28 Mar, 2024

Indikator Alligator: Bagaimana Cara Menggunakannya dalam Trading

Dasar-dasar indikator Alligator: strategi trading dan konsep utamanya
Dasar-dasar indikator Alligator: strategi trading dan konsep utamanya

Indikator Alligator termasuk dalam kategori tren, yang berarti Anda dapat menggunakannya untuk mengikuti arah pergerakan harga. Alat analisis teknikal ini didesain oleh Bill Williams, seorang trader terkenal AS. Ketika menggunakannya, Anda akan menemukan pergerakan ketika tren baru lahir dan ketika pergerakan harga sampai di titik lelahnya. Dengan membaca artikel ini, Anda akan mempelajari lebih banyak mengenai Alligator dan bagaimana cara menggunakannya dalam trading.

Kenapa Alligator?

Indikator ini dinamai menurut seekor hewan Afrika. Analoginya datang dari bagaimana cara kerjanya dan apa yang Anda dapat lihat dalam grafik ketika menerapkannya. Idenya di sini adalah ketika tidak ada tren dan harga berfluktuasi dalam rentang yang sempit, hewannya tidur. Bagaimanapun, ketika tren mulai tampak naik, alligator bangun dan membuka mulutnya. 

Sebagaimana dapat Anda lihat dalam gambar di atas, indikator ini memiliki dua posisi. Ketika biru, merah, dan hijau terjalin, tidak ada tren dan harga memiliki fluktuasi minor. Bagaimanapun, ketika garis-garis mengambil arahnya dan jarak di antara mereka membuka, Anda dapat mengharapkan harga akan mengambil keputusan mengenai arah tren.

Jika kita kembali ke analogi ini dengan buaya (alligator), fase tidur dimulai ketika garis-garis saling bersilangan. Hewannya tetap tidak bergerak untuk sementara waktu sampai momen ketika garis-garis MA memilih arah dan jarak di antara mereka bertambah. Ini merupakan momen persisnya ketika sebuah tren dimulai. Mereka mengatakan si buaya bangun di titik ini. Si hewan lapar. Ketiga garis menyelaraskan satu sama lain dan bergerak ke arah yang sama, yang mengindikasikan tren yang sedang berlangsung.

Garis-garis Indikator Alligator

Indikator Alligator terdiri dari tiga garis–hijau, merah, dan biru–yang mewakili tiga MA dari periode yang berbeda. Mirip dengan keseluruhan indikator, garis-garis ini memiliki nama puitis masing-masing:

  • Rahang (jaw). Ini merupakan MA paling lambat, dengan periode 13 dan pergeseran 8 bar. Warna garis ini ialah biru;
  • Gigi (teeth). Garis merah ini terletak di tengah dan memiliki periode 8 dengan pergeseran 5 bar maju;
  • Bibir (lips). Ini merupakan MA tercepat dengan periode 5 dan pergeseran 3 bar maju. Garis ini diwarnai hijau.

Sekarang Anda telah mengetahui dasar-dasar indikator, saatnya untuk melihat bagaimana mengaplikasikannya ketika Anda melakukan trading bersama Binolla dan perhatikan bagaimana perilaku alat teknikal ini dalam berbagai situasi yang berbeda.

Bagaimana Cara Menambahkan Alligator dalam Platform Binolla

Untuk mulai menggunakan indikator Alligator, Anda perlu menambahkannya terlebih dahulu ke dalam grafik. Ketika trading dengan Binolla, Anda dapat melakukannya dengan mudah. Berikut panduan cara mengaplikasikan Alligator ke grafik mana pun:

  1. Masuk ke dalam platform dan klik ikon peralatan di bagian atas layar.
  2. Pilih Indikator Tren di bagian kiri layar.
  3. Pilih Alligator ketika menu dropdown terbuka.

Fase-fase Indikator Alligator

Salah satu tujuan utama penggunaan indikator teknikal trend-following ini adalah untuk mendefinisikan keadaan pasar saat ini. Anda dapat melakukannya secara mudah dengan cukup melihat pada grafik.

Contoh di atas sangat ilustratif karena kita memiliki situasi “tidur” yang jelas di sini. Ketiga MA saling terjalin dan harga tidak memiliki arah yang jelas. Fase ini mengindikasikan masa dengan volatilitas dan volume yang rendah. Ketika Anda melihat hal yang semacam pada grafik, Anda dapat menghindari trading jika Anda memburu tren masif.

Bagaimanapun, jika Anda trading opsi digital, saham, atau FX CFD untuk waktu yang lebih singkat seperti intraday atau scalping, Anda bisa mendapat manfaat dari beberapa fluktuasi kecil.

Fase penting indikator berikutnya adalah fase bangun. Setelah masa tidur, garis-garis menyebar dan menjadi lurus. Sehubungan dengan harganya, dapat menembus kisaran di mana ia menetap untuk sementara waktu.

Fase berikutnya dikenal dengan makan. Kita memiliki tren yang sudah berkembang, dan volatilitasnya tertinggi dibandingkan dengan tahap tidur. Fase ini menawarkan banyak kesempatan trading bagi para trader yang menggunakan opsi digital, saham, dan Forex CFD.

Berbagai Strategi dengan Indikator Alligator

Alligator merupakan indikator teknikal yang sangat populer, namun memiliki kelebihan dan kekurangan. Meskipun ini merupakan alat yang sangat kuat, kebanyakan strategi membutuhkan tambahan indikator teknikal untuk melepaskan kekuatan sesungguhnya. Trading hanya dengan Alligator akan membekali Anda dengan tidak ada titik masuk yang jelas.

Strategi sederhana satu-satunya yang dapat Anda gunakan dengan indikator ini tanpa mencampurnya dengan alat analisis teknikal lainnya adalah ketiga “buaya” sedang makan. Anda dapat membeli aset ketika semua garis sedang lurus dan mengarah naik dan menjual ketika garis-garis bergerak turun.

Salah satu strategi paling populer saat trading yang dapat Anda gunakan dengan Alligator adalah menambahkan MACD.

Anda dapat menggunakan kedua indikator untuk menemukan konfluens sinyal dan kemudian bertransaksi. Apakah Anda membeli kontrak opsi digital atau trading saham/CFD, strategi ini dapat menarik untuk Anda. Idenya di sini adalah untuk melihat pada MACD, dan jika histogramnya bergerak di bawah 0 dan kedua MA bergerak arah turun, yang dikonfirmasi dengan indikator Alligator yang juga bergerak turun, maka Anda dapat membeli opsi digital Lebih Rendah atau menjual pasangan mata uang atau saham.

Contoh berikutnya memungkinkan Anda untuk mengevaluasi bagaimana kedua indikator bekerja selama tren naik. Ketika histogram MACD tampak di atas nol dan kedua MA bergerak ke atas, Anda perlu juga memperhatikan Alligator. Ketika semua garis menyebar dan bergerak ke atas, Anda dapat membeli kontrak Lebih Tinggi atau cukup membeli aset.

Strategi lainnya yang dapat Anda gunakan saat trading dengan Alligator adalah menambahkan RSI. Meskipun keduanya berasal dari grup yang berbeda, mereka dapat secara brilian bergerak bersama. Ide di balik strategi ini adalah untuk menemukan momen di mana garis RSI bergerak ke atas dan dalam konfluens dengan indikator Alligator. Jika hal ini terjadi, Anda dapat membeli kontrak Lebih Tinggi atau membeli aset.

Para trader dapat menambahkan alat gambar dan mendapatkan titik masuk yang lebih baik dengan menggunakan Alligator. Sebagai contoh ketika menggunakan garis support dapat menjadi sangat berguna ketika Anda mengaplikasikan indikator ini. Strateginya di sini sangat sederhana. Ketika Anda melihat indikator Alligator dalam fase tidur, Anda menunggu sampai terjadi breakout dari tingkat support. Jika ini terjadi, perhatikan juga Alligator. Jika indikator mulai bangun, Anda dapat membeli kontrak Lebih Rendah atau menjual aset.

Strategi lainnya yang dapat Anda terapkan saat menggunakan Alligator didasarkan pada tingkat resistance. Idenya di sini mirip dengan strategi sebelumnya, tapi kali ini Anda menunggu sampai harga membuat breakout garis bagian atas. Saat hal ini terjadi, perhatikan indikator Alligator. Jika garis-garis menyebar dan mengincar arah ke atas, maka Anda dapat membeli kontrak Lebih Tinggi atau membeli saham/forex.

Alligator dan Manajemen Risiko

Para trader opsi digital memiliki beberapa keunggulan dibandingkan yang lain, karena mereka tidak perlu memikirkan tentang stop loss saat membeli kontrak tertentu. Sementara bagi para trader FX atau saham, mereka perlu menghabiskan waktu dan menghitung jarak antara harga saat ini dengan tingkat stop loss.

Dengan Alligator, Anda tidak perlu menghabiskan banyak waktu untuk kalkulasi tersebut karena Anda dapat menggunakan informasi yang tersedia pada grafik untuk menempatkan perintah protektif tersebut.

Untuk menaruh stop loss ketika membeli aset, Anda cukup melihat indikator dan menemukan area di mana garis-garis saling terjalin. Segera setelah menemukannya, Anda dapat menempatkan stop loss persis di bawah area ini. Untuk kasus-kasus ketika indikator Alligator bergerak ke arah turun, Anda dapat menempatkan stop loss persis di atas garis-garis tersebut saat mereka saling terjalin.

Pro dan Kontra Menggunakan Alligator dalam Trading

Indikator teknikal Alligator merupakan salah satu cara trader untuk mendefinisikan tren pasar saat ini. Lebih lanjutnya, indikator ini memungkinkan para trader untuk melihat di mana tren tersebut di fase permulaan dan fase lelahnya. Walaupun Alligator tampak seperti sistem trading yang lengkap, adalah lebih baik menggunakannya bersama dengan alat analisis teknikal lainnya untuk menemukan titik masuk yang lebih baik. Tercantum di bawah ini kelebihan dan kekurangan utama dari indikator analisis teknikal ini.

Pro Penggunaan Alligator

Ketika trading dengan indikator teknikal ini, Anda dapat mengharapkan manfaat-manfaat sebagai berikut:

  • Alat analisis teknikal ini didesain untuk mendefinisikan tren pada semua jenis pasar;
  • Indikator menunjukkan tingkat-tingkat support dan resistance dinamis;
  • Indikator ini memungkinkan Anda untuk melihat keadaan pasar saat ini;
  • Dengan indikator Alligator, Anda dapat menemukan permulaan dari tren baru;
  • Anda juga dapat menemukan titik-titik keluar ketika trading FX CFD atau saham;
  • Indikator ini memiliki antarmuka yang sangat ramah pengguna dan dapat digunakan oleh profesional dan pemula.

Kekurangannya adalah sebagai berikut:

  • Alligator hampir tidak berguna jika digunakan sendirian. Anda perlu menambahkan beberapa alat lain untuk mengungkap kekuatan sesungguhnya;
  • Ketika menggunakan Alligator, Anda mungkin perlu mengatur ulang parameternya dalam jangka waktu yang berbeda.

Kesimpulan

Indikator Alligator merupakan alat analisis teknikal yang sangat baik yang didesain oleh Bill Williams untuk mendefinisikan tren dan menemukan momen-momen ketika arah pergerakan harga berubah atau keadaan pasar saat ini berubah.

Selain itu, indikator teknikal ini sangat ilustratif karena Anda dapat membaca nilainya dengan mudah pada grafik mana pun bahkan kalau Anda baru dalam trading. Alat analisis teknikal ini dapat diterapkan pada berbagai jenis aset dan instrumen finansial, yang merupakan bukti nyata keunggulan penggunaannya.

FAQ / Pertanyaan Umum

Temukan lebih banyak tentang indikator Alligator dan bagaimana alat analisis teknikal ini bekerja
Temukan lebih banyak tentang indikator Alligator dan bagaimana alat analisis teknikal ini bekerja

Apa itu Indikator Alligator?

Ini merupakan alat analisis teknikal yang didesain oleh Bill Williams untuk membuat perbedaan antara kondisi tren dan kondisi datar/tanpa tren. Dengan menggunakannya, Anda dapat dengan mudah mendefinisikan keadaan pasar saat ini dan melihat momen-momen ketika tren baru dimulai.

Apakah Indikator Alligator Akurat?

Ya, tentu. Indikator teknikal ini memperlihatkan kondisi datar (tanpa tren), dan tren serta termasuk alat terbaik untuk memperhatikan peralihan dari keadaan pasar yang satu ke lainnya. Bagaimanapun, harap diingat bahwa indikator ini didasarkan pada moving average (MA), yang berarti Alligator merupakan indikator lagging dan sinyalnya datang dengan adanya interval.

Bagaimana Cara Kerja Indikator Alligator? 

Ada tiga keadaan. Pertama, ketika harganya mendatar, si buaya (alligator) sedang tidur dan saat ini lebih baik menghindari trading. Kedua, ketika bangun, Anda dapat menambahkan beberapa alat analisis teknikal lainnya untuk menemukan titik-titik masuk. Ketiga, ketika si “hewan” sedang makan, Anda dapat menahan (hold) posisi Anda sampai dia jatuh tertidur kembali.

Apa Jangka Waktu Terbaik untuk Alligator?

Tidak ada jangka waktu terbaik untuk indikator ini karena Anda dapat menggunakannya pada setiap interval yang ada. Bagaimanapun, harap diingat bahwa mungkin Anda perlu mengatur ulang setelan indikator untuk meningkatkan peluang profit Anda.

Social
Recommended
After subscribe