Trump Kembali Jadi Berita Utama: Geopolitik Bersama dengan Makroekonomi akan Berdampak pada Pasar Minggu Ini

Aktivitas geopolitik yang diperbarui daripada presiden AS ini sedang membentuk agenda pemberitaan yang ada sekarang. Setelah penangkapan presiden Venezuela dan memberikan petunjuk tentang beberapa langkah aktif lebih lanjut terkait dengan Greenland, Donald Trump menginisiasi investigasi terhadap Ketua The Fed Jerome Powell terkait dengan biaya renovasi The Fed. Para partisipan pasar memantau ketat bagaimana langkah-langkah ini, bersamaan dengan retorika baru dari Washington, akan berdampak pada berbagai macam aset.
Tuduhan terhadap Ketua The Fed menyulut kembali debat sekitar independensi bank sentral ini dan, karenanya, memberikan tekanan terhadap Dolar Amerika. Tekanan politik apa pun terhadap kebijakan moneter cenderung meningkatkan volatilitas dan melemahkan keyakinan, yang dapat memicu permintaan atas emas dan aset-aset safe-haven lainnya.
Pada bagian makroekonomi, data pasar tenaga kerja AS terkini campur baur, dengan tingkat pengangguran menurun dan non-farm employment dirilis di bawah ekspektasi. Menurut para pejabat FOMC, ketenagakerjaan di AS sedang stabil, namun lapangan kerja baru kebanyakan tercipta di sektor pertanian dan AI.
Data CPI AS akan dirilis hari ini. Para analis berekspektasi inflasi tahunan akan tetap pada 2,7%, yang mana di bawah 3,0%, namun masih membolehkan The Fed untuk bertahan pada pendekatan wait-and-see yang penuh kewaspadaan. Berbagai ekspektasi bahwa FOMC akan menurunkan suku bunga pada pertemuannya di bulan Januari cukup rendah (di bawah 10% menurut FedWatch Tool).
Contents
EUR/USD: Geopolitik Memberikan Tekanan Terhadap EUR
Perkembangan geopolitik terkini mencegah Euro untuk naik lebih tinggi. European Central Bank cenderung menghindari untuk menurunkan suku bunga hingga akhir tahun 2026. Bagaimanapun, faktor pendukung jangka panjang ini tidak menyokong EUR/USD akibat instabilitas dan volatilitas geopolitik.

Pada bagian analisis teknikal, pasangan mata uang ini sedang diperdagangkan dekat dengan garis tengah daripada indikator Bollinger Band, dengan pita tidak memiliki arah pada saat ini. Para trader bisa membeli EUR/USD di atas 1,1670, menargetkan 1,1700 dan 1,1740. Ke arah turun, EUR/USD cenderung mengembangkan tren turun di bawah pita tengah indikator Bollinger Band, menargetkan 1,1620.
GBP/USD: Pound Inggris Mendapatkan Manfaat dari Kebijakan Restriktif
Walaupun mata uang Inggris ini sedang di bawah tekanan melawan Dolar AS, beberapa dukungan datang dari kebijakan yang lebih restriktif dari Bank of England, yang cenderung akan tetap tidak berubah karena nilai inflasi yang semakin tinggi. Para trader juga harus memantau data AS karena dapat memberikan pencerahan tentang fluktuasi harga di waktu yang akan datang.

Dari perspektif analisis teknikal, pasangan mata uang ini sedang diperdagangkan di antara pita atas dan tengah daripada indikator Bollinger Band dengan jarak antar pita semakin melebar, yang berarti volatilitas yang meningkat. Para trader bisa membeli pada 1,3480 menargetkan 1,3550. Target-target di bawah berada pada 1,3430 dan 1,3390.
Minyak Mentah WTI: Komoditas Ini Mendapat Dukungan dari Geopolitik
Kekhawatiran pasokan mendukung harga minyak mentah setelah Donald Trump mengumumkan tambahan tarif 25% terhadap semua produk dari negara-negara yang menjalin perdagangan dengan Iran. Ketegangan di Timur Tengah bersamaan dengan situasi di Eropa menaruh harga minyak bumi semakin tinggi. Di sisi lain, minyak bumi Venezuela yang dapat mengisi kekosongan pasar di tahun 2026 akan menyeimbangkan harga.

Dari perspektif analisis teknikal, minyak bumi diperdagangkan di atas pita bagian atas daripada indikator Bollinger Band. Kedua pita mengarah terbalik, yang mengonfirmasi tren naik. Para trader bisa membeli dari level-level saat ini menargetkan 61,00 dan 61,50. Ke arah turun, para trader bisa menjual dari 59,30, menargetkan 58,00.
Emas: XAU/USD Didukung oleh Ketegangan Geopolitik
Emas terkoreksi setelah mendapatkan arah naik yang kuat terhadap ketegangan geopolitik. Situasi saat ini dengan Iran, Venezuela, dan klaim-klaim Greenland oleh Donald Trump mendorong volatilitas dan menunjang aset-aset safe-haven. Hal ini berarti emas cenderung melanjutkan kenaikannya setelah periode konsolidasi ini. Selain itu, emas juga didukung oleh tekanan yang datang dari Gedung Putih atas The Fed, yang menjadikan Dolar AS melemah.

Dari perspektif analisis teknikal, emas diperdagangkan di atas pita tengah daripada indikator Bollinger Band. Pita-pitanya sedang sempit, yang berarti bahwa volatilitasnya berkurang. Namun, pergerakan terarah dapat berlanjut kapan pun. Para trader bisa membeli di atas 4600 menargetkan 4640 dan 4680. Ke arah turun, para trader bisa menjual dari 4570 menargetkan 4540 dan 4500.
