Pasar Bersiap Menerima Data Inflasi AS Seiring Guncangan Energi Membayangi Prospek ke Depan

Pasar finansial global memulai minggu ini dengan penurunan serius seiring perang antara AS dan Israel di satu sisi dan Iran di sisi lainnya berlanjut. Bagaimanapun, Presiden AS menyebutkan di hari Senin bahwa beliau siap untuk mengangkat beberapa restriksi minyak bumi dari negara-negara yang diberikan sanksi demi menstabilkan pasar minyak bumi dan meredam perkiraan inflasi. Sekadar mengingatkan, data inflasi AS akan dirilis di hari Rabu. CPI YoY diprediksi meningkat dari 2,4% menjadi 2,5%, yang dapat mencegah The Fed mengambil langkah-langkah penurunan suku bunga agresif dalam waktu dekat.
Nilai harga minyak bumi masih menjadi faktor risiko utama minggu ini. Ketegangan di Timur Tengah dapat menyebabkan disrupsi pasokan minyak bumi yang serius dan mendorong inflasi global semakin tinggi. Badan Energi Internasional (IEA – International Energy Agency) mendiskusikan rilis daripada cadangan minyak bumi demi menunjang keseimbangan pasar energi. Hal ini mendukung pertumbuhan selera risiko dalam jangka waktu dekat. Bagaimanapun, untuk periode yang lebih lama, langkah-langkah ini tidaklah cukup karena cadangan terbatas, dan jika Selat Hormuz ditutup berbulan-bulan, harga minyak bumi bisa melonjak ke atas $150 per barel.
Perekonomian AS terus menunjukkan sinyal campuran. Aktivitas-aktivitas manufaktur dan jasa masih kuat sebagaimana kedua indeks ini sedang di atas 50, dengan level separasi mengindikasikan ekspansi dari kontraksi. Bagaimanapun, situasi di pasar tenaga kerja masih kompleks, dengan tingkat pengangguran bertumbuh dan ketenagakerjaan melemah. Hal ini akan memberikan cukup tekanan terhadap The Fed. Bagaimanapun, dengan inflasi masih di atas target The Fed, bank sentral ini mungkin terpaksa mengambil keputusan sulit.
Nilai inflasi yang lebih kuat daripada ekspektasi akan mendorong Dolar AS semakin tinggi sebagaimana berbagai ekspektasi penurunan suku bunga selanjutnya oleh The Fed akan tertunda. Di sisi lain, data inflasi yang lebih lemah dari AS dapat meningkatkan tekanan jual terhadap Dolar AS sebagaimana The Fed akan bebas untuk masuk lebih cepat.
Contents
- 1 EUR/USD: Risiko-risiko Geopolitik Terus Menekan Euro
- 2 Gunakan Ide-ide Trading Ini Bersama Binolla!
- 3 GBP/USD: Pound Masih Tertekan di Tengah Turbulensi Global
- 4 Minyak Bumi Mentah WTI: Risiko Pasokan Bertumbuh Seiring Ketegangan Timur Tengah Menguat
- 5 Emas (XAU/USD): Minat Safe-Haven Menyeimbangkan Kekuatan Dolar
EUR/USD: Risiko-risiko Geopolitik Terus Menekan Euro

Euro berupaya mencapai 1,1700 setelah gap yang signifikan di hari Senin seiring selera risiko yang muncul. Secara umum, mata uang ini didukung oleh komentar-komentar dan data terkini dari Eurozone, menunjukkan bahwa ECB cenderung tidak akan melakukan penyesuaian apa pun terhadap kebijakan moneter dalam waktu dekat. Di sisi lain, konflik yang sedang berlangsung antara AS dan Iran memberikan tekanan terhadap pasangan mata uang ini karena Dolar AS secara tradisi lebih kuat di masa-masa turbulensi geopolitik.
Tekanan inflasi Eurozone masih tangguh, sementara pertumbuhan ekonomi masih rapuh, yang menjadikannya pilihan sulit bagi Bank Sentral Eropa (ECB – European Central Bank). Bagaimanapun, jika terjadi perubahan tajam apa pun terhadap nilai-nilai yang ada, ECB cenderung akan bertindak sesuai keadaan.
Dari perspektif analisis teknikal, pasangan mata uang ini diperdagangkan persis di bawah pita bagian atas indikator Bollinger Band, dengan pita-pitanya mengarah naik, yang mengonfirmasi tren naik. Para pembeli disarankan masuk di atas 1,1660, menargetkan 1,1700 dan 1,1740. Para penjual bisa bergabung dengan pasar jika nilai harganya jatuh ke bawah 1,1620, menargetkan 1,1580 dan 1,1550.
GBP/USD: Pound Masih Tertekan di Tengah Turbulensi Global

Pound Inggris masih tertekan akibat risiko geopolitik dan inflasi global yang meningkat. Nilai-nilai PDB Inggris baru-baru ini mengecewakan pasar, memperkuat ketakutan bahwa perekonomian sedang kehilangan momentumnya. Tingkat pengangguran mencapai 5,2%, mengindikasikan kelemahan di pasar tenaga kerja.
Inflasi di Inggris, sementara itu, masih pada 3,1%, yang mana masih di atas jangkauan target 2-3%. Dengan inflasi yang naik seperti ini, BoE memiliki ruang lebih sedikit untuk bereaksi terhadap kondisi perekonomian yang melemah dan pasar tenaga kerja yang semakin dingin. Ketegangan antara AS dan Iran bisa memberikan tambahan tekanan inflasi, yang pada gilirannya akan, menjadikannya semakin kompleks bagi Bank of England untuk mengambil keputusan-keputusan kebijakan moneter lebih lanjut.
Dari sudut pandang analisis teknikal, pasangan mata uang ini menguji garis tengah daripada indikator Bollinger Band. Para pembeli bisa masuk di atas 1,3480, menargetkan 1,3550 dan 1,3600. Para penjual bisa masuk persis di bawah 1,3430, menargetkan 1,3350 dan 1,3300.
Minyak Bumi Mentah WTI: Risiko Pasokan Bertumbuh Seiring Ketegangan Timur Tengah Menguat

Harga minyak bumi masih ditunjang oleh ketegangan geopolitik sebagaimana risiko disrupsi pasokan di Timur Tengah masih bertahan. WTI jatuh di hari Senin setelah rencana-rencana IEA diumumkan dan Donald Trump berjanji mempertimbangkan untuk mengangkat beberapa restriksi. Bagaimanapun, semuanya ini merupakan langkah-langkah sementara yang tidak bisa menjebol tren global. Jika Selat Hormuz masih ditutup lebih lama, WTI cenderung membumbung tinggi ke 150 dan bahkan lebih tinggi lagi.
Dari sudut pandang analisis teknikal, WTI menjebol ke atas garis tengah indikator Bollinger Band. Para pembeli bisa masuk di atas 92,20 menargetkan 95 dan bahkan 100. Para penjual bisa masuk di bawah 85 menargetkan 80.
Emas (XAU/USD): Minat Safe-Haven Menyeimbangkan Kekuatan Dolar

Emas masih didukung oleh ketegangan geopolitik ketika sentimen pasar beralih ke mood risk-off. Bagaimanapun, setelah pengumuman hari Senin dari IEA dan Presiden AS, situasi beralih mendukung Dolar.
Dari perspektif analisis teknikal, emas diperdagangkan di bawah pita bagian atas indikator Bollinger Band. Para pembeli bisa melangkah masuk di atas 5.190 menargetkan 5.250 dan 5.270. Ke arah turun, Anda bisa bertransaksi short di bawah 5.150.
