27 Mar, 2024

Indikator Moving Average: Informasi Dasar, Strategi, Rekomendasi

Dasar-dasar moving average: jenis-jenis, cara menambahkan, macam-macam strategi
Dasar-dasar moving average: jenis-jenis, cara menambahkan, macam-macam strategi

Moving average (MA) merupakan indikator teknikal umum yang digunakan oleh jutaan trader di seluruh dunia dalam berbagai bentuk. Beberapa di antaranya menerapkan taktik moving average murni, sementara yang lainnya menggunakan variasi indikator ini dengan alat teknikal lainnya termasuk Envelope, Bollinger Band, Ichimoku Cloud, dan banyak lagi.

MA, singkatan dari moving average, memungkinkan Anda untuk membangun banyak strategi dari bermacam-macam jenis. Tergantung pada tujuan trading Anda, Anda dapat dengan mudah mendefinisikan tren pasar atau bergerak lebih jauh dan menemukan titik-titik masuk. Lebih lanjutnya, Anda dapat menerapkannya secara terpisah atau secara kombinasi dengan alat analisis teknikal lainnya. Dengan membaca artikel ini, Anda akan belajar lebih banyak tentang MA dan fitur-fiturnya. Anda dapat menggunakan semuanya jika mulai trading bersama Binolla.

Apa itu Moving Average?

Sederhananya, moving average merupakan garis yang merata-ratakan harga pada periode tertentu. Sebagai contoh Anda mengambil periode 14, maka Anda akan melihat garis yang dikalkulasi untuk 14 candle-candle sebelumnya atau 14 hari ke belakang jika Anda menggunakan jenis grafik apa pun.

Jenis-jenis Moving Average

Kebanyakan trader menggunakan simple moving average (SMA), karena memberikan banyak informasi berguna mengenai harga dan situasi saat ini pada grafik. Bagaimanapun, terdapat banyak jenis lain MA yang dapat Anda coba dalam strategi Anda. Temukan penjelasan mendetail tentang variasi paling populer di bawah.

Simple Moving Average atau SMA

Jenis indikator trading moving average ini didasarkan pada kalkulasi sederhana (sesuai namanya). Idenya adalah mengambil periode tertentu dan menghitung rata-ratanya. Rumus untuk indikator ini sebagai berikut:

MA = Harga-harga untuk Nilai Periode/Total Nilai Periode

Kalkulasi dilakukan untuk setiap candle baru. Karenanya, garis berubah setelah setiap candle baru tutup.

Contoh di atas menunjukkan bagaimana penampilan SMA. Sebagaimana dapat Anda lihat, garisnya bergerak ke bawah dan ke atas harga, memungkinkan Anda untuk melihat tren.

Weighted Moving Average atau WMA

Dalam jenis moving average ini, pembobotan (weight) dapat dikaitkan terhadap setiap titik dalam kalkulasi. Sebagai contoh, jika WMA mengandung sepuluh entri data, maka unsur terdekat akan dikalikan dengan sepuluh, kesembilan dengan sembilan, kedelapan dengan delapan, dan seterusnya. Selanjutnya, jumlahnya akan dihitung dan dibagi dengan n(n+1)/2

Exponential Moving Average atau EMA

Jenis moving average ini digunakan untuk saat-saat terjadi lonjakan harga mendadak (price spike). Exponential moving average (EMA) memberikan pembobotan lebih pada harga yang paling akhir. Akibatnya, EMA memiliki keunggulan dari SMA karena memungkinkan Anda untuk melihat kinerja terkini.

Untuk menghitung EMA, gunakan formula sebagai berikut:

EMA = ((Harga penutupan – EMA dari periode sebelumnya)*pengali) + EMA dari periode sebelumnya.

Triangular Moving Average atau TMA

Data dalam jenis moving average ini diperhalus dua kali. Untuk menghitung TMA Anda perlu menghitung SMA lebih dulu, lalu cukup hitung rata-rata SMA dalam periode tersebut.

Bagaimana Cara Mengatur Periode Moving Average

Salah satu pertanyaan terpenting dari para trader pada diri sendiri sebelum menerapkan moving average adalah periode yang digunakan.

Periode Apa yang Dipakai Saat Menggunakan Moving Average

Ketika Anda menerapkan moving average dalam grafik, Anda akan menghadapi dilema tentang periode mana yang digunakan. Sebelum mengubah nilainya, Anda perlu memahami cara kerjanya. Sebuah periode merupakan jumlah candle yang akan diikutsertakan dalam perhitungan. Karenanya, jika nilai lebih besar yang digunakan, akan lebih banyak candle diikutsertakan dalam perhitungan, sementara jika digunakan periode lebih rendah, maka lebih sedikit candle yang diikutsertakan.

Mengatur periode memiliki dampak langsung terhadap apa yang akan Anda lihat dalam grafik. Jika Anda menambah jumlah candle, Anda akan melihat MA menjadi lebih halus. Pengaturan ini akan mengabaikan beberapa fluktuasi harga dan pembalikan arah, namun akan memperjelas gambaran umum dari tren. 

Gambar di atas menunjukkan tampilan SMA periode 50. Seperti yang Anda lihat di sini, terdapat beberapa koreksi di sisi atas selama tren naik, namun garisnya hampir lurus dengan reaksi minor terhadap perubahan-perubahan harga tersebut.

Ketika Anda melihat lebih dekat dengan SMA 20, akan tampak menjadi lebih “fleksibel” dan mengulangi kontur pergerakan harga. Bagaimanapun, ketika menggunakan jenis MA ini, Anda masih mendapatkan gambaran arah pergerakan harga. 

Bagaimana Cara Memilih Periode MA?

Sekarang Anda telah melihat beberapa contoh MA dengan berbagai periode, kami akan memberikan beberapa rekomendasi untuk Anda tentang cara memilih yang tepat untuk strategi Anda. Berikut beberapa petunjuk yang dapat diperhatikan ketika mengatur periode:

Pertimbangkan gaya trading Anda. Ketika memilih periode MA yang tepat, Anda perlu mempertimbangkan gaya trading Anda. Jika Anda akan membuka posisi jangka panjang, adalah lebih baik untuk mengatur periode antara 50 hingga 200. Ini akan memungkinkan Anda untuk mendapatkan gambaran umum tren jika Anda ingin menahan (hold) aset untuk beberapa bulan. Bagaimanapun, ketika trading opsi digital atau menggunakan strategi intraday, Anda dapat mengatur periode antara 5 hingga 20;

Volatilitas merupakan aspek penting lainnya untuk dipertimbangkan ketika memilih periode MA. Jika Anda melakukan trading aset dengan volatilitas tinggi, Anda mungkin tertarik mengatur periode yang lebih rendah, karena Anda akan melihat tepian dan lereng pada grafik dan bertransaksi terhadapnya. Ketika berhadapan dengan aset yang lebih sedikit volatilitasnya, direkomendasikan untuk mengambil periode yang lebih tinggi untuk mendapatkan kesempatan dalam mendefinisikan tren jangka panjang;

Ketika memilih periode, Anda juga melihat data historis dan memperhatikan bagaimana kinerja MA sepanjang waktu dengan berbagai periode. Ini akan membantu Anda mengatur jumlah candle yang diikutsertakan dalam perhitungan;

Kombinasikan MA dengan berbagai periode. Beberapa strategi dapat mensyaratkan penambahan MA dari berbagai periode;

Pertimbangkan risiko. Sementara MA yang lebih pendek menghasilkan lebih banyak titik masuk dan sinyal, MA jenis ini juga memberikan banyak sinyal palsu. Di sisi lain, dengan MA yang lebih panjang, Anda akan mendapatkan sinyal lebih sedikit, namun juga akan menjadi lebih dapat diandalkan.

Sekarang Anda telah mempelajari beberapa rekomendasi mengenai cara memilih periode, mari lihat beberapa ide dalam menggunakan MA dengan berbagai periode:

MA periode 10 dan 20 biasanya digunakan untuk menunjukkan support dan resistance dinamis untuk pergerakan harga jangka pendek yang kuat;

MA periode 50 sangat baik untuk memberikan informasi mengenai tren jangka menengah. Selain itu MA periode ini tidak bereaksi terhadap tarikan-tarikan kecil, yang memungkinkan para trader jangka menengah untuk menahan (hold) posisi mereka lebih lama;

MA periode 100 biasanya digunakan untuk tren jangka panjang. MA periode ini mengabaikan tarikan-tarikan jangka pendek yang memungkinkan para trader untuk fokus pada pergerakan harga yang mayor;

MA periode 200 juga menyoroti tren jangka panjang yang meliputi hampir satu tahun trading (yang mana sekitar 250 hari).

Trader opsi digital biasanya menggunakan MA dengan periode 10 atau 20, sementara para trader FX dan saham dapat menerapkan periode mana pun sesuai gaya trading mereka.

Bagaimana Cara Menerapkan Moving Average di Platform Binolla

Binolla memungkinkan Anda untuk menggunakan satu atau beberapa MA dari berbagai periode. Anda dapat dengan mudah menambahkannya ke dalam grafik dengan menyelesaikan langkah-langkah sebagai berikut:

Buka platform dan klik pada ikon Peralatan di bagian atas layar.

Gerakkan kursor ke bagian kiri layar dan pilih Indikator Tren di situ.

Dalam menu drop down, pilih Moving Average.

Setelah menyelesaikan langkah terakhir, indikator akan muncul dalam grafik. 

Sekarang Anda telah menambahkan indikator, Anda dapat mengatur beberapa fitur penting. Secara khusus, Anda dapat mengubah periodenya, jenis MA, mengatur warna dan ketebalan garis. Jika Anda tidak lagi memerlukan MA, Anda dapat menghapusnya dari grafik.

Buat Apa Moving Average Biasanya Digunakan?

Terdapat dua fitur utama indikator ini yang para trader perlu ketahui sebelum menerapkannya. Pertama, MA memungkinkan para trader mendefinisikan arah harga pasar saat ini. Ketika harga berfluktuasi di bawah MA dan MA mengarah ke bawah, Anda dapat mengatakan bahwa sedang terjadi tren turun. Bagaimanapun, jika harga berada di atas MA dan garisnya mengarah ke atas, tren naik sedang berkembang.

Fitur lain saat menggunakan indikator ini adalah perannya sebagai support/resistance dinamis dan garis tren. Dengan fitur ini, para trader dapat mengidentifikasi titik-titik masuk atau merencanakan di mana tempat untuk keluar dari pasar jika harga berubah arah.

Strategi Dasar MA

MA dapat diterapkan dalam berbagai strategi, dan jumlahnya dibatasi oleh fantasi dan imajinasi Anda. Bagaimanapun, terdapat beberapa yang mendasar dan dapat Anda pelajari serta terapkan setelah membaca artikel ini. Yang pertama dikenal dengan crossover (persilangan).

Strategi Persilangan MA

Jenis strategi ini dapat digunakan oleh segala macam trader, terlepas aset trading apa yang digunakan. Strategi ini cocok untuk opsi digital, forex, saham, kripto, logam, dll. Idenya adalah untuk menerapkan dua MA dengan periode berbeda (kami gunakan periode 10 dan 20 dalam contoh).

Ketika terjadi persilangan di bawah harga dan kedua garis mengarah atas (menuju bagian atas layar), maka Anda dapat membeli opsi digital Lebih Tinggi atau membeli sebuah aset. Jika persilangan terjadi di atas harga dan kedua garis bengkok arah bawah, Anda dapat membeli kontrak Lebih Rendah dalam opsi digital atau menjual aset.

Strategi Pita (Ribbon)

Berikut ini merupakan strategi yang lebih kompleks di mana Anda perlu menerapkan beberapa MA ke dalam grafik. Semua MA ini dalam berbagai periode dan warna sehingga Anda dapat mengidentifikasi titik-titik masuk potensial.

Gambar di atas menunjukkan cara trading dengan taktik ini. Terdapat lima MA dengan periode antara 10 sampai 50. Ketika mereka saling bersilangan satu sama lain dan mulai mengarah ke atas dengan jarak yang sama di antara mereka dan dalam urutan tertentu (dari yang pendek ke yang panjang), tren ke atas sedang berkembang, dan Anda dapat membeli dan menahan (hold) aset untuk beberapa waktu (sampai MA-MA tersebut saling bersilangan satu sama lain kembali).

Di sisi lain, setelah kejadian saling bersilangan dari semua MA ketika mereka berada di atas harga dan mengarah ke bawah, Anda dapat menjual aset dan menahan (hold) sampai MA bertemu kembali satu sama lain.

Harap diingat bahwa strategi ini tidak cocok untuk opsi digital karena tidak memberikan titik masuk yang jelas.

Pro dan Kontra Menggunakan Moving Average dalam Trading

MA memiliki banyak kelebihan, karena merupakan indikator universal dengan banyak fitur. Selain itu, Anda dapat menciptakan banyak strategi dengan menerapkannya ke dalam grafik dan lebih banyak lagi jika dikombinasi dengan indikator atau grafik lain. Bagaimanapun, mengetahui kelebihan dan kekurangan indikator ini sangat penting. Berikut beberapa pro penggunaan MA dalam rutinitas trading Anda:

  • Anda dapat dengan mudah mendefinisikan tren pasar dan menemukan support/resistance, begitu pula dengan garis tren, tanpa usaha atau keahlian lebih banyak. Anda tidak perlu menggambar apa pun pada grafik. Cukup tambahkan MA dan mengatur periode;
  • MA memungkinkan Anda membangun variasi strategi yang dapat digunakan tanpa penambahan alat analisis teknikal apa pun;
  • Indikator ini responsif terhadap semua jenis perubahan, yang berarti Anda tidak perlu menyesuaikannya.

Sementara untuk kekurangannya sebagai berikut:

  • MA hampir tidak berguna dalam pasar sideways. Lebih lanjutnya, MA akan memberikan banyak sinyal palsu ketika harga mengayun bolak-balik. Ketika ini terjadi, solusi terbaik adalah mengabaikan MA dan menambahkan indikator lainnya;
  • MA merupakan indikator lagging (ketinggalan). Ini berarti indikator mengikuti harga, dan Anda tidak bisa mengambil keuntungan dari perubahan tren. Jika Anda mencari perubahan arah (reversal), lebih baik menggunakan indikator momentum.

Kesimpulan

MA merupakan indikator teknikal terkenal yang digunakan para trader selama puluhan tahun. MA memungkinkan Anda untuk menyoroti tren pasar saat ini dan bahkan bertindak sebagai garis support atau resistance tanpa menggambarnya dalam grafik.

Indikator ini sangat populer di kalangan trader, dan banyak alat analisis teknikal lainnya didasarkan padanya atau menggunakan rumus MA untuk memberikan informasi yang bermanfaat bagi para trader. Sebagai contoh, jika Anda mempertimbangkan Bollinger Band atau Envelope, Anda akan melihat bahwa keduanya didasarkan pada konsep MA.

FAQ / Pertanyaan Umum

Jelajahi semua fitur moving average. Pelajari lebih banyak cara menggunakannya dan cara membangun strategi.
Jelajahi semua fitur moving average. Pelajari lebih banyak cara menggunakannya dan cara membangun strategi.

Apa yang Dinyatakan oleh Moving Average kepada Anda?

Indikator ini menyatakan arah pergerakan harga saat ini kepada Anda. Lebih lanjutnya, dengan menerapkannya dalam grafik, Anda dapat dengan jelas melihat garis-garis support dan resistance yang bergerak sepanjang waktu ketika data baru ikut serta.

Bagaimana Cara Perhitungan Moving Average?

Indikator ini dihitung dengan berbagai formula, namun Anda tidak memerlukannya dalam praktik trading Anda karena segalanya sudah diselesaikan secara otomatis. Hal yang diminta dari para trader hanyalah mengatur periodenya.

Apa Perbedaan Antara Moving Average 10 dengan 100?

Perbedaan di antara mereka adalah jumlah candle yang diikutsertakan saat indikator dihitung. MA periode 10 mengikutsertakan hanya 10 candle, sementara MA periode 100 terdiri dari 100 candle.

Apakah Moving Average Indikator yang Baik?

Ya, tentu. Indikator ini menghaluskan fluktuasi harga, memungkinkan Anda untuk melihat gambaran yang jelas dari arah pergerakan harga.

Penulis
Bagikan
Direkomendasikan
Anda berhasil berlangganan ke newsletter