13 Mar, 2025

Limit Order Beli dan Jual di Forex: Bagaimana Cara Menggunakannya untuk Meningkatkan Kinerja Trading Anda

Binolla Blog Image - Limit Order Beli dan Jual di Forex: Bagaimana Cara Menggunakannya untuk Meningkatkan Kinerja Trading Anda 1

Limit order sering digunakan oleh para trader profesional untuk mengambil momen-momen saat harga yang paling diinginkan terjadi. Sementara order pasar / market order merupakan tipe transaksi paling populer, terkadang Anda mungkin perlu menunggu harga yang lebih baik untuk membuka posisi. Dengan membaca artikel ini, Anda akan belajar lebih banyak tentang limit beli, limit, jual, stop beli, stop jual, dan order limit lainnya yang tersedia di platform trading MetaTrader 5. Selain itu, kami akan membekali Anda dengan beberapa contoh dan strategi yang dapat Anda terapkan untuk mengotomatiskan sesi trading Anda.

Coba semua tipe order dengan platform trading yang dapat diandalkan. Gabung Binolla sekarang dan ratakan jalan menuju sukses di sana!

Poin-poin Penting

  • Trader bisa memilih antara order pasar dan order pending;
  • Ada 6 tipe order pending di platform MetaTrader 5;
  • Partisipan pasar bisa memasang order untuk menangkap harga yang lebih baik atau membeli dan menjual saat breakout (kondisi penembusan);
  • Limit order stop beli dan limit order stop jual merupakan variasi kompleks daripada stop beli/jual dan limit order beli/jual;
  • Baik order pending maupun order pasar / market order memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Anda harus memahaminya sebelum memilih salah satu tipe.

Dasar-dasar Limit Order

Limit order merupakan order khusus yang memungkinkan para trader membeli atau menjual pada harga yang spesifik, yang mana di bawah atau di atas harga saat ini. Dengan fitur ini, Anda bisa menciptakan lebih banyak lagi strategi dan mulai trading bahkan jika Anda tidak memiliki akses terhadap platform pada momen tertentu. Untuk memahami sifat-sifat order semacam ini, mari lihat sebuah contoh.

Bayangkan bahwa harga EUR/USD saat ini adalah 1,0492. Anda ingin menjual pasangan atau pair mata uang ini pada 1,0500 demi meningkatkan perolehan akhir Anda sebesar 8 pip. Dalam situasi seperti ini, Anda menempatkan limit order jual dan memasang 1,0500 sebagai harga di mana order akan dilaksanakan.

Mari lihat contoh kebalikannya. EUR/USD berfluktuasi pada 1,0492. Bagaimanapun, Anda memiliki ekspektasi nilainya akan melonjak dan Anda ingin membeli pair mata uang ini pada 1,0480 sebelum bergerak ke lebih tinggi. Karenanya, Anda bisa menempatkan limit order beli pada 1,0480 dan jika harganya mencapai level ini, limit order beli Anda akan terpicu.

Ketika harga mencapai level yang sudah ditentukan, order tersebut memicu dan mengubahnya menjadi posisi jual standar. Karenanya, menggunakan order ini memungkinkan Anda memperbaiki posisi Anda dan masuk pada harga yang lebih baik.

Dengan platform MetaTrader 5, Anda dapat memilih dari 6 tipe order pending:

  • Stop Beli (Buy Stop);
  • Limit Beli (Buy Limit);
  • Stop Jual (Sell Stop);
  • Limit Jual (Sell Limit);
  • Limit Stop Beli (Buy Stop Limit);
  • Limit Stop Jual (Sell Stop Limit).

Mari lihat masing-masing lebih dekat.

Stop Beli (Buy Stop)

Terkadang para trader profesional menggunakan tipe order Forex ini untuk membeli pada harga yang spesifik, yang mana di atas harga saat ini. Anda boleh berkata bahwa order ini tidak berguna sebagaimana tujuan utama seorang trader adalah membeli pada harga yang lebih rendah demi menghasilkan perolehan lebih banyak. Bagaimanapun, menerapkan stop beli dapat menjadi sangat bermanfaat dalam beberapa situasi.

Alasan utama mengapa para trader kadang-kadang menggunakan tipe limit order ini adalah karena mereka ingin memasuki pasar pada saat breakout (penembusan). Sebagaimana bisa Anda lihat dalam contoh di atas, harganya telah menguji level resistance untuk beberapa waktu. Anda bisa duduk dan menunggu hingga terjadinya penembusan atau memasang order stop beli di muka.

Dalam contoh yang ini, level resistance dipasang pada 1,0453. Jadi, Anda bisa menempatkan order stop beli di suatu tempat di atas tanda ini. Harap diingat bahwa garis resistance bukanlah level yang eksak atau pasti. Ini lebih pada suatu area yang mana Anda perlu berhati-hati ketika menempatkan order stop beli dengan tujuan menghindari penembusan / breakout palsu.

Ketika menempatkan order stop beli, para trader dan investor memiliki pilihan-pilihan sebagai berikut:

  • Volume. Di sini Anda perlu memilih berapa banyak lot yang akan Anda beli ketika harga stop beli tercapai.
  • Harga. Ini merupakan level harga di mana Anda ingin membeli asetnya;
  • Stop loss. Para trader bisa memasang harga spesifik di mana transaksinya akan ditutup jika harga bergerak ke arah yang berlawanan dari perkiraan mereka. Harap diingat bahwa stop loss akan diaktifkan hanya jika order terpicu. Jika harga bergerak ke bawahnya sebelum stop loss beli diaktifkan, stop loss tidak akan bekerja;
  • Take profit. Anda juga bisa menetapkan profit Anda untuk mengotomatiskan sesi trading Anda dengan menggunakan tipe order ini. Ketika harga mencapai order take profit, posisinya akan ditutup secara otomatis dan profit akan dikreditkan ke dalam saldo Anda;
  • Kedaluwarsa/ekspirasi. Dengan memasang fitur ini, Anda bisa memasang tanggal spesifik untuk waktu kedaluwarsa order stop belu. Jika order stop beli tidak terpicu sebelum tanggal dan waktu spesifik ini, maka akan secara otomatis dieliminasi. Harap diingat bahwa Anda juga bisa mencabut order stop beli secara manual.

Stop Jual (Sell Stop)

Order stop jual didesain untuk memungkinkan para trader untuk menjual pada harga yang spesifik di bawah level saat ini. Mirip dengan stop beli, order ini bisa digunakan dalam strategi breakout / penembusan ketika Anda berekspektasi harganya untuk menembus ke bawah level support dan bergerak lebih ke bawah.

Alasan untuk menggunakan order stop jual dalam trading adalah mengotomatiskan proses pembukaan posisi. Jika Anda berekspektasi bahwa harga akan menembus ke bawah garis support spesifik, maka Anda bisa menunggu hal ini untuk terjadi atau memasang order stop jual.

Sehubungan dengan contoh di atas, kita mendapatkan di sini level 1,0453 yang sama, yang bertindak sebagai level support saat ini. Jadi, demi mengkapitalisasi pergerakan ke arah turun di waktu yang akan datang, Anda bisa memasang order stop jual di suatu tempat di bawah level ini.

Harap diingat bahwa support bukanlah level yang jelas, melainkan sebuah area. Karenanya, Anda harus memastikan bahwa harga stop jual dipasang dengan menghindari breakout / penembusan yang palsu.

Ketika menggunakan limit order tipe ini, para trader juga dapat memasang stop loss dan take profit. Demi memangkas risiko yang berlebihan, Anda bisa menempatkan stop loss di suatu tempat di atas garis support pada jarak yang menurut Anda nyaman. Harap diingat bahwa mirip dengan order stop beli, stop loss akan terpicu hanya jika order stop jual utama teraktivasi.

Order stop jual dapat kedaluwarsa mirip dengan stop beli. Anda bisa memasang tanggal dan waktu spesifik ketika Anda ingin order ini dicabut jika tidak terpicu. Anda juga bisa mencabutnya secara manual jika menurut Anda sudah tidak lagi relevan.

Limit Beli (Buy Limit)

Tipe order pending selanjutnya dikenal sebagai limit beli. Para trader yang menempatkannya berekspektasi harga akan bergerak lebih rendah sebelum membeli aset secara spesifik. Biasanya, order semacam ini bisa ditempatkan pada level support terdekat.

Para trader yang menempatkan order limit beli berekspektasi harga untuk menghasilkan pergerakan turun lain sebelum bergerak naik. Para partisipan pasar yang ingin agak mengotomatiskan trading mereka bisa menggunakan opsi ini.

Dalam contoh di atas level harga saat ini ada pada 1,0225. Anda bisa membeli pasangan mata uang ini segera dan bahkan dalam kasus ini Anda akan profit dengan harga bergerak lebih tinggi nanti. Bagaimanapun, Anda juga bisa menempatkan limit order beli di bawah level saat ini untuk menghasilkan lebih banyak lagi uang. Sementara area support cukup lebar Anda bisa memilih angka bulat seperti 1,0190 untuk menempatkan limit order beli.

Binolla Blog Image - Limit Order Beli dan Jual di Forex: Bagaimana Cara Menggunakannya untuk Meningkatkan Kinerja Trading Anda 7

Coba berbagai tipe order dengan Binolla

Gabung dengan perusahaan broker Binolla dan mulai trading dengan pending order untuk otomatisasi trading Anda sekarang!

Buat akun

Mirip dengan order stop beli dan stop jual, Anda bisa menempatkan stop loss dan take profit di sana. Stop loss bisa ditempatkan di bawah titik terendah di sana atau pada jarak yang menurut Anda nyaman. Limit order beli memungkinkan Anda menggunakan fitur kedaluwarsa otomatis. Anda bisa memasang tanggal dan waktu spesifik ketika order akan dicabut otomatis jika tidak terpicu.

Limit Jual (Sell Limit)

Tipe limit order ini memungkinkan Anda untuk menjual pada harga yang lebih tinggi daripada yang ada sekarang. Limit jual seringkali ditempatkan pada level resistance terdekat yang memungkinkan para partisipan pasar untuk memasuki pasar pada nilai harga yang lebih baik.

Dalam contoh yang ini, trader bisa menggunakan limit order jual jika mereka berekspektasi harga akan mencapai level resistance terdekat. Bahkan tanpa menggambar garis, Anda bisa melihat dengan jelas bahwa di sana ada puncak sebelumnya dan Anda bisa berekspektasi bahwa nilai harga akan menetapkan yang baru sebelum bergerak turun. Masuk pada harga pasar akan menghindarkan Anda dari kesempatan semacam itu.

Mirip dengan tipe-tipe limit order lainnya, para trader bisa memasang stop loss dan take profit. Demi melindungi Anda dari risiko yang lebih tinggi, Anda bisa memasang stop loss di suatu tempat di atas level resistance di mana Anda menjual sebuah aset. Take profit bisa dikalkulasi berdasarkan rasio risk/reward Anda. Misalnya, jika Anda menempatkan 10 pip stop loss, maka Anda bisa menempatkan 30 pip take profit dan rasio risk/reward Anda akan kira-kira 1:3.

Jika Anda berekspektasi harganya akan mencapai level stop jual Anda dalam waktu dekat, Anda bisa memasang fitur kedaluwarsa order. Jika harga tidak mengenai level sebelum tanggal dan waktu spesifik, order akan dicabut.

Limit Stop Beli (Buy Stop Limit)

Ini merupakan tipe limit order yang lebih kompleks yang digunakan para trader untuk menentukan secara rinci beberapa kondisi ketika order stop beli akan terpicu. Trader memasang harga limit stop yang spesifik, yang biasanya di bawah yang ada saat ini. Jika nilai harganya mengenainya, sebuah limit stop beli akan aktif dan order beli akan terpicu ketika harga mencapai level stop beli.

Mungkin terdengar lebih rumit, namun tipe pending order ini sangatlah lugas. Jika Anda trading di dalam suatu jangkauan (range), misalnya, dan berekspektasi harga akan menembus level resistance, maka Anda mungkin menginginkan sebuah konfirmasi. Karenanya, dengan menempatkan limit order stop beli, Anda akan mendapatkan sebuah konfirmasi bahwa harga akan mengenai level support dan kemudian menembus ke atas garis resistance.

Stop loss juga tersedia pada tipe order ini. Stop loss bisa ditempatkan di suatu tempat di bawah level stop beli. Bagaimanapun, ini akan terpicu setelah dan hanya setelah stop beli aktif. Anda juga dapat memasang tanggal dan waktu kedaluwarsa untuk secara otomatis mencabut order ini jika semua kondisi limit order stop beli tidak terpenuhi dalam periode yang telah diberikan.

Limit Stop Jual (Sell Stop Limit)

Mirip dengan limit stop beli, para trader bisa menggunakan variasinya untuk pergerakan turun. Namun, kali ini Anda menjual pada harga limit jual dan harga di mana order limit jual dieksekusi. Harga limit jual di atas harga saat ini. Jika nilai harga mengenainya, stop jual akan terpicu dan transaksi akan dieksekusi hanya jika harga mengenai stop jual, yang ada di bawah harga saat ini.

Mirip dengan tipe-tipe limit order lain, yang satu ini memungkinkan Anda memasang stop loss, take profit, dan waktu kedaluwarsa. Stop loss bisa dipasang di suatu tempat di atas level stop jual dan tidak akan aktif hingga keseluruhan order tereksekusi. Terkait dengan kedaluwarsanya, Anda bisa memasang tanggal spesifik ketika order dibatalkan jika tidak sepenuhnya tereksekusi.

Limit Order vs Market Order / Order Pasar: Manfaat dan Kekurangan Kedua Tipe Ini

Sekarang Anda telah mengetahui perbedaan antara limit order dan market order / order pasar, saatnya menunjukkan kelebihan dan kekurangan kedua tipe ini.

ProKontra
Market orderEksekusi Transaksi. Ketika menempatkan market order, Anda memberikan order kepada broker untuk mengeksekusi transaksi Anda segera pada harga saat ini. Satu-satunya hal yang dapat terjadi adalah slippage atau requote yang tidak akan membolehkan Anda untuk masuk ke pasar pada harga pasar persisnyaTidak memasuki pasar pada harga terbaik yang mungkin. Bahkan jika harga mendekati level spesifik ketika menempatkan market order Anda tidak bisa menjamin bahwa harga tidak akan bergerak ke arah sebaliknya untuk sesaat sebelum bergerak ke arah yang Anda prakirakan. Karenanya, harga di mana Anda masuk di pasar mungkin bukanlah yang terbaik
Kendali penuh terhadap aktivitas trading Anda. Dengan market order, Anda mengetahui persisnya ketika Anda masuk posisi dan Anda mengendalikan situasi. Anda tidak perlu menunggu atau merencanakan kondisi yang lebih rumit di depan, yang menjadikannya strategi bagus bagi pemulaSpread yang lebih besar dapat terjadi. Jika Anda memasuki pasar pada waktu volatilitas yang lebih tinggi atau laporan berita penting, spread bisa menjadi lebih besar. Bagaimanapun, jika Anda berekspektasi harga akan tetap dalam area ini untuk sementara waktu dan menempatkan pending order, Anda bisa menghindari spread yang lebih besar ketika situasinya lebih tenang, Anda bisa mendapatkan manfaat dari spread yang lebih sempit
Tidak ada kalkulasi tambahan. Anda tidak perlu memikirkan atau menghitung level-level di mana harga dapat berbalik arah di masa depan. Hal ini memfasilitasi proses keseluruhan dari penempatan posisi trading
Limit OrderAnda bisa masuk dalam pasar pada harga yang lebih baik. Ketika membeli atau menjual pasangan atau pair mata uang, kripto, atau saham, Anda tidak perlu masuk ke pasar sesegera mungkin. Anda boleh menunggu harga yang lebih baik dan menempatkan order. Tipe-tipe transaksi ini memungkinkan Anda untuk sedikit mengotomatiskan proses iniLebih sedikit kendali terhadap situasi. Merencanakan harga untuk mencapai level spesifik tidak menjamin bahwa hal tersebut akan terjadi secara nyata. Harganya mungkin tidak akan mengenai level limit beli Anda dan bergerak lebih tinggi atau, malahan, bergerak ke bawah order limit beli dan berlanjut ke tren turun. Dalam kasus pertama, Anda tidak akan ada dalam pasar, sementara di kasus kedua, Anda akan kehilangan uang
Para trader bisa menghindari spread yang lebih besar. Jika memilih pending order dalam beberapa kasus, Anda bisa masuk ke pasar ketika volatilitasnya rendah, yang memungkinkan Anda menghindari biaya posisi yang lebih besarKompleksitas. Pending order lebih kompleks jika dibandingkan dengan eksekusi pasar karena Anda harus merencanakan lebih banyak hal di depan. Untuk mendapatkan manfaat darinya, Anda harus menggunakannya secara bijak dan memahami fitur-fiturnya
Kemungkinan menggunakan strategi yang lebih rumit. Ketika menerapkan order seperti ini, Anda bisa menerapkan strategi yang lebih kompleks dan merencanakan tindakan Anda di depan dalam berbagai macam kondisi

Kesimpulan

Mulai trading dengan limit order di platform Binolla sekarang juga

Gabung Binolla

Pending order sering digunakan oleh para trader profesional untuk mendapatkan manfaat dari harga yang lebih baik. Dengan menguasai perbedaan antara kedua tipe order ini, Anda bisa mendapatkan fleksibilitas lebih dalam sesi-sesi trading Anda. Terkadang lebih baik segera masuk, sementara di beberapa situasi, Anda boleh memasang harga yang spesifik dan mengotomatiskan rutinitas trading Anda.

FAQ / Pertanyaan Umum

Binolla Blog Image - Limit Order Beli dan Jual di Forex: Bagaimana Cara Menggunakannya untuk Meningkatkan Kinerja Trading Anda 10

Apa Itu Order dalam Trading dan Bagaimana Cara Kerjanya?

Sebuah order dalam trading merupakan instruksi Anda kepada broker untuk mengeksekusi sebuah transaksi pada harga pasar saat ini atau harga spesifik.

Bagaimana Cara Kerja Market Order / Order Pasar?

Ketika Anda mengirimkan instruksi order pasar kepada broker, perusahaan tersebut mengeksekusinya dengan segera pada harga tersedia yang paling mungkin.

Bagaimana Cara Kerja Limit Order?

Tidak seperti market order / order pasar, limit order tidak dieksekusi pada harga pasar saat ini. Anda memasang kondisi-kondisi harga spesifik di mana order akan terpicu.

Apa Perbedaan Antara Order Stop Beli dan Limit Beli?

Order stop beli terpicu dengan harga mencapai level spesifik di bawah harga saat ini, sementara limit order beli menjadi aktif ketika harga mencapai level di atas harga pasar saat ini.

Bisakah Saya Menggunakan Order Stop Loss Ketika Menempatkan Limit Order?

Ya, Anda bisa. Bagaimanapun, Anda harus ingat bahwa stop loss akan menjadi aktif hanya jika limit order terpicu.

Penulis
Bagikan
Direkomendasikan
Anda berhasil berlangganan ke newsletter