Jelang Rilis Data US NFP: Apa yang Diekspektasi dari Data Pasar Tenaga Kerja Ini

Data pasar tenaga kerja Amerika Serikat ini akan menjadi salah satu indikator kunci untuk dipantau minggu ini. Sementara tingkat pengangguran diperkirakan akan tetap utuh, Non-Farm Employment Change atau Non-Farm Payroll (NFP) kemungkinan akan jatuh dari 151.000 ke 139.000, yang tentunya akan berdampak pada aset-aset mayor.
Pasar tenaga kerja AS saat ini sedang dalam fokus akibat dari fakta bahwa The Fed memantau ketat sikap perekonomian di Amerika Serikat. Para partisipan pasar menunggu resesi, yang dapat disebabkan oleh tarif dan perang dagang, yang berarti bahwa Federal Reserve kemungkinan akan menjadi lebih agresif dalam menurunkan suku bunga. Bagaimanapun, inflasi yang menanjak termasuk dalam faktor kunci yang mencegah Federal Open Market Committee untuk mengambil keputusan yang bersifat dovish.
Contents
- 1 EUR/USD: Pasar Menilai Kemungkinan Konsekuensi Tarif-tarif Baru
- 2 GBP/USD: Pound Masih Berhati-hati Menjelang “Liberation Day” AS
- 3 Pergerakan Pasar Menciptakan Peluang—Akankah Anda Mengambilnya?
- 4 WTI: Minyak Bumi Sedang Mendapatkan Permintaan Tinggi Setelah Komentar-komentar Trump tentang Minyak Rusia dan Program Nuklir Iran
- 5 XAU/USD: Emas Didukung oleh Instabilitas Global yang Meningkat
EUR/USD: Pasar Menilai Kemungkinan Konsekuensi Tarif-tarif Baru
Eurozone HCIP meningkat sebanyak 2,2% di bulan Maret setelah naik sebanyak 2,3% di bulan Februari, sementara core HCIP di Eurozone meningkat 2,4% dibandingkan 2,5% di bulan Februari. Bagaimanapun, data ini masih dinilai terlalu rendah sebagaimana para partisipan pasar sedang memantau komentar-komentar dan langkah-langkah baru yang diambil administrasi AS.
Menurut Kepala ECB, Christine Lagarde, perekonomian Eropa dapat kehilangan hingga 0,5% daripada pertumbuhan perekonomiannya akibat dari perang tarif. Hal ini menaruh EUR/USD di bawah tekanan sebagaimana ECB kemungkinan akan mengambil langkah pelonggaran lebih lanjut. Sementara itu, Goldman Sachs telah merevisi prediksinya tentang resesi potensial di AS dari 20% menjadi 35%, yang dapat mendukung pasangan mata uang ini sebagaimana The Fed kemungkinan akan menyesuaikan tindakan untuk menstimulasi pertumbuhan perekonomian di Amerika Serikat.
Menurut Direktur Pelaksana IMF, Kristalina Georgieva, tarif-tarif resiprokal baru oleh Donald Trump meningkatkan ketidakpastian di pasar finansial. Selain itu, ia menggarisbawahi bahwa ketakutan resesi akan mendominasi dalam waktu dekat. Bagaimanapun, Direktur Pelaksana IMF ini juga telah menyebutkan bahwa ia tidak melihat dampak dramatis dari tarif-tarif yang dikenakan dan diancam oleh Trump.

Dari sudut pandang analisis teknikal, EUR/USD sedang diperdagangkan di bawah SMA50, yang berarti bahwa “bear” sedang mengendalikan pasar. Bagaimanapun, pasangan mata uang ini mendekati garis ini yang menyatakan bahwa kedua sisi sedang dekat dalam pertempurannya. RSI sedang netral. Support terdekat ada pada 1,0800, yang merupakan level psikologis bulat. Nilai ini mencegah pasangan mata uang ini untuk bergerak semakin rendah dan mencapai 1,0760. Ke arah naik, SMA50 melindungi target-target di atasnya dengan resistance terdekat ada pada 1,0830.
GBP/USD: Pound Masih Berhati-hati Menjelang “Liberation Day” AS
Terkenal karena retorika puitisnya, Presiden AS telah menamakan tanggal 2 April sebagai “Liberation Day”. Idenya adalah bahwa pada hari tersebut administrasi Gedung Putih mengenakan tarif pada kendaraan dan sektor-sektor lain termasuk mengumumkan pengaturan-pengaturan lebih lanjut melawan mitra-mitra dagang AS. Menurut berbagai rumor terkini, administrasi AS akan mengenakan tarif lebih besar terhadap negara-negara yang memiliki surplus signifikan dalam hubungan dagangnya dengan Amerika Serikat.
Sekarang bahwa tarif-tarif tersebut hampir mulai berjalan, para partisipan pasar mengalihkan fokus terhadap bagaimana para mitra dagang akan memberikan respons. Pemerintahan Inggris sebelumnya menyebutkan bahwa mereka tidak ingin mengenakan tarif resiprokal dan terbuka untuk berdialog.
Kalender perekonomian di Inggris hampir-hampir kosong di minggu ini, sementara yang di Amerika Serikat penuh dengan berbagai peristiwa, termasuk data NFP yang akan dirilis di hari Jumat. Bersamaan dengan berbagai statistik ini, para trader dan investor juga harus memperhatikan PMI-PMI manufaktur dan jasa yang juga mungkin mengguncang pasar.

Pasangan mata uang ini diperdagangkan sedikit di bawah SMA50, yang berarti bahwa para penjual memiliki keunggulan, namun tidak cukup di momen ini untuk mendorong Pound lebih rendah. Ke arah turun, kita mendapatkan 1,2900 sebagai level support terdekat, yang mencegah pasangan mata uang ini untuk bergerak menuju 1,2860. Ke arah naik, SMA50 bertindak sebagai level resistance dinamis, mencegah pasangan mata uang ini mencapai 1,2960.
WTI: Minyak Bumi Sedang Mendapatkan Permintaan Tinggi Setelah Komentar-komentar Trump tentang Minyak Rusia dan Program Nuklir Iran
Harga minyak bumi mentah di atas 71,00 pada bahasan baru dari administrasi AS. Menurut pidato hari Minggu oleh Presiden AS, ia merencanakan untuk mengenakan tarif-tarif dagang dari 25-50% sebagai sanksi sekunder terhadap negara-negara yang membeli minyak bumi dari Rusia jika ia melihat bahwa Moskow memblokir inisiatif AS untuk membawa perdamaian di Eropa.
Faktor pendukung lain bagi WTI adalah situasi di Timur Tengah. Donald Trump mengancam Iran dengan pemboman dan tarif sekunder jika administrasi negara tersebut menolak untuk datang ke perjanjian dengan AS terkait dengan program nuklir. Kedua faktor ini dapat mereduksi pasokan minyak bumi, dan pada akhirnya, mendorong harga minyak bumi semakin tinggi.
Bagaimanapun, ketakutan resesi global masih bertindak sebagai faktor restriktif, mencegah WTI untuk mengambil lompatan naik raksasa. Keterpurukan perkonomian di China, secara khusus, dapat mereduksi permintaan minyak bumi dan menghasilkan tren turun dalam pasar energi.

Perspektif analisis teknikal mengindikasikan tren naik yang kuat sebagaimana harga sedang berada di atas SMA50. Tren ini dapat berlanjut akibat dari alasan-alasan fundamental. Target selanjutnya akan berada pada 72,00. Ke arah urun, WTI mendapatkan support dari SMA50, yang bertindak sebagai level support dinamis. SMA50 mencegah nilai harga untuk mencapai 69,40.
XAU/USD: Emas Didukung oleh Instabilitas Global yang Meningkat
Emas mencapai rekor tertinggi terbarunya sebagai respons terhadap instabilitas perekonomian global yang meningkat. Tarif-tarif baru oleh Donald Trump akan segera diumumkan. Selain itu, “Liberation Day” yang akan datang yang akan membuka gerbang terhadap tarif-tarif sektoral yang belum pernah terjadi sebelumnya membawa lebih banyak ketakutan di pasar finansial.

Pada sisi analisis teknikal, emas diperdagangkan dekat dengan nilai rekornya setelah menyentuh 3.150, yang merupakan level penting baru bagi para trader dan investor sejak saat ini. Logam mulia tersebut masih berfluktuasi di atas SMA50 menandai dominasi para pembeli. Ke arah turun, setelah menembus level support dinamis, emas kemungkinan akan mengenai 3.100, sementara ke arah naik, level resistance pada 3.150 mencegah logam mulia ini untuk menetapkan rekor nilai tertinggi historis barunya.



