05 Mar, 2026

Swing Mood Pasar: Bagaimana Mendapatkan Profit dari Peralihan Risk-On (Menghadapi Risiko) dan Risk-Off (Menghindari Risiko)

Binolla Blog Image - Swing Mood Pasar: Bagaimana Mendapatkan Profit dari Peralihan Risk-On (Menghadapi Risiko) dan Risk-Off (Menghindari Risiko) 1

Optimisme dan ketakutan merupakan hal yang mengendalikan pasar finansial secara konstan. Para trader profesional senantiasa berjaga-jaga, dan mereka cenderung menggunakan emosi-emosi pasar ini untuk keuntungan mereka. Jika Anda mengetahui apakah pasar sedang dalam mood risk-on (menghadapi risiko) atau risk-off (menghindari risiko), Anda bisa memperbaiki hasil trading Anda secara signifikan, apakah Anda trading CFD, kripto, atau opsi biner. Dengan membaca artikel ini, Anda akan belajar lebih banyak tentang kedua macam kondisi ini dan bagaimana keduanya dapat berdampak terhadap berbagai tipe aset.

Dasar-dasar Kondisi Risk-On

Lingkungan risk-on merujuk pada masa-masa ketika para partisipan pasar finansial mengambil level risiko yang lebih tinggi, berekspektasi atas perolehan hasil yang lebih tinggi. Para trader dan investor menunjukkan keyakinan yang kuat terhadap pertumbuhan perekonomian dan stabilitas politik. Ini menghasilkan aliran masuk modal ke dalam pasar saham, valuta yang berkembang, kripto, dan bahkan industri yang berorientasi pertumbuhan.

Agar lebih sederhana dan jelas, risk-on berarti bahwa optimisme mendominasi pasar. Para investor berekspektasi kondisi yang lebih menunjang ketika mereka menginvestasikan dana selama periode ekspansi perekonomian.

Persepsi Pasar dalam Periode Risk-On

Psikologi di balik risk-on bisa dijelaskan oleh perilaku optimisme, keyakinan, dan mencari peluang. Para partisipan pasar mencari-cari kesempatan untuk mengalokasikan dananya di bawah kondisi-kondisi perekonomian yang mereka yakini akan bertahan positif dan mendukung. Ini, pada gilirannya, menghasilkan aktivitas trading yang meningkat, penggunaan leverage yang lebih tinggi, dan minat yang lebih besar terhadap aset spekulatif.

FOMO termasuk di antara emosi yang dominan dalam periode semacam ini. Para trader dan investor cenderung menjadi agresif terhadap posisi, berpikir bahwa kesempatan semacam ini tidaklah sering. Mood risk-on sering menyebabkan kreasi gelembung (bubble).

Binolla Blog Image - Swing Mood Pasar: Bagaimana Mendapatkan Profit dari Peralihan Risk-On (Menghadapi Risiko) dan Risk-Off (Menghindari Risiko) 3

Dapatkan Manfaat Trading dalam Risk-On/Risk-Off Bersama Binolla!

Registrasi di Binolla dan mulai trading bersama broker yang bisa diandalkan

Gabung sekarang

Dasar-dasar Mood Risk-Off

Berlawanan dengan risk-on, mood risk-of mendeskripsikan situasi ketika para trader dan investor mengurangi eksposur mereka terhadap aset-aset berisiko dan cenderung menggerakkan dana mereka ke yang lebih aman. Kondisi seperti ini tipikal untuk masa-masa instabilitas perekonomian, politik, atau finansial. Targetnya adalah memproteksi modal Anda terhadap ketidakpastian.

Agar lebih jelas, dalam lingkungan risk-off, kehati-hatian mendominasi pasar. Para trader dan investor memprioritaskan keamanan dan stabilitas serta menghindari berinvestasi dalam industri dan niche yang dapat tersentuh oleh krisis.

Pemikiran Investor Selama Fase Risk-Off

Selama periode risk-off, para trader dan investor beralih ke mood defensif. Mereka didominasi oleh ketakutan dan ketidakpastian. Pemberitaan negatif mana pun secara cepat memicu kepanikan aksi jual besar-besaran. Jumlah posisi short meningkat, yang memicu siklus lain short selling, memperkuat momentum turun.

Perbedaan Antara Risk-On dan Risk-Off

Para trader harus mengetahui perbedaan antara kedua kondisi untuk menghadapinya dengan tepat. Hal ini akan memungkinkan mereka mengetahui kapan untuk masuk dan tipe aset apa yang untuk dibeli. Dengan memahami perbedaan ini, Anda akan mengetahui ke mana modal akan mengalir, dan karenanya, bersiap sebelum kejadian. Mari lihat lebih dekat beberapa parameter dan bagaimana hal tersebut dapat berubah dalam kedua keadaan:

  • Sentimen pasar. Selama mood risk-on, sentimen pasar sedang positif dan optimis. Optimisme ini mendukung aksi beli agresif daripada berbagai macam tipe aset. Dalam mode risk-off, pasar dalam posisi defensif. Para trader memindahkan modal dari aset berisiko ke tempat yang mereka yakini akan melindungi modal mereka.
  • Arus modal. Dalam periode risk-on, dana bergerak ke aset-aset yang dapat menghasilkan lebih banyak seperti saham, kripto, dan berbagai macam mata uang. Di sisi lain, selama periode risk-off, uang mengalir ke beberapa komoditas dan obligasi, yang dianggap sebagai aset safe-haven.
  • Volatilitas. Dalam mode risk-on, volatilitas sedang stabil dan secara relatif rendah. Pergerakan naik yang halus diikuti oleh periode konsolidasi. Ketika berhadapan dengan kondisi risk-off, volatilitas mencuat karena ketakutan memicu aksi jual besar-besaran yang panik, menyebabkan kejatuhan harga yang signifikan.
  • Perilaku trading. Para trader cenderung meningkatkan ukuran posisi mereka, menahan posisi trading lebih lama, menargetkan lebih tinggi, dan menggunakan strategi swing serta trend-following. Pada masa-masa ketika risk-off sedang aktif, para trader sering mengurangi ukuran posisi mereka, beralih ke strategi jangka pendek, dan menghindari bentuk-bentuk berisiko tinggi

Tabel di bawah akan membantu Anda dalam membandingkan:

FaktorLingkungan Risk-OnLingkungan Risk-Off
Sentimen PasarOptimis, percaya diriTakut, berhati-hati
Fokus InvestorPertumbuhan dan tingkat pengembalianPelestarian modal
Arus ModalKe dalam aset-aset berisikoKe dalam aset-aset safe-haven
VolatilitasRendah hingga moderatTinggi dan tidak stabil
Pasar SahamReli yang kuatAksi jual besar-besaran yang luas
Pasar ForexValuta berisiko menguatValuta safe-haven menguat
KomoditasKomoditas industrial bangkitEmas dan komoditas defensif bangkit
KriptoMomentum bullishPenurunan yang tajam
Gaya TradingAgresif, trend-followingDefensif, jangka pendek
Selera RisikoTinggiRendah

Bagaimana Perilaku Aset-aset yang Berbeda dalam Kedua Kondisi Tersebut

Binolla Blog Image - Swing Mood Pasar: Bagaimana Mendapatkan Profit dari Peralihan Risk-On (Menghadapi Risiko) dan Risk-Off (Menghindari Risiko) 5

Sekarang Anda mengetahui lebih banyak tentang keadaan daripada kedua macam pasar ini, saatnya melihat lebih dekat bagaimana kelas-kelas aset yang berbeda berperilaku.

Pasar Saham

Saham biasanya bangkit dalam periode risk-on karena para investor menyukai sektor-sektor yang berorientasi pertumbuhan. Terkait dengan indeks, juga menunjukkan performa yang positif. Optimisme pasar menunjang pasar saham secara luas, yang cenderung mencetak rekor tertinggi baru. Di sisi lain, ketika mode risk-off sedang aktif, para trader dan investor cenderung menghindari saham dan indeks dalam portofio mereka, khususnya saham dari perusahaan-perusahaan dengan market cap lebih kecil.

Pasar Forex

Tidak seperti pasar saham, yang mendemonstrasikan kebulatan suara yang cukup kuat selama mode risk-on dan risk off, forex terbagi ke dalam dua bagian. Beberapa mata uang dengan nilai yang lebih tinggi cenderung tumbuh di masa-masa ketika optimisme mendominasi dan jatuh tajam ketika pasar sedang berhati-hati. Mata uang seperti JPY atau CHF dengan nilai lebih rendah mendekati nol, pada gilirannya, mengungguli berbagai mata uang berisiko ketika lingkungan pemberitaan negatif mendominasi.

Komoditas

Kelas aset ini mencakup dua kelompok. Minyak bumi dan aset-aset terkait energi lainnya, bersama-sama dengan hasil bumi, berkinerja lebih baik di masa-masa optimisme pasar. Namun, ketika mood pasar berubah, para trader dan investor cenderung mengalokasikan dana mereka ke emas, perak, dan logam-logam mulia lainnya.

Obligasi

Pasar bertahan di bawah tekanan di masa-masa optimisme. Obligasi menawarkan potensi hasil yang lebih rendah jika dibandingkan dengan kelompok-kelompok aset lainnya, yang berarti instrumen seperti ini tidak menarik bagi para trader dan investor ketika ada banyak peluang lain untuk menghasilkan uang. Bagaimanapun, ketika mood pasar berubah, para trader dan investor berlomba-lomba masuk ke obligasi karena merepresentasikan safe haven, membantu mereka untuk selamat dari krisis politik, finansial, atau ekonomi.

Kripto

Walaupun Bitcoin terkadang disebut sebagai “emas digital”, perilakunya tidak mirip dengan emas sungguhan. Kripot masih dianggap sebagai aset berisiko, yang berarti pada masa-masa selera risiko global, instrumen ini bisa didukung oleh para trader dan investor dengan jumlah uang tunai yang besar dimasukkan ke dalamnya. Bagaimanapun, pada masa-masa mode risk-off, kripto kehilangan daya tariknya dan cenderung jatuh bersamaan dengan aset-aset berisiko lainnya.

Jika Anda trading opsi biner, Anda juga bisa menghasilkan uang ketika trading kripto selama mode risk-on dan risk-off. Dalam risk-on, kripto biasanya menghasilkan perolehan, yang berarti bahwa para trader opsi biner bisa membeli kontrak-kontrak Lebih Tinggi selama swing naik. 

Selama mode risk-off, kripto cenderung kehilangan posisinya. Karenanya, solusi terbaik adalah membeli kontrak-kontrak Lebih Rendah dalam swing turun, mengikuti tren turun secara umum.

Contoh-contoh Dunia Nyata

Agar menjadikan segalanya lebih jelas, kami akan memberikan Anda beberapa contoh yang akan menunjukkan bagaimana berbagai macam tipe aset berkinerja selama periode-periode historis ketidakpastian.

Konflik Dagang Antara AS dan Mitra-mitra Kuncinya

Presiden AS mengenakan tarif impor terhadap produk-produk dari beberapa negara, termasuk China, Uni Eropa, Inggris, Kanada, Meksiko, Jepang, dan lainnya. Langkah seperti ini memicu kepanikan global, dan pasar beralih ke mood risk-off. Pengenalan tarif mengancam pertumbuhan perekonomian global dan juga bisa memacu inflasi. Berikut reaksi pasar terhadap tarif:

  • Saham mengalami tekanan dan volatilitas yang meningkat, khususnya di sektor-sektor yang bergantung dengan impor;
  • Forex mendapatkan mata uang safe-haven yang memperkuat posisinya dengan JPY dan CHF bergerak naik, sementara berbagai mata uang lainnya, seperti USD, EUR, GBP, dll., jatuh;
  • Pasar komoditas terbagi, dengan emas dan perak terburu-buru naik, sementara minyak bumi dan komoditas-komoditas lain bergerak turun.

Konflik AS-Iran

Contoh berikutnya merupakan konflik saat ini antara AS dan Iran. Eskalasi militer memicu siklus lain reaksi risk-off dalam pasar finansial. Terlepas dari serangan udara dan pertukaran rudal, ada risiko blokade Selat Hormuz, yang menunjang harga minyak bumi. Karenanya, minyak bumi bisa termasuk dalam yang mendapatkan manfaat dari konflik ini. Ketakutan disrupsi pasokan dapat menghasilkan tren naik jangka menengah dengan minyak bumi mencapai $80 atau bahkan $90 per barel. Sehubungan dengan aset-aset lain, cenderung bereaksi sebagaimana biasanya ketika mode risk-off aktif.

Pandemi COVID-19: Risk-Off Historis Diikuti oleh Risk-On Historis

Pandemi memicu salah satu aksi jual besar-besaran paling ekstrem dalam sejarah. Lockdown menyebabkan perlambatan perekonomian di kebanyakan negara, yang menghasilkan kepanikan pasar yang belum pernah terjadi sebelumnya. Pasar saham mengalami kejatuhan historis dengan volatilitas mencapai level rekor. Kehancuran permintaan minyak bumi menghasilkan kejatuhan harga yang drastis, sementara emas dan obligasi mengalami minat yang sangat besar karena para trader dan investor mencari aset safe haven untuk selamat.

Bagaimanapun, stimulus moneter dan fiskal membantu dunia usaha dan perekonomian untuk pulih secara cepat. Tingkat suku bunga ada di sekitar 0 dengan quantitative easing dan stimulus pemerintah untuk menunjang perekonomian. Hal ini menghasilkan pemulihan yang cepat di perekonomian besar dan berkembang. Likuiditas yang lebih luas menunjang kebanyakan pasar, termasuk kripto.

Pelajaran-pelajaran Penting yang Diambil dari Peristiwa-peristiwa Ini

Binolla Blog Image - Swing Mood Pasar: Bagaimana Mendapatkan Profit dari Peralihan Risk-On (Menghadapi Risiko) dan Risk-Off (Menghindari Risiko) 7

Agar bisa menghadapi mode risk-on dan risk-off secara tepat, para trader harus memahami kapan pasar beralih di antara keduanya. Berikut beberapa rekomendasi untuk dipertimbangkan:

  • Konflik militer dan pandemi atau bencana alam dapat menghasilkan kejutan cepat, yang menghasilkan risk-off;
  • Konflik dagang dapat menciptakan ketidakpastian dan menyebabkan perilaku pasar defensif;
  • Instabilitas geopolitik di wilayah produsen energi dapat menyebabkan lonjakan permintaan akan minyak bumi, perkiraan inflasi yang lebih tinggi, dan volatilitas;
  • Stimulus bank sentral dan pemerintah bisa memberikan pemulihan cepat bahkan dalam situasi sulit dan mengubah mood pasar dari risk-off menjadi risk-on.

Trading fundamental bersama Binolla dan dapatkan manfaat dari semua fitur boroker yang bisa diandalkan ini

Mulai sekarang

Kesimpulan

Baik kondisi risk-on maupun risk-off menawarkan kesempatan bagi para trader untuk menghasilkan uang dalam pasar finansial. Dengan memahami bagaimana arus modal dalam kedua situasi ini, trader bisa mengambil keputusan yang matang antara bergerak ke aset safe-haven atau berlomba-lomba dengan potensi perolehan yang lebih tinggi. Agar dapat memperbaiki hasil mereka, para trader harus secara cepat beradaptasi dengan situasi pasar yang sedang terjadi dan menyesuaikan strategi manajemen uang dan risikonya secara layak. Apakah Anda trading opsi biner, saham, kripto, atau forex, memahami perilaku pasar dalam situasi-situasi seperti ini dapat membantu Anda secara signifikan memperbaiki performa Anda.

FAQ / Pertanyaan Umum

Binolla Blog Image - Swing Mood Pasar: Bagaimana Mendapatkan Profit dari Peralihan Risk-On (Menghadapi Risiko) dan Risk-Off (Menghindari Risiko) 9

Apa perbedaan antara kondisi risk-on dan risk off?

Selama situasi pasar risk-on, para trader dan investor cenderung menaruh uang ke dalam berbagai macam kelompok aset dengan potensi perolehan yang lebih tinggi, sebagaimana pada masa-masa ini, mereka yakin tentang situasi perekonomian dan politik serta mencari tempat untuk mengalokasikan dana mereka sehingga dapat memberikan perolehan semaksimal mungkin. Selama mode risk-off, para partisipan pasar digerakkan oleh ketakutan dan ketidakpastian, dan mereka berlomba-lomba menuju aset safe-haven seperti emas, perak, obligasi pemerintah, dan mata uang defensif.

Bagaimana saya bisa mengidentifikasi kondisi risk-on dan risk-off secara langsung?

Melakukan hal ini cukup sederhana. Pertama, Anda bisa membaca berita yang menggerakkan harga dalam momen yang ini. Juga, Anda bisa mengecek perilaku pasar. Jika Anda melihat bahwa emas bergerak semakin tinggi bersamaan dengan aset-aset safe-haven lainnya, maka Anda bisa mengharapkan bahwa mood risk-off mendominasi dan bertindak dengan sesuai. Di masa-masa minat yang meningkat terhadap saham, minyak bumi, dan aset-aset berisiko lainnya, Anda bisa berekspektasi mood risk-on mendominasi.

Aset mana berkinerja lebih baik dalam risk-on?

Dalam fase risk-on, aset-aset seperti saham, beberapa mata uang dan komoditas seperti EUR, GBP, AUD, minyak bumi, hasil bumi dan juga kripto menunjukkan performa yang lebih baik. Aset-aset ini menunjukkan hasil yang lebih baik akibat keyakinan para investor dan selera risiko yang bertumbuh.

Aset mana yang harus saya pilih selama periode risk-off?

Kondisi risk-off dalam pasar finansial memicu minat pada emas, perak, Franc Swiss, Yen Jepang, obligasi pemerintah, dan bahkan simpanan bank

Bisakah pasar beralih antara mode risk-on dan risk-off?

Ya, tentu! Pergerakan ini antara keduanya bisa jadi sangat cepat. Sebagaimana contoh COVID-19 menunjukkan, mood risk-off mendominasi untuk beberapa bulan hingga bank sentral dan pemerintah mengumumkan langkah-langkah dukungannya untuk dunia usaha dan perekonomian. Selain itu, di masa-masa turbulensi geopolitik, pemberitaan positif mana pun tentang deeskalasi bisa secara signifikan memperbaiki mood pasar.

Bagaimana seharusnya saya mengubah strategi antara lingkungan risk-on dan risk-off?

Selama periode risk-on, para trader biasanya menggunakan strategi yang didasarkan pada trend-following. Mereka membuka posisi yang lebih besar dan mencari aset-aset berorientasi pertumbuhan. Ketika mood beralih ke risk-off, para trader menggunakan strategi defensif dengan ukuran posisi yang lebih kecil serta manajemen risiko dan uang yang lebih ketat.

Penulis
Bagikan
Direkomendasikan
Anda berhasil berlangganan ke newsletter