Indikator ATR: Apa Itu Indikator Average True Range dan Bagaimana Cara Menggunakannya dalam Trading

Indikator Average True Range termasuk dalam kelompok alat analisis teknikal paling populer yang digunakan oleh para trader zaman sekarang. Indikator ini membekali para partisipan pasar dengan informasi berguna tentang volatilitas pasar, memungkinkan para trader dan investor untuk secara berhati-hati merencanakan sesi trading mereka. Dengan membaca artikel ini, Anda akan mempelajari lebih banyak tentang dasar-dasar indikator ATR termasuk bagaimana cara menerapkannya dalam berbagai macam strategi yang didasarkan pada analisis teknikal.
Mulailah langkah selanjutnya dalam trading! Bergabung Binolla sekarang dan dapatkan akses ke alat-alat trading yang inovatif dan berbagai pandangan pakar.
Contents
- 1 Poin-poin Penting
- 2 Dasar-dasar ATR
- 3 Bagaimana Cara Menambahkan Indikator ATR Dalam Platform Binolla
- 4 Setelan ATR
- 5 Bagaimana Cara Menginterpretasikan Indikator ATR
- 6 Mulai gunakan indikator ini dalam sesi trading Anda!
- 7 Bagaimana Cara Menggunakan Indikator Average True Range
- 8 Manfaat-manfaat Indikator ATR
- 9 Kelemahan-kelemahan Indikator ATR
- 10 Kesimpulan
- 11 FAQ / Pertanyaan Umum
Poin-poin Penting
- Indikator ATR mengukur volatilitas pasar memungkinkan Anda untuk melihat apakah volatilitas sedang tinggi atau rendah pada suatu momen termasuk memeriksa dinamikanya;
- Average True Range bisa diterapkan ke semua tipe aset memungkinkan Anda untuk diversifikasi portofolio trading Anda;
- Indikator ini tidak menunjukkan arah pergerakan;
- Alat analisis teknikal ini menggunakan periode 14 secara default, namun Anda bisa mengubah parameter ini tergantung pada periode waktunya;
- ATR bisa digunakan dalam beberapa strategi dasar untuk konfirmasi penembusan (breakout) dan pembalikan arah (reversal).
Dasar-dasar ATR

ATR atau Average True Range merupakan indikator teknikal ampuh yang dikembangkan oleh Welles Wilder untuk mengukur volatilitas pasar. Trader di balik alat analisis teknikal ini terkenal karena menciptakan RSI, alat lain yang populer dan lugas, memungkinkan para partisipan pasar untuk mendapatkan manfaat dari pembalikan arah pasar. Dengan ATR, Anda bisa memperkuat setiap strategi dengan alat tambahan yang memungkinkan Anda untuk memprediksi rentang dari fluktuasi harga dan menghasilkan keputusan yang semakin matang.
Tidak seperti indikator teknikal lainnya, ATR tidak berfokus pada arah pergerakan harga, alat ini mengukur derajat pergerakan harga, yang penting sebagaimana para partisipan pasar dapat menyesuaikan pendekatan manajemen risikonya dengan menggunakan alat analisis teknikal ini.
Salah satu manfaat kunci indikator ini adalah bahwa indikator dapat diaplikasikan pada setiap instrumen finansial dan aset. Selain itu, para trader dapat menggunakannya dalam berbagai periode waktu, yang menjadikannya alat universal untuk setiap strategi yang mungkin ada. Secara khusus, para trader dan investor dapat menggunakan ATR ketika membeli atau menjual mata uang, saham, indeks, komoditas, dan bahkan kripto.
Welles Wilder menggunakan rumusan sebagai berikut untuk kalkulasi bacaan indikator:
ATR Sebelumnya(n-1) + TR/n
Di mana:
- TR merupakan singkatan dari True Range;
- n merupakan singkatan dari n (jumlah) periode.
Untungnya, Anda tidak perlu melakukan kalkulasi apa pun karena indikator yang melakukan semua kalkulasi. Anda akan melihat garis yang bisa Anda gunakan secara langsung dalam strategi trading Anda yang mana pun.
Bagaimana Cara Menambahkan Indikator ATR Dalam Platform Binolla

Untuk mulai menggunakan indikator Average True Reange, Anda perlu menambahkannya ke dalam platform terlebih dahulu. Dengan Binolla, Anda bisa melakukannya dalam beberapa langkah sederhana. Berikut bagaimana cara Anda melakukannya:
- Geser kursor ke bagian atas layar dan tekan ikon Alat.
- Sekarang cari Osilator di bagian kiri layar dan klik di menu ini.
- Pilih ATR dan tekan di situ untuk menambahkan indikator.
Setelan ATR

Setelah indikator ditambahkan pada platform, Anda dapat mengubah setelannya untuk menyesuaikannya dengan strategi spesifik Anda. Indikator ATR merupakan alat yang sederhana dan lugas yang tidak mensyaratkan keahlian apa pun. Indikator ini menawarkan hanya beberapa opsi yang dapat Anda ubah untuk memasangnya. Termasuk:
- Periode. Fitur ini menjelaskan seberapa banyak periode yang akan diikutsertakan dalam kalkulasi. Periode standar untuk ATR di platform Binolla adalah 13. Welles Wilder menggunakan periode 14 untuk semua indikatornya, yang memberikan hasil yang hampir sama. Sementara periode ini universal, mereka yang trading di periode yang lebih rendah dapat memasang periode di antara 2 dan 12, yang akan menambahkan fleksibilitas lebih banyak, ketika trading di periode waktu yang lebih tinggi (dari 1 jam), trader bisa memasang periode dari 20 hingga 50;
- Garis. Opsi ini tidak mempengaruhi kalkulasi, namun bisa berguna ketika Anda memerlukan penyesuaian grafis. Anda bisa mengubah warna garis indikator termasuk ketebalannya.
Bagaimana Cara Menginterpretasikan Indikator ATR
Indikator ATR menyerupai semua indikator-indikator momentum, termasuk RSI. Bagaimanapun, sementara ini termasuk dalam kelompok yang sama dalam osilator, indikator tidak memungkinkan Anda untuk mencari pembalikan arah pasar sebagaimana Average True Range didesain untuk tujuan lainnya. Indikator ini dapat digunakan untuk melihat volatilitas pasar saat ini dan menyesuaikan pendekatan manajemen risiko Anda menurut situasi pasar.
Garis indikator berosilasi sepanjang waktu, namun tidak bersamaan dengan arah harga. Hal ini dikarenakan fakta bahwa ide dari teknikal ini adalah menunjukkan volatilitas. Karenanya, ketika garis indikator naik, volatilitas naik, sementara ketika mengarah turun, volatilitas menjadi lebih rendah.

Sebagaimana dapat Anda lihat, garis indikator ada pada bacaan terendahnya dalam periode volatilitas rendah, sementara ketika tren dimulai, garisnya bergerak naik. Karenanya, trader harus menghindari untuk salah interpretasi indikator ini.
Bagaimana Cara Menggunakan Indikator Average True Range
Alat analisis teknikal ini digunakan terutama untuk mendemonstrasikan volatilitas pasar saat ini dan dinamikanya. Karenanya, Anda tidak bisa membangun strategi yang hanya didasarkan padanya. Sebagai gantinya, trader bisa menambahkan ATR ke berbagai macam strategi untuk meningkatkan kinerjanya. Mari lihat lebih dekat bagaimana salah satunya bisa meningkatkan hasil trading dengan menambahkan indikator Average True Range.
Strategi Penembusan (Breakout)

Para trader profesional terkadang menggunakan strategi penembusan (breakout) untuk mengkapitalisasi fluktuasi harga sebagaimana metode semacam ini memungkinkan mereka untuk menangkap momentum. Dalam contoh yang ini, harga bergerak di bawah level resistance untuk sementara waktu di dalam rentang yang sempit, yang terkonfirmasi oleh indikator ATR, yang berada pada bacaan terendahnya (volatilitasnya sedang rendah).
Berikutnya, harga menguji level resistance pada titik tertentu dan menembus ke atasnya. Indikator Average True Range bisa digunakan di momen ini untuk melakukan konfirmasi penembusan (breakout).
Menggunakan Strategi Ini untuk Forex
Ketika menggunakan strategi ini untuk trading Forex, Anda perlu menunggu hingga penembusan (breakout) terjadi dan batang candle yang menembus tadi tutup. Periksa pembacaan indikator ATR. Jika indikator berlanjut meningkat, maka belilah pasangan mata uang, kripto, atau saham.
Strategi Penembusan (Breakout) Opsi Digital
Untuk trading dengan strategi ini ketika menggunakan opsi digital, Anda cukup perlu menunggu harga hingga menghasilkan penembusan (breakout). Jika indikator ATR bergerak semakin tinggi, beli kontrak Lebih Tinggi.

Ketika membahas garis support, situasinya adalah sama, ketika harga mengujinya dan kemudian menembus keluar darinya, Anda bisa trading. Gunakan indikator ATR untuk memeriksa apakan volatilitas sedang meningkat. Triknya di sini adalah kali ini ketika harga bergerak turun, indikator ATR menampilkan bacaan yang lebih tinggi. Inilah apa yang telah kami jelaskan dalam bagian sebelumnya di artikel ini. Indikator ini tidak menunjukkan arah. Indikator sebaliknya menunjukkan volatilitas dan ketika harga mulai jatuh, Average True Range akan menampilkannya dengan meningkatkan nilainya.
Menggunakan ATR untuk Trading Penembusan (Breakout) Support di Forex
Para trader bisa menggunakan strategi ini untuk menjual aset. Setelah sepasang mata uang, saham, atau kripto menembus ke bawah level support, tunggu batang candle tutup dan periksa apakah ATR meningkat untuk membuka posisi trading.
Trading Opsi Digital dengan Penembusan (Breakout) Support dengan ATR
Para trader bisa membeli kontrak Lebih Rendah ketika harga menembus ke bawah level support. Sebelum menekan tombol, periksa apakah indikator ATR sedang meningkat.
Menemukan Pembalikan Arah Pasar dengan Stochastic dan Indikator ATR

Strategi pembalikan arah menggunakan ATR dan Stochastic
Para trader sering menggunakan osilator seperti RSI atau Stochastic untuk mencari pembalikan arah pasar. Ketika Stochastic meninggalkan area jenuh beli, para partisipan pasar mencari sinyal arah turun, sementara ketika indikator meninggalkan area jenuh jual, para partisipan pasar mencari entri arah naik.
Ketika menambahkan indikator ATR, para trader bisa lebih yakin tentang posisi yang mereka akan buka. Dalam kasus pembalikan arah pasar, volatilitas cenderung bertumbuh, yang berarti bahwa garis indikator Average True Range semestinya meningkat dalam situasi semacam itu.
Trading Forex dengan Kombinasi Stochastic dan ATR
Dalam contoh yang ini, trader menjual sepasang mata uang, saham, atau kripto ketika indikator Stochastic menembus ke bawah 70. Indikator ATR semestinya meningkat untuk konfirmasi volatilitas yang meningkat.
Trading Opsi Digital dengan Kombinasi Stochastic dan ATR
Ketika trading opsi digital, trader membeli kontrak Lebih Rendah ketika indikator Stochastic meninggalkan area jenuh beli. Indikator ATR harus memberikan konfirmasi mengikuti arah turun dengan bacaan yang lebih tinggi.
Manfaat-manfaat Indikator ATR
- Indikator Average True Range mengukur volatilitas pasar saat ini dan menunjukkan dinamikanya, memungkinkan para partisipan pasar untuk melihat apakah volatilitas sedang meningkat atau jatuh. Dengan mengukur parameter ini, para trader dan investor akan dapat memahami apakah ada potensial pembentukan tren atau pembalikan arah;
- Para partisipan pasar bisa mengukur kekuatan tren yang akan terbentuk dengan menggunakan indikator ATR. Jika harga bertumbuh bersama-sama dengan garis ATR, maka Anda dapat berekspektasi akan ada momentum bullish yang kuat. Sehubungan dengan tren turun, indikator ATR yang meningkat akan menunjukkan bahwa volatilitas sedang meningkat selama arah turun, yang akan memberikan konfirmasi terhadap momentum bearish yang kuat;
- Indikator Average True Range memungkinkan para partisipan pasar untuk membedakan antara tren dan flat / datar. Selama tren, ATR meningkat sepanjang waktu, menghasilkan nilai tertinggi yang baru, sementara dalam pasar yang bergerak dalam rentang tertentu, ATR berada dalam bacaan terendahnya;
- ATR sering digunakan untuk konfirmasi penembusan (breakout). Para partisipan pasar bisa lebih yakin tentang terjadinya penembusan ketika volatilitas sedang meningkat. Ketika sebuah penembusan terjadi selama indikator flat atau menurun, kemungkinan sinyal palsu menjadi lebih tinggi.
Kelemahan-kelemahan Indikator ATR
- Salah satu kelemahan paling jelas pada indikator ini adalah bahwa ATR termasuk lagging (ketinggalan). Alat ini menggunakan periode-periode sebelumnya untuk kalkulasi, yang menciptakan jeda antara bacaan harga saat ini dengan nilai indikator. Jadi, para trader harus memahami kelemahan ini ketika menerapkan ATR dan merencanakan entri mereka yang sesuai. Misalnya, ketika terjadi penembusan / breakout, trader akan masuk ke pasar sedikit lebih belakangan ketika ia mendapatkan konfirmasi dari Average True Range;
- Sinyal-sinyal palsu termasuk kelemahan penting lainnya dari indikator ATR. Indikator ini bisa menggambar banyak “whipsaw” dalam pasar yang bergerak dalam rentang tertentu (range market) ketika tidak ada pergerakan harga signifikan untuk waktu yang lama. Bagaimanapun, jika Anda memeriksa indikator dan harga saat ini, Anda akan meminimalkan kekurangan ini dan menghindari trading terhadap “whipsaw”;
- Indikator ATR dapat memberikan sinyal-sinyal palsu ketika tren berubah mendadak. Jika sebelumnya ada tren naik dan kemudian ada pembalikan arah tiba-tiba, garis akan jatuh bersamaan dengan tren turun yang berkembang, menunjukkan volatilitas yang lebih rendah, yang mana tidaklah benar. Hal ini diakibatkan oleh fakta bahwa indikator mengkalkulasi periode-periode sebelumnya yang dapat mengikutsertakan bagian dari tren naik.
Kesimpulan
Indikator ATR digunakan oleh para trader untuk mengukur volatilitas. Indikator ini memungkinkan para partisipan pasar untuk melihat apakah volatilitas saat ini sedang tinggi atau rendah dan apakah akan bangkit atau jatuh dalam beberapa periode selanjutnya. Indikator ini tidak bisa digunakan sendirian untuk merencanakan aktivitas trading Anda karena tidak membekali Anda dengan sinyal-sinyal yang jelas. Memahami volatilitas tidak memungkinkan Anda untuk mencari titik entri. Bagaimanapun, ini dapat bermanfaat ketika digunakan bersamaan dengan indikator-indikator lainnya untuk membeli atau menjual aset termasuk untuk konfirmasi tren / pembalikan arah.
FAQ / Pertanyaan Umum

Apa Itu ATR?
ATR merupakan singkatan dari Average True Range, sebuah indikator teknikal yang didesain untuk mengukur volatilitas dan membekali para trader dengan informasi mengenai fluktuasi harga di masa depan.
Bagaimana Cara Membaca Indikator ATR?
Bacaan ATR yang lebih rendah menunjukkan bahwa volatilitas sedang rendah, sementara ketika garis indikator bertumbuh, volatilitas sedang bangkit. Bacaan ATR yang tinggi sama dengan volatilitas pasar yang tinggi.
Apa Perbedaan antara ATR dan Bollinger Band?
Kedua indikator teknikal ini dapat menunjukkan volatilitas pasar. Bagaimanapun, ATR didasarkan pada moving average (rata-rata bergerak) dari rentang pasar saat ini, sementara Bollinger Band didasarkan pada dua deviasi standar dari moving average (rata-rata bergerak) dari harga.
Apa Periode Waktu Terbaik untuk Indikator ATR?
Tidak ada periode waktu terbaik untuk indikator ini karena bisa bekerja secara sempurna dalam setiap periode waktu. Bagaimanapun, Anda harus ingat bahwa menyesuaikan periode indikator adalah krusial.



