Breakouts vs Fakeouts dalam Trading Opsi Biner

Hampir setiap trader opsi biner yang trading dengan breakout (penjebolan) telah mengalami fakeout (breakout palsu) ketika harga menembus level kunci namun kemudian kembali ke bawah atau atasnya, memberikan kerugian. Trading breakout merupakan strategi yang sangat bagus dan bisa diandalkan, namun untuk bisa sungguh mendapatkan manfaat darinya, Anda harus memahami bagaimana menyaring sinyal-sinyal yang jelas. Dengan membaca artikel ini, Anda akan belajar lebih banyak tentang breakout dan fakeout serta bagaimana cara menghindari yang disebut belakangan ini dalam sesi-sesi trading Anda.
Contents
- 1 Memahami Breakout
- 2 Mulai Menggunakan Breakout dan Fakeout dalam Trading Bersama Binolla
- 3 Tipe-tipe Breakout dalam Opsi Biner
- 4 Fakeout: Dasar-dasar Breakout Palsu dalam Trading Opsi Biner
- 5 Perbedaan Penting Antara Breakout dan Fakeout
- 6 Contoh Pengambilan Keputusan
- 7 Pengujian Kembali dalam Trading Opsi Biner
- 8 Strategi-strategi Trading untuk Breakout dan Fakeout
- 9 Manajemen Risiko untuk Trading Breakout dan Fakeout
- 10 Kesimpulan
- 11 FAQ / Pertanyaan Umum
- 11.1 Bagaimana saya bisa menentukan jika breakout ini sungguhan sebelum terjadinya?
- 11.2 Apakah aset-aset tertentu lebih rentan terhadap fakeout daripada lainnya?
- 11.3 Kerangka periode waktu berapa yang terbaik untuk trading breakout dalam opsi biner?
- 11.4 Bagaimana menangani peristiwa-peristiwa rilis berita ketika trading breakout?
- 11.5 Indikator apa yang paling membantu untuk membedakan breakout dari fakeout?
- 11.6 Bisakah saya trading secara profit breakout dan fakeout?
- 11.7 Apa satu kesalahan paling umum yang dilakukan para trader dengan breakout dan fakeout?
Memahami Breakout

Sebuah breakout (penjebolan / penembusan) merupakan situasi pasar ketika harga menembus ke atas level resistance atau ke bawah garis support dan bergerak lebih lanjut dalam arah terpilih. Ide daripada trading breakout itu sederhana. Anda cukup tunggu harga menjebol ke atas suatu level dan kemudian membeli sebuah kontrak dalam arah yang benar. Misalnya, jika harga bergerak ke atas level resistance, Anda membeli kontrak Lebih TInggi, sementara jika bergerak ke bawah support, Anda membeli kontrak Lebih Rendah.
Fitur-fitur Kunci daripada Breakout
Agar bisa memahami apakah sebuah breakout terjadi, para trader profesional sering menggunakan beberapa kriteria penting. Fitur-fitur ini membantu mereka menghindari breakout palsu dan meningkatkan jumlah trading yang profit:
- Konfirmasi volume. Ini merupakan salah satu cara paling bisa diandalkan untuk konfirmasi sebuah breakout. Ketika volume meningkat selama breakout, peluangnya bahwa pergerakan akan berlanjut meningkat.
- Konfirmasi RSI. Indikator-indikator momentum seperti RSI sering menunjukkan bacaan di atas 70 ketika breakout terjadi. Ini tidak berarti sebuah trading harus mencari pembalikan arah atau koreksi. Ingat, indikator dapat bertahan dalam zona ini untuk waktu yang lama.
- Penembusan bersih melalui level-level. Harga biasanya bergerak kuat melampaui level-level dan tidak hanya menyentuhnya. Pergerakan ini bisa setidaknya 1-2% melampaui level.
Tipe-tipe Breakout dalam Opsi Biner
Breakout merupakan istilah yang umum untuk berbagai macam situasi pasar tergantung konteksnya. Di sini Anda bisa temukan semua tipe terpopuler breakout yang mungkin terjadi:
- Breakout keberlanjutan tren (trend continuation). Ini terjadi selama fase konsolidasi dari sebuah tren. Ketika pergerakan arah naik sedang berkembang, harga mungkin beristirahat untuk sementara waktu, membentuk koridor konsolidasi. Ketika garis resistance dipatahkan, arah naik berlanjut.
- Breakout dalam suatu rentang harga (range). Konteksnya sederhana: harga bergerak tanpa arah yang jelas antara garis-garis support dan resistance. Pada titik tertentu, harga menembus ke atas resistance atau ke bawah support.
- Breakout pembalikan arah (reversal). Ketika tren berbalik arah, harga menembus garis tren dan mulai bergerak ke arah yang berlawanan.
Fakeout: Dasar-dasar Breakout Palsu dalam Trading Opsi Biner

Fakeout atau whipsaw (cambukan) muncul ketika harga bergerak melampaui sebuah level namun kemudian kembali ke level sebelumnya. Apakah Anda trading opsi biner atau pun CFD, fakeout menghancurkan. Dalam opsi biner, setelah Anda menempatkan posisi trading, tidak ada yang bisa disesuaikan. Karenanya, Anda hanya akan memantau harga bergerak ke arah yang berlawanan.
Bagaimana Fakeout Terbentuk
Adalah sangat penting untuk menyaksikan bagaimana fakeout terjadi untuk memahami bagaimana cara menghindarinya. Jadi, berikut pedoman langkah demi langkah yang memberitahukan cerita tentang bagaimana fakeout terbentuk:
- Breakout awal. Semuanya bermula seperti breakout yang normal. Harga mendorong terus melalui level kunci, sering ditemani dengan semburan volume.
- Keyakinan palsu. Harga bergerak sedikit melampaui level, yang menjadikan para trader berpikir bahwa breakout sedang terbentuk.
- Retraksi / retracement. Harga bergerak menuju level yang dipatahkan, yang awalnya tampak seperti pengujian kembali yang normal.
- Pembalikan arah sepenuhnya. Harga bergerak kembali melalui level, melanjutkan dalam arah yang berkebalikan.
- Gelombang stop loss. Ketika harga bergerak kembali, stop loss terpicu bagi partisipan pasar mayor dan pergerakan arah yang berlawanan terakselerasi.
Mengapa Fakeout Terjadi
Para trader institusional dan para partisipan pasar finansial mayor sering mendorong harga melampaui level-level hanya demi memicu stop loss dari para trader ritel. Stop-stop ini memberikan likuiditas bagi para pemain yang lebih besar untuk masuk posisi pada harga yang lebih baik.
Alasan lainnya untuk fakeout terjadi adalah pengumuman ekonomi atau berita yang tidak diharapkan. Hal ini menambahkan volatilitas dan likuiditas, dan harga mungkin berubah arahnya bahkan setelah breakout yang tampak sangat jelas.
Celah likuiditas juga dapat menghasilkan fakeout, dengan jumlah order yang relatif kecil yang bisa mendorong harga melalui sebuah level, menciptakan fakeout.
Perbedaan Penting Antara Breakout dan Fakeout
Agar menjadi lebih jelas, kami telah menyiapkan tabel spesial yang mengungkapkan perbedaan kunci antara breakout dan fakeout.
| Karakteristik | Breakout | Fakeout |
| Volume | Secara signifikan meningkat dan bertahan tinggi | Tajam awalnya dan kemudian kembali ke level normalnya |
| Price Action | Penembusan yang jelas dengan jarak melampaui level | Tipis melalui level atau nyaris melampauinya |
| Durasi | Pergerakan yang bertahan dalam arah breakout | Berbalik arah dalam waktu pendek (sering hitungan menit atau jam) |
| Indikator Momentum | Mendukung pergerakan yang berarah | Menunjukkan divergensi atau momentum yang melemah |
| Konteks Pasar | Terjadi dengan kondisi pasar keseluruhan yang menunjang | Sering muncul selama pasar sideways atau volatilitas rendah |
| Perilaku Pengujian Kembali | Bertahan di atas resistance sebelumnya (support yang baru) | Menembus kembali melalui level secara cepat |
| Profil Volume | Volume meningkat pada bar yang breakout | Volume berkurang pada kelanjutannya |
| Pasar yang Lebih Luas | Selasar dengan sektor/aset yang bersaudara | Divergensi dari perilaku pasar yang lebih luas |
| Probabilitas Kesukesan | 65-80% keberlanjutan | 20-35% keberlanjutan |
| Strategi Trading Optimal | Keberlanjutan momentum dengan kedaluwarsa yang lebih lama | Posisi trading pembalikan arah dengan kedaluwarsa lebih singkat |
Contoh Pengambilan Keputusan
Sebelum trading dengan breakout yang potensial, para trader harus mempertimbangkan beberapa pertanyaan.
- Apakah tren yang lebih luas selaras? Sebuah breakout memiliki probabilitas lebih tinggi ketika selaras dengan tren yang lebih luas.
- Apa yang ditunjukkan oleh volume? Para trader harus memantau volume bukan hanya pada momen breakout itu sendiri.
- Adakah sinyal-sinyal yang saling konflik? Periksa apa yang dikatakan indikator-indikator Anda. Jika RSI bergerak ke atas 70 selama breakout arah naik namun kemudian indikatornya bergerak turun, maka lebih baik untuk menghindari trading breakout semacam ini.
- Berapa jauh jarak penembusannya? Jika harga bergerak sekitar 1-2% melampaui level, maka peluangnya untuk breakout meningkat.
- Bagaimana waktunya? Breakout-breakout tersebut yang muncul pada jam-jam pertama dari sesi lebih bisa diandalkan.
Pengujian Kembali dalam Trading Opsi Biner
Salah satu cara untuk membedakan antara breakout dan fakeout adalah menunggu terjadinya pengujian kembali (retest). Para trader sering menunggunya untuk bergabung dengan langkah berikutnya daripada sebuah tren setelah sebuah breakout. Ketika Anda trading dengan breakout arah naik, harga sering bergerak kembali ke level ini untuk pengujian kembali. Jika harga memantul dan melanjutkan arah naiknya, maka Anda bisa beli kontrak Lebih Tinggi.
Bagi fakeout, jika harga bergerak ke bawah level ini dan berlanjut menurun, maka Anda bisa beli kontrak Lebih Rendah. Dalam opsi biner, Anda bisa menggunakan prinsip ini dengan menunggu breakout untuk terjadi dan menaruh posisi trading persis pada momen ketika Anda melihat pantulan yang jelas.
Strategi-strategi Trading untuk Breakout dan Fakeout

Sekarang mari lihat lebih dekat pada bagaimana cara trading breakout. Dalam contoh pertama ini, Anda bisa melihat bahwa harga menembus ke atas SMA50, yang merupakan garis resistance dinamis. Dalam kasus spesifik ini, Anda perlu menunggu kandil breakout untuk tutup. Lalu Anda bisa beli kontrak Lebih Tinggi. Sebagaimana bisa Anda lihat, harga terus bergerak lebih lanjut.

Strategi selanjutnya adalah trading fakeout. Ya, beriringan dengan breakout, Anda bisa trading fakeout. Dalam kasus spesifik ini, Anda cukup tunggu untuk kandil kedua tutup. Sebagaimana bisa Anda lihat, ada buntut di bagian atas, yang berarti para penjual mengambil kendali. Harga bergerak semakin rendah kemudian. Beli kontrak Lebih Rendah ketika kandil tutup di bawah SMA50.

Strategi lainnya adalah trading dengan harga yang menembus ke bawah level support atau ke atas level resistance selama harga dalam suatu rentangan (range). Dalam contoh yang ini, Anda bisa melihat bahwa harga bergerak ke bawah support. Ini merupakan strategi breakout melewati jangkauan yang klasik di mana Anda beli kontrak Lebih Rendah persis setelah kandil breakout tutup.
Manajemen Risiko untuk Trading Breakout dan Fakeout
Para trader jangan pernah lupa tentang manajemen risiko, strategi apa pun yang digunakan. Berikut beberapa aturan penting yang harus Anda ikuti ketika trading dengan pendekatan ini:
- Penentuan ukuran posisi. Jangan lupakan untuk menentukan berapa banyak yang siap Anda taruh dalam risiko per posisi trading sebelum Anda membeli kontrak opsi biner. Aturan klasik menyatakan bahwa Anda jangan pernah menaruh dalam risiko lebih dari 1-2%. Secara umum, kami tidak menyarankan trading dengan lebih dari 10% daripada total saldo Anda.
- Pembagian trading. Bukannya masuk dengan ukuran posisi penuh, bagilah jumlahnya dan tempatkan dalam beberapa posisi trading. Yang pertama persis setelah breakout dan yang berikutnya setelah adanya pengujian kembali.
- Pemilihan kedaluwarsa. Ketika trading breakout, Anda harus memahami bahwa momentumnya pendek. Karenanya, adalah lebih baik untuk menggunakan kedaluwarsa yang lebih singkat seperti 1 menit atau 5 menit.
Kesimpulan
Menguasai perbedaan antara breakout dan fakeout adalah penting karena ini memungkinkan Anda untuk secara lebih baik membaca situasi pasar saat ini dan menempatkan posisi-posisi trading dengan peluang menang yang lebih tinggi. Selain itu, ini akan memberikan Anda lebih banyak kesempatan trading karena menghindari fakeout tidak berarti Anda tidak bisa menggunakannya sebagai sinyal trading. Dengan menunggu pengujian kembali, mengecek volume, dan mencari konfirmasi, Anda memiliki peluang yang lebih baik untuk membedakan antara keduanya dan, jadinya, Anda bisa berekspektasi level profitabilitas yang lebih tinggi.
FAQ / Pertanyaan Umum
Bagaimana saya bisa menentukan jika breakout ini sungguhan sebelum terjadinya?
Pertama, Anda harus memperhatikan volume akumulasi. Juga, Anda bisa melihat Bollinger Band, dengan garis-garisnya mengetat, yang mengisyaratkan breakout sungguhan. Hindari breakout yang terbentuk pada sentuhan pertama suatu level.
Apakah aset-aset tertentu lebih rentan terhadap fakeout daripada lainnya?
Ya, aset-aset dengan likuiditas lebih rendah lebih rentan terhadap breakout, sebagaimana bahkan volume kecil bisa menyebabkan pergerakan harga yang kuat. Misalnya, jika Anda trading beberapa pasang mata uang eksotis seperti USD/MEX, Anda bisa berekspektasi lebih banyak breakout daripada Anda trading EUR/USD.
Kerangka periode waktu berapa yang terbaik untuk trading breakout dalam opsi biner?
Tidak ada satu kerangka periode waktu terbaik untuk trading breakout. Semuanya tergantung pada strategi Anda. Misalnya, jika Anda menggunakan strategi jangka pendek, maka kerangka periode waktu terbaik Anda akan pada 1 menit.
Bagaimana menangani peristiwa-peristiwa rilis berita ketika trading breakout?
Beberapa berita dan rilis data pasar bisa menyebabkan pergerakan harga satu arah yang signifikan. Jadi pertama, Anda perlu membiarkan pasar mencerna, lalu trading dengan pergerakan yang kedua, yang mana lebih bijak dan lebih konsisten.
Indikator apa yang paling membantu untuk membedakan breakout dari fakeout?
Para trader sering menggunakan RSI, Bollinger Band, dan ATR untuk menemukan breakout dan fakeout. ATR membantu untuk mengidentifikasi rentangan rata-rata, sementara dengan RSI Anda bisa mencari divergensi yang tersembunyi dan yang standar.
Bisakah saya trading secara profit breakout dan fakeout?
Ya, Anda tidak perlu skip fakeout dan hanya trading breakout. Ini akan memberikan Anda lebih banyak kesempatan trading karena keduanya sering terjadi dalam pasar finansial.
Apa satu kesalahan paling umum yang dilakukan para trader dengan breakout dan fakeout?
Para trader sering masuk segera pada peristiwa penembusan tanpa menunggu pengujian kembali. Pergerakan awal merupakan momen paling berbahaya untuk memencet tombol. Kesabaran menunggu pengujian kembali dan konfirmasi sinyal dapat meningkatkan tingkat profitabilitas.
