Pasar Dikendalikan oleh Ketakutan dan Data: Apa yang Sungguh Penting Pekan Ini

Pasar global memulai salah satu pekan paling menggelisahkan bulan ini, yang dicirikan oleh ketegangan yang meningkat antara AS dan Israel di satu pihak dan Iran di pihak lainnya. Pengendali kunci termasuk data makro dan situasi di Timur Tengah, yang menciptakan dasar bagi volatilitas yang lebih tinggi di pekan ini. Fokus beralih dari keputusan-keputusan bank sentral ke risiko waktu berjalan.
Ketegangan antara Washington dan Teheran masih menjadi pengendali utama. Situasi di sekeliling Selat Hormuz mendorong harga minyak bumi semakin tinggi seiring rantai pasok masih terdisrupsi. Selain itu, tidak ada tanda-tanda deeskalasi yang tampak. Menurut Donald Trump, AS menjalankan negosiasi dengan Iran. Bagaimanapun, para pejabat Iran tidak mengonfirmasikan informasi ini. Selain itu, Presiden AS berjanji tidak akan menyerang infrastruktur energi kunci milik Iran, sementara Israel melanjutkan serangan-serangannya.
Pada sisi makroekonomi, data PMI akan dirilis minggu ini. Indeks-indeks Eropa campur aduk. Saat ini, fokus pasar beralih ke PMI dari AS. Angka-angka yang kuat dapat memberikan dukungan lebih lanjut terhadap Dolar AS, yang sedang disukai di tengah-tengah ketegangan geopolitik dan komentar-komentar terkini dari Kepala The Fed Powell.
Beberapa tekanan datang dari sentimen konsumen yang melemah di Eropa. Meningkatnya harga minyak bumi menjadikan keyakinan menurun. Data yang akan dirilis minggu ini akan menunjukkan apakah sentimen konsumen membaik atau tidak.
Contents
EUR/USD: Tekanan Geopolitik Menjaga Euro di Bawah Kendali

Pasangan mata uang ini masih di bawah tekanan akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Konflik yang sedang berlangsung membatasi potensi kenaikan Euro, bahkan yang disebut terakhir ini bisa mendapatkan manfaat dari pendirian hawkish ECB. Data yang relatif stabil dari Eurozone tidak bisa memberikan cukup dukungan di tengah-tengah penghindaran risiko seiring dengan para trader yang masih berhati-hati. Eskalasi apa pun dapat memperburuk situasi dan memberikan tambahan dukungan ke Dolar AS. Sehubungan dengan European Central Bank itu sendiri masih mempertahankan pendekatan wait-and-see, dan belum ada perubahan kebijakan dalam waktu dekat yang diperkirakan. Tingkat inflasi masih di atas target, yang menciptakan latar belakang fundamental yang campur aduk.
Dari pandangan analisis teknikal, pasangan mata uang ini masih diperdagangkan dekat dengan rekor tertinggi lokalnya di tengah-tengah indikator Bollinger Band, dengan kedua bagian pita sedang sempit, yang berarti bahwa volatilitasnya sedang rendah. Para pembeli bisa melangkah naik di atas 1,1610, menargetkan 1,1650 dan 1,1700. Para penjual bisa masuk di bawah 1,1580, menargetkan 1,1500 dan 1,1450.
GBP/USD: Pound di Bawah Tekanan dari Inflasi dan Risiko Energi

Pasangan mata uang ini terus melemah di tengah-tengah ketidakpastian geopolitik dan risiko inflasi yang meningkat. Harga energi memberikan tekanan inflasi, sementara pertumbuhan ekonomi hampir berhenti, yang menciptakan risiko stagflasi. Ini, pada akhirnya, menciptakan situasi yang cukup sulit bagi Bank of England, karena mereka tidak bisa menstimulasi pertumbuhan ekonomi akibat inflasi, yang mana di atas target. Karenanya, Pound Inggris masih rentan, khususnya jika ketegangan di Timur Tengah tereskalasi.
Dari perspektif analisis teknikal, pasangan mata uang ini sedang diperdagangkan dekat dengan rekor tertinggi lokalnya di tengah indikator Bollinger Band, dengan garis-garisnya sedang saling dekat satu sama lain. Para pembeli bisa masuk di atas 1,3440, menargetkan 1,3500 dan 1,3550. Para penjual bisa bertransaksi short di bawah 1,3390, menargetkan 1,3300 dan 1,3250.
Minyak Mentah WTI: Risiko Pasokan Menjaga Harga Tetap Tinggi

Harga minyak bumi masih didukung oleh risiko dari disrupsi pasokan yang panjang di Timur Tengah. Situasi sekitar Selat Hormuz masih kompleks, bahkan dengan kesiapan International Energy Agency untuk memasok pasar global dengan cadangannya. Beberapa negara, seperti Jepang, juga siap merilis cadangan minyak bumi strategisnya, namun jika eskalasi konflik berlanjut, ini mungkin tidak cukup menutupi kebutuhan global.
Dari perspektif analisis teknikal, WTI diperdagangkan dekat dengan rekor terendah lokalnya dengan Bollinger Band sedang dekat satu sama lain, memberikan sinyal volatilitas yang lebih rendah. Para pembeli bisa masuk di atas 92 menargetkan 95,00, sementara para penjual bisa melangkah masuk dari 91,50, menargetkan 90,00.
Emas: Kebutuhan Safe-Haven Bertemu Dolar yang Kuat

Emas sedang diseimbangkan antara kebutuhan safe-haven dan minat yang bertumbuh terhadap Dolar AS. Pada satu sisi, ketegangan geopolitik menunjang XAU/USD. Bagaimanapun, di sisi lain, pendekatan wait-and-see dari The Fed memberikan dukungan yang kuat terhadap mata uang AS ini.
Tekanan tambahan datang dari komentar-komentar Donald Trump terhadap pasar energi. Jadi, emas berlanjut diperdagangkan tanpa arah yang jelas.
Dari perspektif analisis teknikal, XAU/USD diperdagangkan di tengah indikator Bollinger Band dengan garis-garisnya sedang dekat satu sama lain. Para pembeli bisa bertransaksi long dari 4.450 menargetkan 4.500, sementara para penjual bisa bertransaksi short dari 4.400 menargetkan 4.350.
