Putusan Mahkamah Agung terhadap Tarif Trump Memicu Volatilitas Pasar

Pasar global masih volatil setelah Mahkamah Agung AS memblokir tarif Trump pada hari Jumat. Walaupun hal ini pada awalnya meningkatkan kepercayaan para investor, presiden AS mengumumkan tarif impor 15% untuk menggantikan yang dihapuskan oleh Mahkamah Agung, yang berakibat pada volatilitas pasar yang lebih tinggi.
Data PDB AS menunjukkan sekian banyak perlambatan dalam kuartal keempat tahun 2025 akibat shutdown historis panjang yang berlangsung lebih dari 1 bulan. Bagaimanapun, inflasi di Amerika Serikat masih di atas angka target, yang mencegah The Fed mengambil langkah-langkah yang lebih agresif, yang bisa mendukung Dolar AS.
Menurut indeks Core PCE hari Jumat, inflasi masih jauh di atas 2%, yang menyoroti tantangan bank sentral. Inflasi jasa, bersama dengan tekanan upah, melanjutkan untuk membatasi para pengambil kebijakan untuk menurunkan suku bunga. Jadi, pasar masih sangat reaktif terhadap perkembangan politik dan ekonomi.
Data PMI, yang dirilis hari Jumat, mendukung Euro dan Pound, dengan indeks-indeks manufaktur menuju batasan ekspansi dan jasa masih di atas 50. Ketegangan yang sedang berlangsung antara AS dan Iran mendukung harga minyak bumi, sementara rilis yang memungkinkan dari minyak Venezuela dapat memberikan tekanan pada komoditas pada akhirnya.
Contents
- 1 EUR/USD: Stabilitas Kebijakan ECB Mendukung Euro, sementara Kekuatan Dolar Membatasi Kenaikan
- 2 Gunakan ide-ide trading Anda bersama Binolla!
- 3 GBP/USD: Pertumbuhan Inggris yang Lemah dan Ketidakpastian Kebijakan Membebani Sterling
- 4 WTI Minyak Mentah: Risiko Geopolitik Menunjang Harga, sementara Kekhawatiran Akan Permintaan Membatasi Perolehan
- 5 Emas (XAU/USD): Permintaan Aset Safe-Haven Melunak Seiring Kekuatan Dolar Mendominasi
EUR/USD: Stabilitas Kebijakan ECB Mendukung Euro, sementara Kekuatan Dolar Membatasi Kenaikan

Pasangan mata uang ini masih bertahan di bawah tekanan akibat data inflasi AS yang lebih kuat dan sentimen penghindaran risiko. Walaupun perekonomian AS menunjukkan tanda-tanda perlambatan, inflasi yang meningkat mencegah The Fed mengambil langkah-langkah agresif, yang menunjang Dolar AS. Ketegangan dagang baru yang mungkin bangkit setelah keputusan Mahkamah Agung AS dapat memberikan tekanan lebih lanjut terhadap aset-aset berisiko. Bank Sentral Eropa / European Central Bank (ECB), sementara, masih berkomitmen terhadap pendirian kebijakan restriktifnya, yang bisa mendukung Euro dalam jangka waktu panjang.
Dari perspektif analisis teknikal, pasangan mata uang ini masih di bawah garis tengah indikator Bollinger Band, dengan garis-garisnya dekat satu sama lainnya, mendemonstrasikan volatilitas yang sempit. Trader bisa membeli dari 1,1790, menargetkan 1,1850 dan 1,1900. Ke arah turun, trader bisa menjual dari 1,1760 menargetkan 1,1700 dan 1,1650.
GBP/USD: Pertumbuhan Inggris yang Lemah dan Ketidakpastian Kebijakan Membebani Sterling

Pound Inggris masih di bawah tekanan di tengah-tengah data PDB Inggris baru-baru ini, yang menunjukkan bahwa perekonomian melambat dan menyoroti risiko stagnasi. Permintaan konsumen berlanjut berkurang sementara investasi bisnis masih lemah. Bagaimanapun, inflasi masih di atas target-target Bank of England, yang mencegah bank sentral bereaksi secara instan terhadap rilis data. Perdagangan global berisiko berkaitan terhadap komentar-komentar Trump terkini.
Dari pandangan analisis teknikal, pasangan mata uang diperdagangkan di dalam rentang yang sempit pada hari Selasa sebagaimana volatilitas masih rendah. Trader bisa bertransaksi beli di atas 1,3500, menargetkan 1,3570 atau bahkan 1,3600. Ke arah turun, trader bisa bertransaksi jual dari 1,3470 menargetkan 1,3400.
WTI Minyak Mentah: Risiko Geopolitik Menunjang Harga, sementara Kekhawatiran Akan Permintaan Membatasi Perolehan

Minyak bumi didukung oleh ketegangan geopolitik antara AS dan Iran. Ketakutan atas de-eskalasi dan disrupsi pasokan minyak bumi memberikan dukungan terhadap aset. Bagaimanapun, upaya-upaya diplomatik diarahkan terhadap mengurangi ketegangan, bersamaan dengan kemungkinan peningkatan produksi OPEC+, bisa memberikan tekanan terhadap komoditas ini.
Dari perspektif analisis teknikal, minyak mentah diperdagangkan dekat dengan pita bawah dari indikator Bollinger Band sedang sempit, yang mengindikasikan volatilitas lebih rendah. Trader bisa bertransaksi beli dari 66,50 menargetkan 67,00 dan 68,00. Ke arah turun, trader bisa bertransaksi jual dari 66,00 menargetkan 65,00.
Emas (XAU/USD): Permintaan Aset Safe-Haven Melunak Seiring Kekuatan Dolar Mendominasi

Emas diperdagangkan di atas 5.000 di tengah mood penghindaran risiko sebagaimana partisipan pasar membebani risiko babak lain ketegangan dagang antara AS dan mitra-mitra dagangnya. Risiko-risiko geopolitik juga mendukung emas sebagaimana situasi di Timur Tengah masih kompleks.
Dari perspektif analisis teknikal, emas diperdagangkan dekat dengan pita bawah daripada indikator Bollinger Band. Trader bisa bertransaksi beli dari 5.200 menargetkan 5.240 dan 5.280. Ke arah turun, trader bisa bertransaksi jual dari 5.100 menargetkan 5.060 dan 5.020.
