21 Mar, 2024

Membaca Grafik Candlestick Jepang

Grafik candlestick Jepang: dasar-dasar, pola-pola paling populer dan strategi-strategi
Grafik candlestick Jepang: dasar-dasar, pola-pola paling populer dan strategi-strategi

Candlestick Jepang merupakan salah satu teknik penggambaran grafik paling populer masa kini. Teknik ini memberikan banyak informasi kepada para trader mengenai harga saat ini dan bahkan memungkinkan mereka untuk membuat asumsi-asumsi tentang harga masa mendatang. Terlepas dari perannya untuk mengilustrasikan harga, candlestick Jepang menawarkan banyak ragam pola yang dapat digunakan dalam analisis teknikal untuk memprediksi arah pergerakan harga di masa mendatang.

Dengan membaca panduan ini, Anda akan menemukan lebih banyak mengenai cara membaca grafik ini termasuk tentang pola-pola terpopuler yang dapat digunakan untuk memperkirakan fluktuasi harga. Jenis teknik penggambaran ini dapat diterapkan kepada berbagai aset, termasuk saham, forex, kripto, komoditas, dan sebagainya. Artikel ini akan memberikan Anda informasi umum mengenai semua pola paling populer. Jika Anda memerlukan penjelasan detail tentang masing-masing pola, Anda dapat menemukannya dalam panduan pola candlestick yang terpisah. Mereka yang telah siap untuk mulai trading dapat membuat akun mereka di Binolla.

Apa itu Candlestick Jepang?

Dasar-dasar candlestick Jepang: bagaimana cara membaca candlestick Jepang
Dasar-dasar candlestick Jepang: bagaimana cara membaca candlestick Jepang

Sebuah candle Jepang standar merepresentasikan badan vertikal (persegi panjang) dan dua sumbu/buntut di atas dan di bawah badannya. Terdapat dua macam candlebullish dan bearish. Candle bullish biasanya diwarnai hijau, sementara yang bearish diwarnai merah.

Candle bullish mencerminkan situasi di mana harga pembukaan untuk periode tertentu di bawah harga penutupan. Ini berarti bahwa secara umum, harganya telah naik dalam interval waktu tertentu. Perihal candle bearish, harga penutupan di bawah harga pembukaan, yang berarti harganya berkurang pada interval waktu tertentu.

Penjelasan Candle Bullish

Setiap candle Jepang memiliki empat parameter. Untuk yang bullish, tepian bawah badan merupakan harga pembukaan, tepian atas badan merupakan harga penutupan, ujung buntut/sumbu bawah mengindikasikan harga terendah dalam periode tersebut, dan buntut/sumbu atas mengilustrasikan harga tertinggi dalam interval ini. Sebagai contoh, jika digunakan grafik 5-menit, setiap candle mewakili interval lima-menit dan, karenanya, Anda akan melihat harga pembukaan, penutupan, tertinggi, dan terendah dalam periode tersebut.

Penjelasan Candle Bearish

Berbeda dengan candle bullish, yang bearish dibuka lebih tinggi daripada saat ditutup. Karenanya, tepian atas badan mengilustrasikan harga pembukaan, sementara tepian bawah mengindikasikan harga penutupan. Buntut atas candle bearish menunjukkan harga tertinggi dalam periode tersebut, sementara buntut bawah mengindikasikan harga terendah di periode ini.

Contoh Grafik Candlestick Jepang

Contoh grafik candlestick Jepang di platform Binolla
Contoh grafik candlestick Jepang di platform Binolla

Seperti inilah tampilan grafik candlestick Jepang. Sebagaimana dapat Anda lihat, ketika harga bergerak naik, kebanyakan di antaranya merupakan candle hijau (bullish), sementara ketika harga bergerak turun, candle merah (bearish) yang menguasai. Ketika tidak ada arah yang jelas, candle merah dan hijau muncul.

Hal lain yang dapat Anda lihat dalam contoh kami adalah tidak semua candle tampak sama. Hal ini merupakan salah satu kelebihan terbesar jenis grafik ini, karena Anda dapat menggunakan pola-pola tersebut untuk memprediksi fluktuasi harga. Kami akan memberikan informasi kepada Anda mengenai pola-pola candle paling menarik.

Spinning Top

Pola ini merupakan salah satu pola candle satuan paling sering yang dapat Anda temukan dalam grafik hampir setiap hari. Spinning top digambarkan sebagai badan kecil dan buntut panjang pada kedua arahnya.

Candlestick spinning top
Candlestick spinning top

Spinning top menggambarkan pertempuran antara pembeli dan penjual. Sehubungan dengan tren, spinning top selalu menandakan lemahnya tendensi pasar saat ini. Bagaimanapun, tidak berarti bahwa tren berakhir setelah pola ini muncul. Dalam beberapa kasus, spinning top dapat menjadi peristirahatan sebelum pergerakan harga sesuai melanjutkan sesuai arahnya.

Contoh pola spinning top
Contoh pola spinning top

Seperti inilah penampilan spinning top dalam grafik sungguhan. Sebagaimana dapat Anda lihat, ada tren turun lokal, yang diganggu ketika spinning top muncul. Setelahnya, harga berubah haluan dan bergerak ke atas. Karenanya, dalam contoh ini, para trader dapat membeli kontrak Lebih Tinggi atau membeli pasangan mata uang (pair) saat trading Forex CFD.

Marubozu

Jika harga tertinggi dan terendah pada periode tertentu sama dengan harga pembukaan dan penutupan, pola tersebut dikenal sebagai Marubozu.

Pola candlestick Marubozu
Pola candlestick Marubozu

Jika Anda lihat contoh kami ini, kedua candle tersebut tidak memiliki buntut. Sehubungan dengan Marubozu bullish, ini berarti para pembeli mendominasi selama interval waktu tersebut, sementara yang merah berarti kebalikannya (penjual lebih kuat daripada pembeli)

Berbeda dengan spining top, Marubozu merupakan sinyal kekuatan bullish atau bearish yang jelas, sesuai dengan warna candle.

Contoh pola Marubozu
Contoh pola Marubozu

Dalam contoh ini, kita melihat Marubozu bearish, yang tidak memiliki buntut sama sekali. Ini merupakan sinyal bagi trader bahwa pergerakan ke bawah cenderung akan berlanjut. Karenanya, Anda dapat membeli kontrak Lebih Rendah atau menjual pasangan mata uang. Selain itu, jika Anda sudah masuk di pasar, Anda dapat bertahan pada posisi lebih lama, karena diperkirakan harga akan cenderung turun lagi.

Doji

Pola ini tampak sangat akrab bagi mereka yang telah memeriksa spinning top karena juga memiliki buntut yang panjang. Bagaimanapun, berbeda dengan spinning top, Doji tidak memiliki badan sama sekali, yang berarti harga pembukaan sama dengan harga penutupan.

Candlestick Jepang doji
Candlestick Jepang doji

Terdapat empat macam Doji yang dapat Anda temukan pada grafik:

  • Kedua kaki panjang dan badan terletak di sekitar bagian tengahnya;
  • Doji Gravestone tidak memiliki kaki bawah;
  • Doji Dragonfly tidak memiliki kaki atas;
  • Doji Four-price sama sekali tidak memiliki kaki.

Mirip dengan spinning top, Doji merupakan pola ketidakpastian, dan dalam banyak hal dapat dianggap sebagai sinyal pembalikan arah.

Contoh pola doji
Contoh pola doji

Dalam contoh di atas kita memiliki Doji bearish dua-kaki klasik yang terbentuk setelah tren naik lokal singkat. Dalam kasus ini, harga berbalik arah setelah Doji. Karenanya para trader dapat menggunakan situasi ini seturut kemauannya dan membeli kontrak Lebih Rendah atau menjual pasangan mata uang.

Hammer dan Inverted Hammer

Pola hammer dan inverted hammer
Pola hammer dan inverted hammer

Ini merupakan pola candle yang paling populer. Hammer memiliki buntut panjang, yang biasanya lebih panjang daripada badannya, sementara badannya kecil. Hammer klasik tidak memiliki buntut atas sama sekali; bagaimanapun, sehubungan dengan grafik, Anda juga dapat menemukan Hammer dengan buntut atas kecil.

Terkait dengan Inverted Hammer, mereka adalah gambar terbalik dari Hammer standar, yang berarti mereka memiliki buntut panjang di atas dan badan kecil di bawah, sementara buntut bawahnya kecil, namun Inverted Hammer klasik tidak memiliki buntut bawah sama sekali.

Contoh trading dengan hammer
Contoh trading dengan hammer

Hammer merupakan pola pembalikan arah. Mereka terbentuk di bagian bawah pasar setelah tren turun. Hammer standar berarti harga cenderung mengakhiri pergerakan ke arah bawah dan kemungkinannya akan berubah haluan ke atas. Karenanya, ketika pola ini muncul di grafik, Anda dapat membeli kontrak Lebih Tinggi atau membeli pasangan mata uang.

Contoh trading dengan inverted hammer
Contoh trading dengan inverted hammer

Sehubungan dengan Inverted Hammer, mereka didasarkan pada ide yang sama mengenai pembalikan arah pasar. Ketika pola ini muncul, tren turun sebelumnya kemungkinan akan berakhir, dan tren naik kemungkinan akan mulai. Sebagai hasilnya, Anda dapat membeli kontrak Lebih Tinggi atau membeli pasangan mata uang.

Shooting Star dan Hanging Man

Pola candlestick Shooting Star
Pola candlestick Shooting Star

Hanging Man dan Shooting Star merupakan pola pembalikan arah yang timbul di bagian atas tren naik. Hanging Man tampak mirip dengan Hammer dan Shooting Star merupakan kembaran Inverted Hammer. Sementara Hammer dan Inverted Hammer muncul di tingkat support, Shooting Star dan Hanging Man timbul di tingkat resistance.

Contoh trading dengan Shooting Star
Contoh trading dengan Shooting Star

Gambar di atas menampilkan kedua pola di tempat yang sama, yang kadang terjadi. Yang pertama adalah Shooting Star, dan dilanjutkan dengan Hanging Man. Sebagaimana telah disebutkan, keduanya merupakan pola pembalikan arah; karenanya Anda dapat membeli kontrak Lebih Rendah setelah Shooting Star atau menjual pasangan mata uang. 

Bullish Engulfing dan Bearish Engulfing

Bullish Engulfing dan Bearish Engulfing
Bullish Engulfing dan Bearish Engulfing

Semua pola yang telah disebutkan di atas didasarkan pada candle Jepang satuan. Bagaimanapun terlepas dari yang lain, terdapat pula model dua dan bahkan tiga candle. Engulfing merupakan salah satu di antaranya.

Bullish Engulfing muncul setelah tren turun. Candle pertama dalam model dua candle ini harus bearish, dan yang kedua harus bullish. Sesuai nama pola, yang kedua “engulf” (menelan) yang pertama, yang berarti badannya lebih besar.

Terkait dengan Bearish Engulfing, ini merupakan pola kebalikan dari yang bullish. Kita memiliki dua candle, yang pertama bullish dan yang kedua bearish. Kondisi kunci lainnya untuk pola ini adalah candle bearish harus “engulf” (menelan) candle bullish.

Contoh bullish Engulfing
Contoh bullish Engulfing

Mari lihat grafik ini. Dalam contoh di atas, Anda dapat melihat Bullish Engulfing klasik, yang timbul pada tingkat support. Setelah tren turun lokal berakhir, pola ini menunjukkan bahwa harga kemungkinan akan berbalik arah ke atas. Karenanya, Anda dapat membeli kontrak Lebih Tinggi atau membeli pasangan mata uang.

Binolla Blog Image - Membaca Grafik Candlestick Jepang 17
Contoh bearish Engulfing

Bearish Engulfing, di sisi lain, muncul di tingkat resistance dan memprediksi akhir tren naik lokal, sebagaimana ditampilkan dalam contoh kita. Hasilnya, Anda dapat membeli kontrak Lebih Rendah atau menjual pasangan mata uang setelah timbulnya candle bearish.

Harami

Pola Harami
Pola Harami

Pola Harami klasik merupakan dua candle, di mana yang kedua “ditelan” oleh yang pertama. Model ini memiliki banyak kesamaan dengan Engulfing, sebagai copy terbalik. Dalam Harami bearish, Anda mendapatkan candle pertama bearish dengan badan yang lebih panjang dan candle kedua bullish dengan badan lebih kecil, yang “ditelan” oleh candle bearish.

Terkait dengan pola Harami bullish, candle pertama bullish memiliki badan lebih panjang dan candle kedua bearish “ditelan” oleh candle bullish.

Contoh pola bearish Harami
Contoh pola bearish Harami

Harap diingat bahwa Harami klasik kebanyakan ditemukan di saham, di mana gap sering terjadi. Dalam contoh di atas, kita memiliki satu macam Harami, di mana candle bearish ditelan sepenuhnya oleh yang bullish. Bagaimanapun, ketika berbicara Forex, pola jenis ini dapat menjadi jarang ditemukan dalam grafik karena volume perdagangan yang lebih tinggi.

Jika Anda melihat Harami bearish ini, Anda dapat merencanakan untuk membeli kontrak Lebih Rendah atau menjual pasangan mata uang. 

Contoh pola bullish Harami
Contoh pola bullish Harami

Ada satu lagi jenis Harami yang meliputi satu candle standar dan satu Doji. Kombinasi ini dikenal dengan Harami Silang (Harami Cross). Ini memiliki makna yang sama untuk pasar, sebagaimana ide dari model ini untuk menunjukkan bahwa tren sebelumnya akan berakhir dan yang baru akan mulai. Dalam contoh di atas, Anda dapat melihat Harami Silang bullish setelah tren turun lokal. Para trader dapat membeli kontrak Lebih Tinggi atau membeli pasangan mata uang dalam situasi ini.

Tweezer

Pola Tweezer
Pola Tweezer

Tweezer atau Twin (Kembar) merupakan pola candle paling jarang dengan dua candle yang identik menghadap berbagai arah. Tweezer bullish timbul setelah tren turun. Pola ini terdiri dari candle bearish, yang identik atau hampir identik dengan bullish setelahnya. Salah satu kondisi kunci pola ini adalah kedua candle harus memiliki buntut di bawah dengan panjang sama, yang berarti harga terendahnya adalah sama.

Terkait dengan Tweezer bearish, mereka adalah refleksi kebalikan dari yang bullish, dengan candle bullish dan bearish berukuran sama dan buntut yang sama panjang. Pada gilirannya, menyentuh harga tertinggi yang sama.

Contoh Tweezer dalam trading
Contoh Tweezer dalam trading

Tweezer klasik sangat langka, namun Anda dapat menemukannya dalam grafik, Anda dapat menggunakannya karena merupakan pola yang sangat kuat. Dalam contoh kita, kita mendapatkan satu pola, yang sangat dekat dengan Tweezer klasik, namun candle bullish di sini memiliki buntut di bawah, sementara yang bearish tidak ada. Bagaimanapun, pola ini dapat dianggap sebagai Tweezer dengan ide untuk membeli kontrak Lebih Rendah atau menjual pasangan mata uang.

Morning Star dan Evening Star

Morning Star dan Evening Star
Morning Star dan Evening Star

Ini adalah pola yang terdiri dari tiga candle yang memungkinkan Anda untuk menemukan tempat-tempat dalam grafik di mana harga cenderung untuk berbalik arah. Morning Star timbul di tingkat support. Pola ini mulai dengan candle merah besar yang masih merupakan kelanjutan dari tren turun sebelumnya. Kemudian muncul spinning top kecil, yang menunjukkan ketidakpastian pasar dan mendemonstrasikan bahwa bull datang untuk bermain. Candle berbadan panjang berikutnya memberikan konfirmasi pembalikan arah.

Sehubungan dengan Evening Star, ini adalah refleksi kebalikan dari Morning Star dengan candle pertama bullish berbadan panjang, spinning top, dan candle bearish berbadan panjang, yang memberikan konfirmasi permulaan tren baru.

Contoh pola Evening Star
Contoh pola Evening Star

Contoh di atas menampilkan Evening Star, pola yang memprediksi akhir tren bullish dan pembalikan arah pasar. Jika Anda melihat pola ini selama riset pasar Anda, Anda dapat membeli kontrak Lebih Rendah ketika candle merah berbadan panjang tutup.

Three White Soldiers dan Three Black Crows

Three White Soldiers dan Three Black Crows
Three White Soldiers dan Three Black Crows

Three White Soldiers merupakan pola pembalikan arah lainnya yang terbentuk setelah tren turun. Pola ini meliputi tiga candle yang harus sesuai dengan kondisi-kondisi berikut:

  1. Yang pertama boleh memiliki badan kecil dan buntut di kedua arahnya;
  2. Yang kedua harus berukuran lebih besar;
  3. Yang ketiga harus setidaknya sama besar dengan yang kedua, dengan buntut kecil atau tanpanya sedikit pun.

Harap diingat bahwa ketiga candle harus berwarna sama hijau, yang berarti semuanya harus bullish.

Perihal Three Black Crows, ini merupakan pola kebalikan Three White Soldiers dengan kondisi berikut:

  1. Candle pertama harus kecil, dengan buntut di kedua arahnya;
  2. Yang kedua berukuran lebih besar;
  3. Yang ketiga harus setidaknya berukuran sama dengan yang kedua, dengan buntut kecil atau tanpanya sedikit pun.
Contoh Three White Soldiers dalam trading
Contoh Three White Soldiers dalam trading

Contoh di atas menunjukkan bagaimana pola bullish bekerja. Kita memiliki tiga candle setelah tren bearish, yang sesuai dengan semua kondisi Three White Soldiers. Karenanya, ketika Anda temukan yang semacam ini pada grafik, Anda dapat merencanakan membeli kontrak Lebih Tinggi atau membeli pasangan mata uang.

Contoh Three Black Crows
Contoh Three Black Crows

Dalam situasi di atas, kita memiliki tren naik lokal, yang telah diakhiri dan terdapat tiga candle yang sesuai dengan kondisi pola Three Black Crows. Anda dapat membeli kontrak Lebih Rendah ketika candle yang ketiga tutup, atau cukup jual pasangan mata uang.

Trading dengan Pola-pola Candlestick Jepang: Tips dan Rekomendasi

Sebelum menggunakan analisis teknikal jenis ini dalam rutinitas trading Anda, perlu Anda perhatikan rekomendasi-rekomendasi berikut:

  • Senantiasa definisikan tingkat support dan resistance sebelum menerapkan pola candle tertentu. Beberapa pola seperti Hanging Man dan Hammer tampak mirip, namun mereka harus dibaca secara berbeda. Hammer memprediksi kemungkinan tren naik, sementara Hanging Man menyatakan kemungkinan harga untuk turun.
  • Hindari pola-pola candle tanpa mengetahui rilis makroekonomi yang sebentar lagi keluar. Walaupun analisis candlestick Jepang merupakan strategi andal untuk diikuti, rilis data penting dapat mematahkan bahkan pola yang paling kuat dan paling jelas.
  • Identifikasi keadaan pasar saat ini. Pola-pola candlestick Jepang bergantung pada kondisi pasar saat ini. Contohnya jika Anda mempertimbangkan Hammer, pola ini muncul setelah tren turun. Karenanya Anda perlu menemukan tren pasar sebelumnya.
  • Cari konfirmasi. Meskipun metode analisis ini independen, sebaiknya tetap menambahkan beberapa strategi tambahan untuk konfirmasi sinyalnya, contohnya seperti menerapkan indikator RSI untuk konfirmasi pembalikan arah.

FAQ / Pertanyaan Umum

Binolla Blog Image - Membaca Grafik Candlestick Jepang 29
Jelajahi dasar-dasar candlestick Jepang dan pelajari lebih banyak mengenai jenis-jenis utamanya

Apa itu Candlestick Jepang?

Candlestick Jepang merupakan jenis grafik yang menampilkan pergerakan harga aset dalam satu periode waktu. Mereka terdiri dari badan dan dua buntut yang menunjukkan harga pembukaan, penutupan, tertinggi, dan terendah dalam setiap interval waktu.

Apa saja jenis pola candlestick utama?

Pola-pola candlestick merupakan formasi dari satu atau lebih candle yang mengindikasikan kemungkinan arah pasar di masa mendatang. Terdapat banyak macam pola candlestick, namun beberapa yang paling umum adalah pola pembalikan arah, pola kelanjutan, dan pola keraguan.

Apa itu pola pembalikan arah?

Pola pembalikan arah (reversal) merupakan pola candle yang memberikan sinyal perubahan dari tren yang sedang berlangsung. Sebagai contoh, pola pembalikan arah bullish mengindikasikan bahwa harga akan bangkit setelah tren turun, sementara pola pembalikan arah bearish menunjukkan bahwa harga dapat terjun setelah tren naik.

Apa itu pola kelanjutan arah?

Pola kelanjutan arah (continuation) merupakan pola candle yang memberikan konfirmasi kelanjutan dari tren yang sedang berlangsung. Sebagai contoh, pola kelanjutan bullish menunjukkan bahwa harga cenderung akan tetap bangkit dalam tren naik, sementara pola kelanjutan bearish mengindikasikan bahwa harga cenderung tetap jatuh dalam tren turun.

Penulis
Bagikan
Direkomendasikan
Anda berhasil berlangganan ke newsletter