Data Lapangan Kerja Bertemu Api Geopolitik: Dua Garda Terdepan Mengendalikan Pasar Pekan Ini

Pasar global bersiap menghadapi dua guncangan pekan ini seiring dengan data pasar tenaga kerja AS yang akan dirilis. Lingkungan pada umumnya mengindikasikan bahwa mode penghindaran risiko akan berlanjut seiring ketegangan di Timur Tengah yang berkembang. Fokus akan menjadi apakah data perekonomian AS akan memberikan semburan volatilitas atau geopolitik yang akan mencuri perhatian.
Situasi di sekeliling Selat Hormuz masih kompleks. Selat ini masih diblokir, yang menunjang harga minyak bumi yang semakin tinggi. Selain itu, tidak ada tanda-tanda deeskalasi, yang mengarahkan pada mode penghindaran risiko. Presiden AS mengklaim melakukan negosiasi dengan Iran, namun Tehran menolak pembicaraan apa pun dengan Gedung Putih. Lebih lanjut lagi, ada rumor bahwa AS bersiap menutup operasinya melawan Iran bahkan tanpa membuka Selat Hormuz.
Di satu sisi, hal ini berarti bahwa gencatan senjata mungkin sudah di ujung tanduk. Di sisi lain, tidak ada jaminan bahwa Iran akan membuka Selat Hormuz bahkan jika AS menghentikan operasi militernya.
Pekan ini, data pasar tenaga kerja AS akan menjadi fokus. Walaupun secara tradisional memberikan volatilitas yang lebih tinggi, para partisipan pasar cenderung tidak memberikan penekanan serius terhadap data pekan ini akibat faktor-faktor geopolitik yang kompleks dan tekanan inflasi yang menanjak. Jadi, bahkan jika nilai-nilai pasar tenaga kerja AS akan mengecewakan, peluang bahwa The Fed akan tetap berjaga-jaga sedang tinggi.
Bagaimanapun, skenario bagi The Fed dan kebanyakan bank sentral besar masih negatif. Mereka mungkin memilih antara menyelamatkan perekonomian negaranya dengan menurunkan suku bunga atau mundur dari langkah-langkah agresif demi melawan inflasi yang semakin tinggi.
Contents
EUR/USD: Tekanan Geopolitik Menjaga Euro Dalam Kendali

Pasangan mata uang ini masih berada di bawah tekanan akibat instabilitas geopolitik dan fase panas konflik antara AS dan Iran yang sedang berlangsung. Euro bahkan tidak bisa mendapatkan manfaat dari pendirian ECB yang hawkish. Data yang stabil dari Eurozone tidak bisa memberikan dukungan terhadap mata uang ini di tengah-tengah penghindaran risiko. Sehubungan dengan pasangan mata uang ini, Dolar AS mendapatkan dukungan yang lebih kuat akibat pendirian The Fed yang hawkish. Federal Reserve tidak mempertimbangkan penurunan suku bunga di tahun ini. Selain itu, Dolar AS mendapatkan dukungan dari sentimen penghindaran risiko / risk-off yang umum terjadi.
Dari perspektif analisis teknikal, pasangan mata uang ini terus meluncur turun dengan beberapa arah naik sementara. EUR/USD diperdagangkan dekat dengan pita atas indikator Bollinger Band. Trader bisa bertransaksi beli di atas 1,1500 menargetkan 1,1580 dan 1,1600. Ke arah turun, trader bisa bertransaksi jual dari 1,1480, menargetkan 1,1400.
GBP/USD: Pound di Bawah Tekanan dari Inflasi dan Risiko Energi

Pasangan mata uang ini masih di bawah tekanan di tengah ketidakpastian geopolitik dan risiko inflasi yang bangkit. Data PDB Inggris Final yang dirilis hari ini hampir tidak memberikan dampak terhadap Pound dan telah “priced in” (dinilai dalam harga). Selain itu, ada peluang kecil bahwa BoE akan menurunkan suku bunga dalam lingkungan inflasi yang menanjak. Hal ini menciptakan situasi sulit bagi Bank of England karena mereka tidak memiliki instrumen untuk menunjang perekonomian yang melambat.
Dari perspektif analisis teknikal, pasangan mata uang ini masih di bawah tekanan, berupaya untuk pulih setelah menghantam rekor terendah lokal yang lain. GBP/USD bertahan dekat dengan pita atas indikator Bollinger Band. Trader bisa bertransaksi beli di atas 1,320 menargetkan 1,3300 dan 1,3400. Para penjual bisa melangkah masuk di bawah 1,3190 menargetkan 1,3100.
Minyak Mentah WTI: Risiko Pasokan Menjaga Harga Tetap Tinggi

Harga minyak bumi mendapatkan dukungan dari konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah. Situasi di sekeliling Selat Hormuz masih kompleks. International Energy Agency siap merilis pasokannya demi menunjang pasar. Bagaimanapun, ini tidak akan cukup untuk menutupi kebutuhan dalam jangka panjang. Jika konflik berlanjut, WTI cenderung menjumpai rekor tertinggi baru.
Dari perspektif analisis teknikal, WTI diperdagangkan di bawah garis tengah indikator Bollinger Band, dekat dengan rekor tertinggi lokalnya. Trader bisa bertransaksi beli dari 101,60, menargetkan 104,00 dan 105,00. Para penjual bisa masuk dari 99,00 menargetkan 98,00.
Emas: Kebutuhan Safe-Haven Bertemu Dolar yang Kuat

Emas diseimbangkan antara kebutuhan safe-haven dan dukungan yang bertumbuh dari Dolar AS. The Fed cenderung tidak akan menurunkan suku bunga, yang berarti bahwa tidak akan ada dukungan tambahan bagi logam mulia ini. Di sisi lain, ketegangan geopolitik masih bertahan dalam fokus partisipan pasar. Karenanya, emas cenderung berlanjut diperdagangkan dalam suatu rentangan harga.
Dari pandangan analisis teknikal, harga bertahan di bawah pita atas indikator Bollinger Band. Para penjual bisa masuk dari 4.600 menargetkan 4.640 dan 4.680. Ke arah turun, para trader bisa bertransaksi jual dari 4.530 menargetkan 4.500 dan 4.460.
