Menangani Kekalahan: Mengapa Menerima Kekalahan Adalah Harga yang Harus Dibayar untuk Kemenangan dalam Trading

Para trader senantiasa memikirkan tentang profit ketika melakukan trading. Walaupun hal ini normal adanya, memahami bahwa kekalahan termasuk dalam permainan adalah krusial. Tidak ada strategi yang dapat memberikan Anda sinyal 100% untuk profit, dan bahkan jika Anda mengharapkan hasil yang sempurna dari suatu sistem trading, mungkin saja gagal pada momen tertentu. Karenanya, para trader harus memahami kenyataan dan menerimanya. Bahkan dengan kekalahan dalam rentetan trading mereka, mereka masih bisa meraih profit secara umum. Satu atau dua kekalahan per sesi tidak akan menghancurkan saldo mereka, namun bagi mereka yang tidak bersiap diri, mereka bisa mendapatkan konsekuensi parah. Dengan membaca artikel ini, Anda akan mempelajari bagaimana menangani kekalahan dan mengapa menerimanya masih akan menjadikan Anda trader yang mendapatkan profit.
Siap untuk trading opsi digital? Jangan ragu dan registrasilah di Binolla. Bertransaksilah pada platform trading yang dapat diandalkan!
Contents
- 1 Kekalahan Merupakan Pengeluaran Bisnis Anda
- 2 Trading Adalah Mengenai Probabilitas
- 3 Transaksikan trading terbaik Anda bersama Binolla!
- 4 Melawan Kekalahan Bisa Jadi Berbahaya
- 5 Menggunakan Manajemen Risiko untuk Menciptakan Keamanan Psikologis
- 6 Jangan Anggap Kekalahan Sebagai Hukuman
- 7 Ketidakterikatan Emosional Sebagai Sifat Profesional
- 8 Bagaimana Cara Memulai Trading dengan Aman
- 9 Kesimpulan
- 10 FAQ / Pertanyaan Umum
- 10.1 Bisakah saya mendapatkan kekalahan dengan strategi yang baik dan bisa diandalkan?
- 10.2 Bagaimana cara berurusan dengan trading yang gagal?
- 10.3 Apakah manajemen risiko membantu dalam menangani kekalahan?
- 10.4 Apa yang bisa saya pelajari dari kekalahan?
- 10.5 Mengapa ketidakterikatan penting dalam trading?
- 10.6 Bisakah saya menghindari kekalahan dalam trading?
Kekalahan Merupakan Pengeluaran Bisnis Anda
Beberapa trader pemula menganggap kekalahan sebagai sesuatu yang menakutkan dan mereka mulai berpikir bahwa hal ini merupakan kegagalan pribadi mereka. Bagaimanapun, ketika memperlakukan trading seperti sebuah bisnis, pola pikir Anda dapat berubah. Cara bermanfaat untuk menghindari tekanan emosional ketika mendapatkan kekalahan adalah menganggap mereka sebagai pengeluaran bisnis. Katakanlah Anda menjalankan sebuah kafe. Anda membeli makanan, mengiklankan, dan melakukan beberapa pemutakhiran. Namun pada kenyataannya, sebagian dari makanan Anda bisa terbuang, iklan mungkin tidak memenuhi ekspektasi Anda, dan mendatangkan pelanggan lebih sedikit daripada ekspektasi Anda.
Menjadi pemilik daripada bisnis online, Anda akan membeli iklan. Beberapa campaign Anda akan mendatangkan klien lebih banyak bagi Anda, sementara sebagian akan gagal. Tugas Anda sebagai seorang pengusaha adalah menganalisis campaign mana yang berkinerja lebih baik dan mengapa Anda kehilangan uang dalam campaign lainnya. Anda tidak meninggalkan usaha Anda hanya karena Anda menghasilkan beberapa keputusan jelek. Anda cukup mempelajarinya demi menghindarinya di masa yang akan datang.
Hal yang sama terjadi untuk trading. Anda menghasilkan profit, dan beberapa kekalahan dapat terjadi. Para profesional tidak pernah berhenti ketika mereka menghadapi kekalahan. Mereka menganalisis dan mengevaluasinya sehingga rasio profit terhadap kerugian akan menjadi semakin tinggi. Idenya adalah ketika kekalahan terjadi, Anda harus mengambil semua pengetahuan yang mungkin darinya demi menghindari kesalahan serupa di masa depan.
Trading Adalah Mengenai Probabilitas

Hal selanjutnya yang harus diingat adalah bahwa trading bukanlah tentang hal yang pasti! Bahkan perbankan mayor, ketika mereka melakukan prediksinya dan para trader mereka membuka posisi, gagal. Seorang trader ritel juga akan gagal pada poin tertentu. Tidak penting strategi mana yang Anda gunakan. Satu-satunya jalan untuk menjadi trader yang sukses adalah memahami bahwa kekalahan merupakan bagian dari permainan. Hal terpenting adalah performa trading Anda seiring waktu. Para profesional tidak pernah berfokus pada hanya sebuah transaksi. Mereka mengevaluasi efektivitasnya seiring berjalannya waktu.
Contoh bagus adalah Metode Turtle Trading yang didesain di tahun 1980-an oleh Richard Dennis dan Willam Eckhardt. Idenya adalah bahwa mereka dapat mengajari semua orang untuk trading jika murid-muridnya berpegang teguh pada sebuah strategi dan mengikuti aturan-aturannya dengan persis. Eksperimen ini sukses sebagaimana beberapa murid, termasuk Tom Shanks, Jerry Parker, dan Ralph Vince, menjadi trader yang sukses dan bahkan memiliki firma trading mereka sendiri. Sebagaimana ditunjukkan eksperimen ini, disiplin dan mengikuti secara ketat terhadap aturan-aturan strategi mendatangkan kesuksesan.
Para trader profesional berpikir tentang trading seperti tentang probabilitas. Mereka berfokus pada hasil jangka panjang bukannya berpikir tentang satu kekalahan. Misalnya, jika anda membuka 10 posisi trading dalam opsi digital dan Anda kalah 3 di antaranya, maka 7 posisi trading dapat memberikan profit, yang berarti bahwa Anda akan secara umum menghasilkan uang. Dengan berinvestasi $10 dalam setiap transaksi, Anda akan kehilangan $30 dan menghasilkan $63. Karenanya, hasil Anda akan menjadi $33 per sesi, yang sama sekali tidak buruk.
Kebanyakan pemula gagal hanya karena mereka terlalu berpatokan pada setiap transaksi yang gagal. Hal ini menyebabkan mereka melanggar aturannya, mencoba untuk memenangkan kembali secara cepat, yang, pada gilirannya, menghasilkan konsekuensi negatif. Tidak mengukur kesuksesan dengan sebuah hasil merupakan sifat dari trader profesional. Bukannya berpikir tentang hal-hal buruk yang baru saja terjadi, Anda harus berfokus pada manajemen risiko dan uang Anda, termasuk memikirkan tentang bagaimana cara memperbaiki entri Anda.
Sebagai tambahan, ketika seorang trader berpikir tentang trading sebagai permainan probabilitas, mereka secara emosional terlepas dari setiap transaksi dan mempertahankan disiplin. Mereka tidak menganggap kekalahan sebagai kegagalan personal mereka dan bekerja pada keunggulan jangka panjangnya. Hal ini membantu para trader mengalihkan fokus mereka dari kekalahan dan menciptakan pola pikir yang profesional.
Melawan Kekalahan Bisa Jadi Berbahaya
Berupaya mengejar kekalahan merupakan salah satu insting yang dapat menghancurkan trading secara keseluruhan. Dalam trading CFD, hal ini datang dalam bentuk menggerakkan stop loss atau average down. Dalam trading opsi digital, hal ini datang dalam bentuk menggandakan ukuran posisi setelah sebuah kekalahan (Martingale). Masalahnya adalah kedua pendekatan ini dapat menghasilkan kerugian yang lebih besar, dan Anda dapat berakhir menemukan saldo Anda kosong. Mengejar kekalahan bisa terasa seperti mengambil kendali, namun ini tidaklah lebih daripada trading secara emosional.
Trading balas dendam merupakan gejala lain daripada perilaku buruk untuk trading. Setelah menutup posisi trading yang gagal, partisipan pasar dapat memutuskan untuk masuk ke posisi trading lain hanya untuk menutupi kekalahan sebelumnya. Hal ini dapat menciptakan serangkaian trading yang gagal, dan saldo Anda akan menguap dengan cepat. Salah satu negatif terpenting dalam pendekatan ini adalah bahwa setiap posisi trading selanjutnya dibuka tanpa analisis yang memadai. Jika Anda membeli kontrak Lebih Rendah, misalnya, Anda mungkin berupaya untuk menutupi kekalahan Anda dengan yang Lebih Tinggi bahkan tanpa melihat grafik/chart.
Dengan menerima kekalahan, Anda tidak akan hanya melindungi modal Anda namun juga menghemat energi mental Anda. Berfokus pada kekalahan akan menciptakan perasaan akan kegagalan ini, yang dapat mencegah Anda untuk berpegang teguh pada strategi Anda dan berupaya mencari kesempatan trading yang baik dalam trading Anda di masa depan. Anda harus ingat bahwa melawan kekalahan merupakan melawan kenyataan. Pasar tidak peduli tentang perasaan pribadi atau pikiran Anda. Semakin Anda tidak terima, semakin banyak risiko yang Anda ambil ketika bertransaksi.
Sebelum berlanjut ke bagian selanjutnya, berikut beberapa kesalahan kunci yang dilakukan para trader ketika mereka berupaya melawan kekalahan:
- Menggunakan Martingale. Untuk mengejar kekalahan, para para trader mengaplikasikan Martingale dan menggandakan posisi mereka setelah suatu kekalahan terjadi. Hal ini dapat menghasilkan risiko yang lebih tinggi dan meningkatkan eksposur modal Anda.
- Trading balas dendam. Para trader membuka posisi trading baru segera setelah mendapatkan kekalahan. Hal ini menyebabkan lebih banyak kegagalan karena keputusan semacam ini jarang yang didasarkan pada analisis.
- Trading yang kebablasan (overtrading). Bertransaksi demi menutupi kekalahan merupakan ide buruk. Anda meningkatkan tekanan dan pengeluaran, sementara kualitas analisis Anda menjadi semakin buruk.
- Bertahan pada posisi trading yang gagal. Para trader CFD sering memperbesar stop loss, berharap pasar akan berbalik arah sesuai keinginan mereka. Itu merupakan ide buruk yang akan menghasilkan kerugian yang lebih besar.
- FOMO. Fear of missing out (takut ketinggalan) merupakan salah satu musuh terjahat para trader, khususnya mereka yang digebuki oleh pasar dalam sesi sebelumnya. Tertangkap oleh FOMO, para trader cenderung berupaya menangkap kesempatan selanjutnya, dan dalam kebanyakan kasus, mereka gagal hanya karena mereka tidak menganalisis, dan tindakan mereka dipengaruhi oleh ketakutan untuk tidak berada dalam pasar karena suatu hal yang penting akan terjadi.
Menggunakan Manajemen Risiko untuk Menciptakan Keamanan Psikologis

Salah satu perangkat terbaik yang bisa Anda aplikasikan untuk menangani kerugian adalah manajemen risiko yang cukup. Tanpa mengendalikan ukuran posisi Anda dengan cukup dalam trading opsi digital atau menempatkan stop loss dalam trading CFD, Anda berisiko kehilangan bagian besar dari saldo Anda, dan, yang lebih penting lagi, kehilangan kepercayaan diri Anda. Jadi, manajemen risiko tidak hanya tentang melindungi akun Anda, namun juga tentang menciptakan pola pikir khusus yang didasarkan pada kepercayaan diri dan disiplin.
Aturan dasar daripada manajemen risiko adalah membatasi ukuran posisi Anda terhadap apa yang Anda relakan untuk hilang. Para trader profesional sering tidak menaruh risiko lebih besar dari 1-2% dari total ukuran deposit mereka. Dengan melakukan ini, mereka mengurangi eksposur risiko dan bisa menghindar untuk panik jika hal-hal terjadi di luar kendali. Hal ini akibat fakta bahwa Anda memahami bahwa bahkan sebuah atau dua buah kekalahan tidak akan menghancurkan akun Anda. Karenanya, Anda akan bisa mempertahankan disiplin dan menghindari reaksi emosional. Tidak perlu mengejar kekalahan karena mereka hanyalah hal kecil.
Bagi para trader CFD, manajemen risiko melibatkan penempatan stop loss demi melindungi posisi mereka dari risiko yang lebih tinggi. Misalnya, jika Anda membeli EUR/USD pada 1,1800 dan menempatkan stop loss pada 1,1780, maka Anda hanya kehilangan 20 pips jika prediksi Anda salah. Manajemen risiko yang memadai mengubah trading dari aktivitas yang sangat stres menjadi sebuah sistem di mana Anda bisa mengharapkan pertumbuhan saldo bertahap seiring berjalannya waktu.
Jangan Anggap Kekalahan Sebagai Hukuman
Salah satu kesalahan terbesar yang dilakukan kebanyakan trader adalah mereka berpikir bahwa kekalahan adalah hukuman. Setiap transaksi yang gagal berisikan banyak informasi bermanfaat tentang apa yang bekerja dan apa yang tidak. Selain itu, Anda akan melihat apa yang bisa diperbaiki dalam strategi Anda jika Anda memutuskan untuk mengerjakan kesalahan Anda. Hal ini menjadikan kekalahan bukanlah hukuman, namun alat yang bermanfaat yang memungkinkan Anda memutakhirkan sistem trading Anda.
Para trader pemula sering melakukan kesalahan yang berulang. Jika mereka mengabaikan pelajaran yang diberikan trading yang gagal pada mereka, mereka masih bertahan pada level yang sama, berupaya melawan kekalahan bukannya mempelajarinya. Dengan menganalisis trading yang gagal, Anda bisa mencari titik kelemahan dalam strategi Anda dan menyesuaikannya seiring waktu.
Misalnya, jika Anda melihat banyak posisi trading Anda gagal ketika Anda membukanya dalam rilis pemberitaan perekonomian penting, ketika volatilitas bertumbuh, dan pola-pola dapat gagal, maka Anda bisa menyesuaikan strategi Anda dan menghindari untuk masuk trading pada saat-saat itu, melakukan trading sebelum atau sesudah rilis berita penting. Dengan penyesuaian semacam ini, Anda bisa memperkuat perencanaan trading Anda dan menghindari kesalahan-kesalahan serupa di waktu yang akan datang. Selain itu, dengan mengenali kekalahan, Anda bisa melawan ketakutan untuk masuk posisi. Hal ini akan memungkinkan Anda mengambil kembali kendali aktivitas trading Anda dan membangun pendekatan yang lebih kuat dan lebih mendatangkan profit untuk trading.
Ketidakterikatan Emosional Sebagai Sifat Profesional
Salah satu cara terbaik untuk menangani kekalahan adalah mengembangkan keterampilan yang dikenal sebagai ketidakterikatan emosional. Dengan keterampilan ini, seorang trader sangatlah peduli tentang berpegang teguh pada perencanaan dan mengeksekusi trading sesuai dengan sistemnya. Trader semacam ini tetap netral terhadap hasil satuan mereka, apakah trading yang gagal atau menang. Hal ini tidak berarti bahwa Anda akan tetap cuek. Idenya adalah mempertahankan kendali dalam setiap situasi dan menjaga emosi tetap rendah, apa pun keputusan yang dilakukan seorang trader.
Banyak trader pemula tidak bisa meningkatkan performanya, bukan karena mereka tidak mengetahui strategi dengan baik atau sama sekali tidak punya strategi. Hal pertama yang kebanyakan partisipan pasar lakukan adalah mempelajari analisis teknikal dan mencari entri menurut beberapa indikator, pola, dan alat lain yang mereka gunakan. Namun, apa yang mereka salah lakukan adalah menjadi terikat secara emosional pada suatu trading dan suatu kekalahan. Sepanjang waktu, hal ini dapat menghasilkan trading yang kebablasan, berupaya memenangkan kembali, tidak patuh pada aturan manajemen risiko dan uang, dan konsekuensi negatif lainnya. Ketika mengaplikasikan pendekatan untuk ketidakterikatan, seorang trader bisa memutus siklus ini dan mulai berpikir besar bukannya melakukan manajemen mikro tiap posisi.
Jika seorang trader secara konsisten mengikuti sistem dan rencana trading mereka, sebuah kekalahan atau bahkan rentetan kegagalan tidak akan menghancurkan hasil trading mereka secara umum. Dengan mengaplikasikan pendekatan ketidakterikatan, mereka akan bertahan berfokus pada target global mereka. Trader semacam ini akan berhenti, menganalisis transaksi-transaksi mereka sebelumnya, mencari apa yang bisa diperbaiki. Mereka tidak akan kembali trading sebelum mereka memahami apa yang salah dan apa yang harus dimutakhirkan.
Kebiasaan trading seperti mencatat jurnal transaksi atau memasang stop loss ketat dapat bermanfaat dalam menangani kekalahan dan mengembangkan pendekatan ketidakterikatan ini. Prosesnya harus dipisahkan dari hasil, yang mana krusial.
Dengan mengaplikasikan pendekatan ketidakterikatan, seseorang akan beralih dari trading yang reaktif dan penuh stres menjadi proses yang konsisten di mana semua langkah dikendalikan dengan level terendah daripada dampak emosional. Setelah Anda mengembangkan keahlian semacam, Anda akan melihat bagaimana hasil Anda berubah seiring waktu.
Bagaimana Cara Memulai Trading dengan Aman

Sekarang Anda mengetahui tentang bagaimana kekalahan harus ditangani dalam trading, waktunya untuk memberikan Anda beberapa rekomendasi final sebagai berikut:
- Gunakan demo untuk trading. Anda bisa melakukan trading pertama Anda dalam demo untuk membiasakan diri dengan platform dan bahkan berlatih dengan beberapa strategi.
- Baca blog dan tonton video kami. Hal ini akan memungkinkan Anda mempelajari lebih banyak tentang alat-alat analisis utama dan menciptakan strategi Anda sendiri.
- Ikuti aturan-aturan manajemen uang. Jangan taruh dalam risiko lebih daripada 1-5% daripada deposit Anda keseluruhan.
- Gunakan bonus. Manfaatkan tambahan dana yang ditawarkan platform ini. Misalnya, Anda bisa mendapatkan bonus selamat datang 90% di Binolla yang bisa Anda transaksikan dan menarik profit darinya tanpa persyaratan atau batasan.
- Rencanakan trading Anda lebih dulu. Hal ini akan memungkinkan Anda untuk memiliki sebuah perencanaan yang bisa Anda andalkan dan menghindari trading yang kebablasan atau trading balas dendam.
- Evaluasi hasil Anda. Ambil waktu dan periksa hasil Anda, khususnya setelah transaksi yang gagal, demi melihat apa yang bisa diperbaiki.
Kesimpulan
Menerima kekalahan bukanlah menjadi lemah. Ini merupakan tanda kedewasaan trading dan profesionalisme Anda. Anda harus memahami bahwa kekalahan merupakan bagian dari rutinitas trading. Bagaimanapun, cara Anda menanggapinya merupakan kunci dan apa yang membuat perbedaan antara seorang pemula dan partisipan pasar yang terampil. Anda harus ingat bahwa trading bukanlah tentang memenangkan setiap trading. Dengan terobsesi terhadap setiap hasil individual, Anda berisiko jatuh ke jebakan emosional dan menghancurkan saldo Anda dengan cepat. Menjadi bisa menangani kekalahan Anda akan memungkinkan Anda mempertahankan disiplin dan mengambil keputusan rasional dalam trading, yang, pada gilirannya, akan memungkinkan Anda menumbuhkan saldo Anda seiring waktu.
FAQ / Pertanyaan Umum
Bisakah saya mendapatkan kekalahan dengan strategi yang baik dan bisa diandalkan?
Ya, kekalahan dalam trading tak terhindarkan. Anda tidak bisa sukses dalam setiap trading yang ada. Pasar adalah tentang probabilitas dan bukanlah tentang kepastian. Para trader profesional berfokus pada hasil jangka panjang mereka bukannya menjadi terobsesi dengan hasil satuannya.
Bagaimana cara berurusan dengan trading yang gagal?
Anggap tiap kekalahan sebagai umpan balik, bukan kegagalan personal Anda. Trader harus berpegang teguh dengan perencanaannya dan mengevaluasi setiap sesi trading demi mencari apa yang bisa diperbaiki bukannya berupaya memenangkan kembali.
Apakah manajemen risiko membantu dalam menangani kekalahan?
Ya, jika Anda aplikasikan aturan-aturan manajemen risiko yang memadai, Anda bisa memitigasi dampak dari setiap kekalahan satuan, yang akan memungkinkan Anda untuk menumbuhkan saldo Anda seiring waktu. Anda akan lebih disiplin dan fokus.
Apa yang bisa saya pelajari dari kekalahan?
Menganalisis trading yang gagal akan memungkinkan para partisipan pasar mencari kesalahan dan mengatasinya. Trader menyesuaikan strateginya berdasarkan pola-pola dalam kekalahan semacam demi meningkatkan hasilnya.
Mengapa ketidakterikatan penting dalam trading?
Ketidakterikatan memungkinkan Anda memisahkan emosi Anda dari hasil trading. Bukannya melihat pada hasil satuan, Anda akan memperhatikan performa Anda seiring waktu dan berfokus pada eksekusi, sistem trading, dan saldo Anda.
Bisakah saya menghindari kekalahan dalam trading?
Anda harus memahami bahwa kekalahan merupakan bagian tak terpisahkan dalam trading. Anda tidak bisa menghindarinya sepenuhnya. Apa yang bisa Anda lakukan adalah menggunakannya dalam memperbaiki strategi dan pendekatan trading secara umum. Trader harus menjaga kendali emosional untuk meningkatkan performanya dan bertumbuh dalam pasar finansial.
