeli kontrak Lebih Tinggi, Anda tidak lagi memerlukan ADX karena posisi trading sudah ditempatkan, semua yang Anda perlukan hanyalah menunggu hingga datangnya kedaluwarsa.

Para trader Forex atau saham, pada gilirannya, masih memerlukan ADX untuk melihat kapan directional movement/pergerakan terarah selesai untuk menemukan titik keluar. Ketika -DI menyeberangi +DI dari bawah, tren cenderung untuk berbalik arah, yang berarti Anda dapat menutup posisi long Anda. Anda juga harus melihat ADX. Jika di bawah 20, pergerakan harga saat ini sudah usai.

Menentukan tren turun dengan indikator ADX
Menentukan tren turun dengan indikator ADX

Sinyal kebalikannya muncul ketika -DI menyeberangi +DI dari bawah. Dalam hal ini, Anda mendapatkan sebuah sinyal jual yang jelas. Para trader opsi digital dapat membeli kontrak Lebih Rendah, sementara para trader FX atau saham dapat bertransaksi short. Bagaimanapun, triknya di sini adalah para trader opsi digital dapat masuk ke pasar setelah pola Shooting Star dan cukup memantau jika sinyal tersebut dikonfirmasi oleh indikator ADX (terkadang konfirmasi ini dapat datang bahkan setelah perdagangan ditutup).

Para trader Forex atau saham, pada gilirannya, dapat menjual setelah candle Shooting Star tutup. Mereka masih memerlukan ADX untuk melihat apakah directional movement/pergerakan terarah akan berlanjut dan seberapa kuat tren tersebut.

Garis merah ADX bertanggung jawab terhadap kekuatan tren
Garis merah ADX bertanggung jawab terhadap kekuatan tren

Ada satu lagi hal penting yang harus Anda ketahui tentang ADX sebelum mulai menggunakannya. Garis merah, yang bertanggung jawab untuk menampilkan kekuatan tren, tidak bekerja dengan baik sepanjang waktu. Garis ini dapat memberikan Anda informasi yang salah, seperti dalam kasus yang ditunjukkan dalam contoh di atas. Ini dapat terjadi ketika tren berubah secara instan.

Di sini Anda dapat melihat bahwa harga memiliki momentum arah bawah yang kuat. Bagaimanapun, bagian ADX dari indikator (garis merah) bergerak turun, yang dapat diinterpretasikan sebagai kelemahan dari tren. Ini diakibatkan fakta bahwa garis sedang bongkar muatan setelah mencapai puncak dalam tren naik. Jadi, jika Anda melihat peralihan tajam dalam arah pergerakan tren, Anda harus bergantung pada indikator lainnya.

Hal lain untuk diperhatikan ketika Anda trading dengan indikator ADX adalah bahwa ini merupakan alat analisis teknikal yang lagging (ketinggalan). Hal ini berarti bahwa sinyal akan datang terlambat, dan terkadang Anda kehilangan bagian dari pergerakan. Jadi, lebih baik mencari titik masuk menggunakan alat lain dan melihat ADX sekadar untuk mengonfirmasi saran-saran Anda.

Rekomendasi Indikator ADX

Berikut beberapa rekomendasi ketika menggunakan indikator ADX:

  • Mengonfirmasi kekuatan tren: Gunakan indikator ADX untuk menentukan kekuatan tren. Semakin tinggi nilai ADX (biasanya di atas 25) mengisyaratkan tren yang semakin kuat, meningkatkan kecenderungan kelanjutan. Mengonfirmasi kekuatan tren dapat membantu mengidentifikasi titik masuk atau keluar potensial.
  • Mengombinasi dengan indikator-indikator lainnya: Pertimbangkan penggunaan indikator ADX dalam konjungsi dengan indikator teknikal lain untuk memperkaya analisis Anda. Contohnya, mengombinasi ADX dengan moving average atau osilator seperti Relative Strength Index (RSI) dapat memberikan konfirmasi tambahan dari kekuatan tren atau pembalikan arah potensial.
  • Mengidentifikasi perubahan tren potensial: Lihat divergensi di antara harga dan indikator ADX. Jika harga menciptakan higher high (harga tertinggi yang lebih tinggi), namun ADX menciptakan lower high (harga tertinggi yang lebih rendah), ini dapat mengindikasikan pelemahan tren dan pembalikan tren potensial. Divergensi dapat bertindak sebagai tanda peringatan diri dari kemungkinan perubahan dalam arah pasar.
  • Menggunakan persilangan/crossover ADX: Perhatikan persilangan di antara garis-garis +DI (indikator arah positif) dan -DI (indikator arah negatif). Ketika +DI menyeberang di atas -DI, dapat memberikan sinyal tren bullish, sementara persilangan pada arah sebaliknya dapat mengindikasikan tren bearish. Sebagai tambahan, perhatikan penyeberangan ADX di atas 25, karena dapat mengisyaratkan penguatan tren.
  • Menyesuaikan setelan untuk kerangka waktu yang berbeda: Periode standar indikator ADX biasanya 14. Bagaimanapun, Anda dapat bereksperimen dengan setelan yang berbeda untuk menyesuaikannya dengan gaya trading dan kerangka waktu Anda. Periode yang lebih pendek, seperti 7 atau 10, dapat memberikan sinyal yang lebih sensitif untuk trading jangka pendek, sementara periode yang lebih panjang, seperti 20 atau 30, lebih cocok untuk mengidentifikasi tren yang lebih panjang.

Ingat untuk menggunakan indikator ADX sebagai bagian dari analisis komprehensif dan pertimbangkan strategi manajemen risiko bersamaan dengan faktor-faktor teknikal atau fundamental lainnya ketika mengambil keputusan trading.

Pro dan Kontra ADX

Temukan kelebihan dan kekurangan penggunaan indikator ADX di bawah:

Pro Indikator ADX:

  • Presentasi Grafis Sederhana: ADX secara visual langsung apa adanya, menjadikannya mudah bagi para trader untuk menginterpretasikannya.
  • Interpretasi Jelas: Indikator memberikan pesan dan sinyal yang jelas tentang kekuatan tren.
  • Sedikit Parameter untuk Dikonfigurasi: ADX membutuhkan penyesuaian parameter yang minimal.

Kontra Indikator ADX:

  • Sinyal-sinyal Berkualitas yang Lebih Lemah pada Interval yang Lebih Rendah: Pada kerangka waktu yang lebih pendek (untuk maksud pengujian), ADX dapat menghasilkan sinyal yang lebih lemah.
  • Mengecualikan Tren Sideways: ADX lebih tidak efektif di saat kondisi pasar sideways atau yang terbatas jangkauannya.

Ingat bahwa walaupun ADX menguantifikasi kekuatan tren, tidak mengindikasikan arah tern. Para trader sering menggunakan pembacaan di atas 25 untuk mengidentifikasi tren yang kuat cocok untuk strategi trading berdasarkan tren. Sebaliknya, ketika ADX di bawah 25, strategi trading berdasarkan tren sering dihindari. Harap diingat bahwa tidak ada satu pun indikator yang sempurna, dan mengombinasi ADX dengan alat lain dapat memperkaya keputusan trading Anda.

Akhir Kata

ADX lebih merupakan alat analisis teknikal yang memungkinkan Anda untuk memperhatikan tren saat ini dan bahkan mengukur kekuatannya. Ketika menerapkannya dalam strategi Anda, Anda dapat menemukan banyak informasi bermanfaat, namun Anda harus menyadari kekurangan alat analisis teknikal ini.

FAQ / Pertanyaan Umum

Mulai trading dengan indikator ADX. Cari tahu lebih banyak tentang alat analisis teknikal ini
Mulai trading dengan indikator ADX. Cari tahu lebih banyak tentang alat analisis teknikal ini

Apa itu indikator ADX?

Average Directional Index (ADX) merupakan alat analisis teknikal yang digunakan untuk mengukur kekuatan tren pasar.

Bagaimana indikator ADX dikalkulasi?

Indikator ADX dikalkulasi dengan menghaluskan data harga untuk menentukan pergerakan terarah/directional movement, mengalkulasi indikator arah/directional indicator yang positif dan negatif (+DI dan -DI), dan kemudian mengalkulasi garis ADX berdasarkan hubungan di antara indikator-indikator tersebut.

Apa yang diindikasikan oleh nilai ADX?

Nilai ADX mengindikasikan kekuatan dari tren. Semakin tinggi nilai ADX mengisyaratkan tren yang semakin kuat, sementara semakin rendah nilai ADX mengisyaratkan tren yang lemah atau bimbang.

Bagaimana indikator ADX diinterpretasi?

Para trader dapat menginterpretasi indikator ADX dengan melihat nilainya dan hubungannya dengan garis-garis lainnya. ADX yang menanjak mengisyaratkan penguatan tren, sementara ADX yang jatuh mengisyaratkan pelemahan tren. Sebagai tambahan, arah dari garis-garis +DI dan -DI dapat memberikan gambaran lebih lanjut tentang arah potensial dari tren.

Penulis
Bagikan
Direkomendasikan
Anda berhasil berlangganan ke newsletter